KETIK, BOJONEGORO – Tradisi wiwit panen padi massal di Dusun Kendal, Desa Sidodadi, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro berlangsung meriah, Sabtu, 20Juni 2026. Selain dihadiri unsur Forkopimcam dan tokoh masyarakat, acara juga dimeriahkan hiburan kesenian Langen Tayub.
Komandan Kodim (Dandim) 0813/Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Di hadapan para petani, ia menyampaikan rasa bahagianya bisa mengikuti panen raya yang mengingatkannya pada masa kecil sebagai anak petani asal Desa Sembung, Kecamatan Kapas.
“Kalau kecil saya juga ikut ke sawah, ngirim konsumsi. Bapak saya petani, jadi kegiatan seperti ini mengingatkan kenangan waktu kecil,” kata Dedy.
Ia mengapresiasi hasil panen petani yang dinilai cukup baik. Menurutnya, harga gabah yang saat ini mencapai Rp 7.200 per kilogram sudah berada di atas harga yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 6.500 per kilogram.
“Kita wajib bersyukur. Hasil panen bagus, harga juga bagus. Petani adalah pahlawan pangan, pahlawan ketahanan pangan. Kalau petani tidak menanam padi, orang kota makan apa?” ujarnya.
Baca Juga:
Anggota Personel Yonif TP 885/Belibis Putih Laksanakan Pembelajaran Ternak Sapi untuk Tingkatkan Wawasan dan KeterampilanDedy berharap para petani terus memanfaatkan perkembangan teknologi pertanian agar produktivitas semakin meningkat. Ia juga optimistis Indonesia dapat terus mempertahankan swasembada beras.
“Harapan saya ke depan, petani Indonesia semakin makmur dan kita tidak perlu lagi impor beras karena kebutuhan sudah tercukupi dari dalam negeri,” katanya.
Kepala Desa Sidodadi, Doni Prastion, mengatakan tradisi wiwit massal telah menjadi agenda rutin masyarakat setempat. Menurutnya, kekompakan dan budaya gotong royong warga masih terjaga dengan baik, terutama di Dusun Kendal.
“Alhamdulillah, harga gabah saat ini stabil di kisaran Rp 7.200 per kilogram setelah dipotong biaya panen. Mudah-mudahan hasil panen tahun ini melimpah dan membawa berkah bagi seluruh petani,” ujar Doni.
Baca Juga:
Doa Bersama, tradisi Gumbregan Menyatukan Sedulur Sikep dalam SyukurSementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bojonegoro sekaligus Wakil Ketua komisi DPRD Bojonegoro, H. Sukur Priyanto, yang hadir bersama anggota DPRD Bojonegoro Sri Wahyuni, meminta masyarakat memahami kondisi keuangan daerah yang saat ini mengalami penurunan dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Menurut Sukur, berkurangnya pembangunan jalan dan infrastruktur bukan karena pemerintah daerah tidak berpihak kepada masyarakat, melainkan akibat turunnya kemampuan fiskal Kabupaten Bojonegoro.
“Kita doakan para pemimpin kita dapat mengambil kebijakan yang terbaik untuk masyarakat sehingga Bojonegoro menjadi daerah yang bahagia, makmur, dan membanggakan,” ujar Sukur.
Panen raya yang digelar Kelompok Tani Sumber Makmur bersama Sub P3A Tirto Mulyo tersebut diakhiri dengan panen bersama dan hiburan Langen Tayub yang disambut antusias warga.(*)