KETIK, PASURUAN – Nama yang unik dan mudah diingat dari sejumlah produk DT Pastry Bakery SMAN 1 Gondangwetan, Pasuruan, menjadi identitas yang membuat setiap produk memiliki cerita tersendiri.

Di balik nama-nama produk yang terdengar unik dan menarik, tersimpan kreativitas serta permainan kata yang dekat dengan bahan, karakter, maupun kekhasan produk. Nama-nama tersebut tidak muncul begitu saja, melainkan lahir dari ide kreatif Drs. Teguh Hariawan, M.M., Kepala SMAN 1 Gondangwetan yang menjabat pada periode 2021–2024.

Pak Teguh, panggilan akrabnya, memiliki gagasan untuk memberikan nama produk yang tidak sekadar menjadi label, tetapi sekaligus identitas yang mudah diingat dan memiliki daya tarik ketika dipasarkan.

Salah satunya adalah Pie Jepis, yang merupakan singkatan dari Pie Jeruk Nipis. Nama tersebut terdengar sederhana, tetapi memiliki karakter kuat dan membuat konsumen penasaran dengan produk yang ditawarkan.

Ada pula Babon Roll, singkatan dari Abon Batang Pisang Roll. Pemilihan nama “Babon” membuat produk berbahan dasar yang tidak biasa tersebut terdengar lebih familiar dan menarik. Kreativitas ini sekaligus menunjukkan upaya DT Pastry Bakery dalam mengolah potensi bahan lokal menjadi produk bernilai tambah.

Baca Juga:
Demokrasi Digital di SMAN 1 Gondangwetan: Sukses Gelar Pemilihan OSIS Masa Bhakti 2026–2027 secara Online

Nama unik selanjutnya adalah minuman Tegar, yang merupakan akronim dari “Telang Segar”. Produk ini memanfaatkan bunga telang yang dikenal memiliki warna khas. Nama “Tegar” bukan hanya mudah diucapkan, tetapi juga memberikan kesan kuat dan mudah melekat dalam ingatan.

Sementara itu, minuman berbahan sinom diberi nama Sigar, yang berasal dari “Sinom Segar”. Nama tersebut ringkas, sederhana, dan memiliki nuansa lokal yang kuat.

Tidak kalah menarik adalah Dawet Cen Ayu. Nama ini merupakan permainan kata dari ungkapan “Pancen Ayu”, yang dalam bahasa Jawa bermakna “memang cantik”. Nama tersebut memberikan sentuhan humor dan kearifan lokal sekaligus memperkuat karakter produk.

Nama unik produk lainnya adalah Bluder Bromis, yang berasal dari ungkapan “Bromo Manis”. Nama ini memiliki keterkaitan dengan identitas geografis Jawa Timur, khususnya Gunung Bromo, sekaligus menggambarkan karakter rasa manis dari produk bluder tersebut.

Baca Juga:
Perkuat Program Keterampilan Siswa, ITS Gelar Monev Double Track SMAN 1 Gondangwetan Secara Daring

Keunikan nama-nama tersebut memperlihatkan bahwa proses pengembangan produk DT Pastry Bakery tidak berhenti pada keterampilan membuat makanan dan minuman. Siswa juga diperkenalkan pada aspek kreativitas, branding, pemasaran, dan penciptaan identitas produk.

Menurut Drs. Teguh Hariawan, M.M., pemberian nama yang unik merupakan upaya agar produk lebih mudah dikenal dan memiliki daya tarik tersendiri.

“Nama produk harus mudah diingat, menarik, dan kalau bisa mempunyai cerita. Dengan begitu, orang tidak hanya membeli produknya, tetapi juga mengingat nama dan cerita di balik produk tersebut,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kreativitas dalam memberikan nama merupakan bagian penting dalam membangun jiwa kewirausahaan siswa. Produk yang memiliki nama unik akan lebih mudah dikomunikasikan ketika dipromosikan kepada masyarakat.

Keunikan nama-nama produk DT Pastry Bakery tersebut menjadi bukti bahwa inovasi dapat dimulai dari sesuatu yang sederhana. Sebuah bahan dapat diolah menjadi produk, sebuah produk dapat diberi nama, dan sebuah nama dapat berkembang menjadi identitas.