David dalam Kondisi Diffuse Axonal Injury

Jurnalis: S. Widodo
Editor: Rudi

26 Feb 2023 03:45

Thumbnail David dalam Kondisi Diffuse Axonal Injury
Ilustrasi kasus penganiayaan David (Ilustrasi: iStock)

KETIK, JAKARTA – David Latumahina yang putra petinggi GP Ansor kini didiagnosis mengalami diffuse axonal injury. Itu akibat kasus penganiayaan yang dialaminya.

David mengalami koma dalam kondisi kritis beberapa hari setelah dihajar Mario Dandy yang anak salah satu pejabat pajak.

Terlepas dari kasus yang sedang didalami pihak berwajib, ada kondisi kesehatan David yang dinyatakan mengalami diffuse axonal injury.

Apa yang dimaksud dengan diffuse axonal injury dan apakah bisa menyebabkan seseorang seperti David gagar otak? 

Baca Juga:
Diduga Aniaya Mantan Suami Istrinya, Pelaku Ditahan Satreskrim Polres Nagan Raya

Diffuse axonal injury atau biasa disebut DAI merupakan salah satu jenis cedera otak traumatis yang diakibatkan oleh cedera tumpul pada otak.

Cedera otak traumatis diklasifikasikan ringan, sedang, dan berat berdasarkan skala koma Glasgow (GCS). Skala ini dipakai untuk mengetahui tingkat kesadaran, terutama pada orang yang mengalami cedera kepala.

Pasien cedera otak traumatis dengan GCS 13 sampai 15 tergolong ringan, yang termasuk mayoritas pasien cedera otak traumatis.

Pasien dengan GCS 9 hingga 12 dianggap memiliki cedera otak traumatis sedang, sedangkan pasien dengan GCS di bawah delapan diklasifikasikan memiliki cedera otak traumatis berat.

Baca Juga:
Dua Pemuda Ditetapkan Tersangka Atas Penganiayaan Anggota Polsek Kaliwungu Kendal

GCS mengukur tiga fungsi berikut. Yaitu mata (kemampuan membuka mata), suara (kemampuan bicara), dan gerakan tubuh. Tiga aspek ini dinilai melalui pengamatan, kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan angka GCS.

Kondisi ini cukup membahayakan bagi orang yang mengalaminya. Di banyak negara, cedera otak traumatis seperti ini merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di kalangan anak-anak dan dewasa muda.

Hal ini karena adanya kerusakan mikroskopis dan kasar pada akson di otak yang terletak pada persimpangan materi abu-abu dan putih. Cedera aksonal difus umumnya mempengaruhi saluran materi putih yang berhubungan dengan korpus kalosum dan batang otak.

Diperkirakan sekitar 10% dari semua pasien dengan cedera otak berat yang dirawat di rumah sakit akan mengalami DAI pada tingkat tertentu. Sayangnya, pasien dengan diagnosis DAI diperkirakan sekitar 25% mengakibatkan kematian.

Gejala Seorang Alami Diffuse Axonal Injury

Gejala yang paling sering terjadi pada pasien adalah sakit kepala. Gejala pasca-gegar otak lainnya dapat berupa pusing, mual, muntah, dan kelelahan.

Namun, pasien dengan cedera aksonal diffuse yang parah juga dapat mengalami penurunan kesadaran dan tetap dalam keadaan vegetatif yang persisten (koma) hingga kematian. (*)

Baca Sebelumnya

Hokkaido Jepang Diguncang Gempa 6,1 M, Tak Ada Peringatan Tsunami

Baca Selanjutnya

IESPA Jember Siap Mencetak Prestasi di FORDA Jatim I

Tags:

David gagar otak penganiayaan diffuse axonal

Berita lainnya oleh S. Widodo

Konjen RI Sambut Kloter Terakhir di Jeddah, Ingatkan Jemaah Jaga Kesehatan

24 Juni 2023 21:02

Konjen RI Sambut Kloter Terakhir di Jeddah, Ingatkan Jemaah Jaga Kesehatan

Yaqut Cholil:  Fasilitas Arafah dan Mina Siap 90 Persen

23 Juni 2023 21:45

Yaqut Cholil:  Fasilitas Arafah dan Mina Siap 90 Persen

Komisi VIII DPR RI Menilai, Layanan Petugas Haji di Bandara Baik dan Lancar

23 Juni 2023 13:42

Komisi VIII DPR RI Menilai, Layanan Petugas Haji di Bandara Baik dan Lancar

PPIH Dirikan Pos Kesehatan Utama dan Satelit  Jelang Puncak Haji

22 Juni 2023 20:20

PPIH Dirikan Pos Kesehatan Utama dan Satelit  Jelang Puncak Haji

Menag Tinjau Mina, Toilet Bertambah, Dapur Oke, Layanan Siap 99 Persen

21 Juni 2023 21:35

Menag Tinjau Mina, Toilet Bertambah, Dapur Oke, Layanan Siap 99 Persen

2000 Alumni SMAN 1 Magetan Serbu GOR Ki Mageti Magetan untuk Reuni Akbar

21 Juni 2023 15:55

2000 Alumni SMAN 1 Magetan Serbu GOR Ki Mageti Magetan untuk Reuni Akbar

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar