KETIK, MALANG – Kiprah Kiagus Firdaus di dunia koperasi bukanlah cerita baru yang tumbuh semalam. Jauh sebelum didapuk menjadi Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Cemorokandang, Kota Malang pada tahun 2026 ini, pria yang akrab disapa Kia tersebut sudah mengukir sejarah sebagai Duta Koperasi Jawa Timur pertama di Indonesia pada tahun 2007 silam.
Perjalanan tersebut bermula saat Kia masih berstatus sebagai mahasiswa Jurusan Ilmu Komputer, Fakultas MIPA Universitas Brawijaya (UB). Memulai pendidikan dasar di SDN 5 Pagaralam lalu melanjutkan ke MTsN 2 Kota Malang, Kia tumbuh menjadi pemuda yang aktif berorganisasi, termasuk sempat mengemban amanah sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA UB.
Saat terpilih dalam ajang Duta Koperasi Jatim II yang digelar oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Kia bersama finalis lainnya langsung mengemban misi besar: membangun empat Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Koperasi yang tersebar di Malang, Surabaya, Kediri, dan Madiun. Gagasan, keterampilan, dan keuletannya membawa Kia terpilih sebagai Duta Koperasi Jatim pertama di Indonesia.
Sejak masa kuliah itu, Kia membawa ambisi besar untuk mendobrak stigma. Ia ingin membumikan koperasi agar digemari anak muda, bukan lagi dipandang sebagai wadah konvensional yang kaku dan hanya diisi oleh orang tua.
"Koperasi seharusnya dapat dijadikan jalan untuk menyerap tenaga kerja sehingga angka pengangguran bisa berkurang. Melalui koperasi, secara tidak langsung dapat mengurangi angka kemiskinan di Indonesia," ujar Kia mengenang visinya saat mahasiswa.
Baca Juga:
Dua Kali Aksi Mahasiswa, Fraksi PDIP Kota Malang Minta Maaf Pernah Usung JokowiMatang Pengalaman dan Jaringan
Lepas dari bangku kuliah, sepak terjang Kia di dunia profesional kian terasah. Ia pernah menduduki posisi strategis dari level manajer hingga direktur di Jawa Pos Group. Salah satu warisan program yang ia cetus adalah East Java Scout Challenge, sebuah kompetisi Pramuka siaga se-Jatim hasil kolaborasi Jawa Pos dan Kwarda Jatim.
Kini, selain menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Ketik Media Siber (Ketik.com), Kia juga aktif sebagai Wakil Sekretaris 1 Kwarda Pramuka Jatim. Pengalaman panjang di dunia media dan organisasi inilah yang membentuknya menjadi sosok yang piawai dalam komunikasi dan networking. Bagi Kia, komunikasi yang efektif menuntut wawasan yang luas agar interaksi dapat berjalan dengan mudah.
Menghidupkan Soko Guru di Cemorokandang
Baca Juga:
Arema FC Pertahankan Tujuh Pemain Lokal, Perkuat Fondasi Tim Hadapi Super League 2026/2027Pengetahuan dan idealisme perkoperasian yang ia timba sejak muda tidak menguap begitu saja. Pada tahun 2025, Kia dipercaya menjadi Pengawas KKMP Cemorokandang yang diresmikan langsung oleh Wali Kota Malang. Setahun berselang, tepat pada 2026, ia resmi terpilih untuk menakhodai koperasi tersebut sebagai Ketua.
Bagi Kia, memimpin koperasi di tingkat kelurahan adalah wujud nyata dari dedikasi yang ia rawat sejak belasan tahun lalu. Ia menyatakan kesiapannya untuk membawa KKMP Cemorokandang melangkah lebih maju dan memberikan manfaat yang konkret bagi hajat hidup orang banyak.
"Kuncinya adalah gotong royong untuk kemaslahatan bersama. Meskipun saat ini kami belum memiliki gedung koperasi sendiri, operasional koperasi ini sudah mulai berjalan secara swadaya," tegas Kia optimis.
Kemandirian ini dibuktikan dengan mulai bergulirnya beberapa unit bisnis riil di bawah naungan koperasi. Saat ini, KKMP Cemorokandang telah menjalankan bisnis jasa laundry, penyediaan isi ulang galon modern berbasis self-service, hingga sektor agribisnis dengan menggarap lahan pertanian untuk budidaya tanaman jagung. Langkah terakhir ini sekaligus menjadi komitmen koperasi dalam mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan nasional.
"Dedikasi saya terhadap dunia perkoperasian ini tak lain agar manfaat koperasi dapat dirasakan ke masyarakat. Sejak dulu kita selalu diajarkan bahwa koperasi merupakan soko guru perekonomian Indonesia, pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (*)