KETIK, PROBOLINGGO – Momen bersejarah dengan latar yang begitu  megah, berlangsung di sela acara Bromo Sunset, Sabtu, 18 Juli 2026. Bupati Probolinggo Gus dr M Haris melantik  pengurus Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo periode 2025-2030.

Pelantikan ini menjadi momen yang seolah menyatukan keindahan alam dengan tekad menjaga kebudayaan, dengan kepemimpinan baru yang diketuai Mahdi, seorang legislator DPRD Provinsi Jatim.

Mayoritas pengunjung Bromo Sunset, saling berbisik mengaku optimistis, Pelantikan yang berlangsung di salah satu destinasi wisata paling ikonik di Jawa Timur itu, akan menjadi simbol bahwa kebudayaan dan alam merupakan dua kekuatan yang saling menghidupi.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat. Satu per satu pengurus mengucapkan ikrar atas nama Tuhan yang Maha Esa, menerima amanah untuk menjaga, mengembangkan, sekaligus mengaktualisasikan kekayaan budaya Kabupaten Probolinggo di tengah perubahan zaman. 

Di hadapan pegunungan yang telah menjadi saksi perjalanan panjang peradaban masyarakat Tengger dan masyarakat Probolinggo, amanah itu terasa memiliki makna yang lebih mendalam.

Baca Juga:
Enam Kampus Turun ke Tosari, Aspikom Jatim Perkuat Branding Pariwisata Lewat KKN Kolaboratif

Dalam sambutannya, Bupati Probolinggo menegaskan bahwa Dewan Kebudayaan memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam merumuskan arah pembangunan kebudayaan. 

Menurutnya, budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas yang harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi mendatang.

"Pelantikan di Seruni Point juga menjadi pesan bahwa pelestarian budaya tidak dapat dipisahkan dari potensi pariwisata," ujar Bupati Probolinggo.

Ditambahkan, Bromo selama ini bukan hanya menawarkan keindahan bentang alam, tetapi juga menyimpan nilai-nilai tradisi, seni, adat istiadat, dan kearifan lokal yang telah hidup berdampingan selama berabad-abad.

Baca Juga:
Libur Sekolah Jadi Berkah, Rental Motor Trail di Malang Laris Manis

Sementara itu, pantauan Ketik.com, Suasana semakin dingin ketika cahaya matahari mulai tenggelam di balik gugusan pegunungan. 

Bagi para pengurus yang baru dilantik, masa bakti 2025–2030 bukan sekadar periode kepengurusan. 

Ketua Dewan Kebudayaan Mahdi kepada Ketik.com mengatakan, Lima tahun ke depan menjadi ruang untuk memperkuat ekosistem kebudayaan, memberi ruang tumbuh bagi para pelaku seni, melestarikan tradisi lokal, hingga memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Probolinggo kepada masyarakat yang lebih luas.

"Pelantikan ini, menjadi penanda dimulainya babak baru perjalanan Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, Di tempat yang selama ini menjadi ikon wisata dunia. Kami akan terus semangat untuk merawat identitas dan kearifan budaya lokal," ujarnya.

Saat matahari akhirnya benar-benar tenggelam dan udara pegunungan semakin dingin, tersisa satu harapan yang menghangatkan suasana, agar kebudayaan Kabupaten Probolinggo terus hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan generasi hari ini maupun masa depan, sebagaimana Bromo yang tak pernah kehilangan pesonanya dari waktu ke waktu. (*)