KETIK, BONDOWOSO – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Tahun 2026 di Kabupaten Bondowoso tidak sekadar diwarnai seremoni.

Semangat pengabdian TNI kepada masyarakat diwujudkan melalui aksi nyata penanaman pohon secara serentak sebagai upaya memperkuat ketahanan lingkungan dan mencegah potensi bencana.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i, Ketua DPRD Bondowoso H. Ahmad Dhafir, Komandan Kodim 0822 Letkol Inf. Prawito, Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso Dr. David P. Duarsa, Ketua Pengadilan Negeri Bondowoso Roni Suata, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya.

Turut hadir Komandan Kompi 3 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jatim AKP Haryanto, Komandan Batalyon TP 537/Tunggul Wulung Mayor Inf. I Komang Agus Suratmaja, Sekretaris Daerah Bondowoso Dr. Fathur Rozi, jajaran kepala perangkat daerah dan camat, serta Pimpinan Cabang Bank Jatim Bondowoso Heru Widodo.

Penanaman pohon serentak menjadi pesan kuat bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Di tengah ancaman perubahan iklim, kebakaran hutan dan lahan, cuaca ekstrem, hingga bencana hidrometeorologi, keberadaan vegetasi dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam.

Baca Juga:
BTPN Syariah Perkuat UMKM Desa, Sekda Bondowoso: Modal Harus Melahirkan Kemandirian

Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i Dalam sambutannya, disampaikan bahwa pohon yang ditanam hari ini bukan sekadar simbol peringatan HUT TNI. Bibit tersebut diharapkan tumbuh menjadi investasi ekologis bagi generasi mendatang.

“Pohon-pohon yang kita tanam adalah benteng pertahanan bagi bumi kita,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Rabu, 09 September 2026.

Penghijauan juga dinilai memiliki kaitan erat dengan masa depan Bondowoso. Kabupaten yang memiliki bentang alam perbukitan, kawasan perkebunan, hingga potensi wisata alam tersebut membutuhkan lingkungan yang tetap terjaga agar kekayaan alam dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Kerusakan hutan dan lahan bukan hanya mengancam ekosistem, tetapi juga dapat berdampak terhadap sektor pariwisata dan sumber penghidupan masyarakat.

Baca Juga:
Abdul Hamid Wahid, Bupati Bondowoso Dinobatkan sebagai Akelerator Transformasi Digital

Karena itu, gerakan penanaman pohon diharapkan menjadi bagian dari upaya mempertahankan citra Bondowoso sebagai daerah yang hijau, sejuk dan memiliki kekayaan alam yang dapat terus dikembangkan.

Namun, kegiatan tersebut tidak berhenti ketika bibit selesai ditanam. Tantangan berikutnya adalah memastikan pohon dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Diperlukan kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat untuk melakukan perawatan serta menjaga tanaman dari kerusakan.

Momentum HUT ke-81 TNI pun menjadi pengingat bahwa kekuatan pertahanan tidak hanya dibangun melalui kesiapsiagaan menjaga negara, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Semangat gotong royong menjadi kunci agar gerakan penghijauan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berkembang menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.

Dengan penanaman serentak tersebut, Bondowoso diharapkan semakin siap menghadapi ancaman bencana sekaligus mempertahankan potensi alamnya untuk generasi yang akan datang.

“Bersama rakyat TNI kuat, bersama alam kita sejahtera,” menjadi pesan penutup dalam kegiatan penanaman pohon serentak tersebut.(*)