Dakwah Inklusif Umar Faruq di Malang, Hadirkan Pesantren Terbuka bagi Semua

Jurnalis: Illa Khoirur Rohmawati
Editor: Dendy Ganda Kusumah

17 Mar 2026 14:21

Thumbnail Dakwah Inklusif Umar Faruq di Malang, Hadirkan Pesantren Terbuka bagi Semua
Sosok Umar Faruq, berdakwah inklusif bersama Pondok Pesantren Dharma Nawa ( Foto: dok.Ketik.com)

KETIK, MALANG – Di tengah beragamnya masyarakat di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Umar Faruq hadir dengan jalan dakwah yang berbeda. Melalui Pesantren Dharma Nawa yang ia dirikan, pria yang karib disapa Bang Oemar ini menghadirkan ruang belajar terbuka, yang bisa diterima berbagai kalangan.

Pesantren Dharma Nawa, yang berdiri sejak 2013 itu dirancang dengan pendekatan yang menyesuaikan beragamnya kondisi sosial masyarakat sekitar, sehingga lebih mudah diterima oleh berbagai latar belakang. Nama Dharma Nawa dipilih dengan nuansa yang lebih netral, sekaligus merupakan singkatan dari Darur Ruhama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

Pendekatan tersebut tidak lepas dari cara pandang Bang Oemar dalam melihat perbedaan di masyarakat. Baginya, perbedaan bukanlah penghalang dalam berdakwah.

“Perbedaan agama dan kepercayaan itu bukan ancaman, tapi tantangan. Bagaimana kita beradaptasi dengan masyarakat,” katanya.

Baca Juga:
Kota Surabaya dan Malang Diprakirakan Cerah 14 April 2026, Cek Info Cuaca Jawa Timur

Sejalan dengan pandangan tersebut, ia tidak langsung menekankan ibadah dalam berdakwah. Bang Oemar memilih membangun kedekatan lebih dulu melalui sikap dan perilaku.

Di pesantren, Bang Oemar fokus mendidik santri melalui akhlak yang baik dan keteladanan, serta mengajarkan ilmu agama yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga aktif menghadiri undangan dari berbagai kalangan masyarakat, memperluas dampak positif dakwahnya sekaligus membangun hubungan yang harmonis.

Pendekatan itu diterapkan dalam sistem Pesantren Dharma Nawa yang mengusung konsep terbuka, tanpa batas kaku dengan masyarakat sekitar. Menurutnya, model ini membuat perkembangan santri tidak selalu cepat, tetapi dampaknya dapat dirasakan lebih luas.

“Kalau secara kecepatan memang lambat, tapi secara dampak kita banyak ke masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:
Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

Dalam perjalanannya, Bang Oemar tidak lepas dari peran para gurunya, yakni Kiai Muiz dari Bondowoso dan Abina KH Muhammad Ihya Ulumiddin, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Haromain, Pujon, Malang, yang membentuk cara pandangnya dalam berdakwah dan mengajar.

Pengalaman mendampingi masyarakat dari berbagai latar belakang menjadi bagian penting dalam perjalanannya. Baginya, perubahan dari orang-orang yang sebelumnya dianggap bermasalah menjadi hal yang paling berharga.

Selain di lingkungan pesantren, Bang Oemar juga mengajar di Pondok Pesantren At-Taubah yang berada di lapas, serta aktif menjadi relawan di pelosok Jambi, terutama di wilayah Suku Anak Dalam, dengan membimbing masyarakat melalui pendekatan akhlak dan keteladanan.

Dari berbagai pengalaman tersebut, Bang Oemar semakin yakin bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah jika diberikan ruang dan pendampingan yang tepat.

Melalui pesantren yang ia bangun, ia berharap para santri dan binaannya tidak hanya memahami agama, tetapi juga mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

“Harapan saya, mereka bisa jadi orang yang lebih bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya. (*)
 

Baca Sebelumnya

Drama Banjir Jalan Suhat Terus Berlanjut, Pintu Air hingga Sampah Sedimen Jadi Pemicu

Baca Selanjutnya

Euforia Lebaran! Antara rasa Bahagia dan Tekanan Sosial

Tags:

Umar Faruq malang Dharma nawa Ponpes Dharma Nawa Bang Oemar

Berita lainnya oleh Illa Khoirur Rohmawati

Tak Sekadar Teori, Siswa SMKN 4 Malang Hasilkan Produk Bernilai Jual Lewat Proyek Industri

13 April 2026 13:38

Tak Sekadar Teori, Siswa SMKN 4 Malang Hasilkan Produk Bernilai Jual Lewat Proyek Industri

44 Siswa SMAN 3 Malang Lolos SNBP 2026, Masuk UI, UGM hingga PTN Ternama

11 April 2026 09:29

44 Siswa SMAN 3 Malang Lolos SNBP 2026, Masuk UI, UGM hingga PTN Ternama

DPRD Kota Malang Minta Jumat Bersepeda Tak Sekadar Gimmick, Dorong Penggunaan Transportasi Publik

10 April 2026 09:51

DPRD Kota Malang Minta Jumat Bersepeda Tak Sekadar Gimmick, Dorong Penggunaan Transportasi Publik

UB Sulap Limbah Kambing Jadi Pupuk Bernilai Jual di Banyuwangi

9 April 2026 05:20

UB Sulap Limbah Kambing Jadi Pupuk Bernilai Jual di Banyuwangi

Keren! SMKN 4 Malang Sekolah Siswa Terbanyak Se-Malang Raya Diterima PTN Jalur SNBP 2026

8 April 2026 12:46

Keren! SMKN 4 Malang Sekolah Siswa Terbanyak Se-Malang Raya Diterima PTN Jalur SNBP 2026

Keterbatasan Tak Jadi Halangan, Murid SLB Tetap Antusias Ikuti TKA

8 April 2026 12:00

Keterbatasan Tak Jadi Halangan, Murid SLB Tetap Antusias Ikuti TKA

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar