KETIK, JEMBER – Dua mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember mencatat prestasi akademik membanggakan.
Keduanya berhasil menyelesaikan studi tanpa menulis skripsi dengan menempuh jalur publikasi artikel ilmiah di jurnal nasional bereputasi yang terindeks SINTA.
Mahasiswi pertama, Fithriyah Shofiana Pratiwi, dinyatakan lulus setelah artikelnya terbit di jurnal Edureligia yang diterbitkan oleh Universitas Nurul Jadid.
Jurnal tersebut berada pada peringkat SINTA 1, level tertinggi dalam indeksasi jurnal nasional. Penelitian itu disusun dengan bimbingan Dr. Imron Fauzi.
Baca Juga:
Isu BBM Tinggal 23 Hari Picu Antrean Panjang Warga Jember di SPBUCapaian ini menjadi indikator kualitas penelitian yang kuat, karena publikasi pada jurnal SINTA 1 menuntut standar akademik yang tinggi serta proses seleksi yang ketat.
Sementara itu, Safiera Putri Ramadhania Nasution juga menempuh jalur serupa. Dengan bimbingan Dr. Nino Indrianto, ia berhasil mempublikasikan artikel ilmiahnya di jurnal Al Bidayah yang diterbitkan oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan terindeks SINTA 2.
Publikasi tersebut menunjukkan bahwa penelitian mahasiswa PGMI tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan keilmuan, khususnya dalam bidang pendidikan dasar Islam.
Keberhasilan kedua mahasiswi ini sejalan dengan kebijakan akademik UIN KHAS Jember yang memberikan alternatif penyelesaian tugas akhir melalui publikasi artikel ilmiah di jurnal bereputasi, selain jalur skripsi konvensional.
Baca Juga:
Gelar Rakernas, HMPS IAI NATA Ponpes Gedangan Siap Wujudkan Organisasi Modern, Religius, dan IntelektualKebijakan ini dinilai sebagai langkah inovatif untuk meningkatkan produktivitas menulis sekaligus memperkuat budaya riset di kalangan mahasiswa.
Koordinator Program Studi PGMI FTIK UIN KHAS Jember, Imron Fauzi, mengapresiasi capaian tersebut. Ia berharap pola penyelesaian studi melalui publikasi jurnal dapat menjadi tradisi akademik yang berkembang di lingkungan kampus.
"Kebijakan ini mampu mendorong mahasiswa lebih kritis, produktif menulis, serta aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui karya ilmiah yang dipublikasikan secara luas". ujarnya pada Rabu, 15 April 2026.
Prodi PGMI juga memandang keberhasilan ini sebagai bukti bahwa mahasiswa mampu bersaing dalam publikasi ilmiah di tingkat nasional.
"Selain meningkatkan reputasi akademik, jalur publikasi ini juga diharapkan memperkuat budaya literasi dan penelitian di lingkungan perguruan tinggi," imbuhnya.
Prestasi yang diraih Fithriyah Shofiana Pratiwi dan Safiera Putri Ramadhania Nasution diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan memanfaatkan peluang publikasi ilmiah sebagai bagian dari perjalanan akademik mereka. (*)