CV Simpati Sebut Bakal Tanggungjawab Proyek Irigasi yang Rusak di Abdya

Editor: T. Rahmat

14 Apr 2025 20:55

Thumbnail CV Simpati Sebut Bakal Tanggungjawab Proyek Irigasi yang Rusak di Abdya
Proyek rehabilitasi irigasi di Jeumpa, Abdya, yang alami kerusakan akibat intensitas hujan tinggi dan banjir. (Foto: Feri for Ketik.co.id)

KETIK, ACEH BARAT DAYA – Proyek rehabilitasi irigasi yang rusak pasca beberapa waktu setelah dikerjakan di Dusun Alue Badeuk, Desa Cot Mane, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh akan segera diperbaiki.

Hal tersebut disampaikan Feri, pengawas lapangan CV Simpati kepada Ketik.co.id pada Senin malam, 14 April 2025 di Blangpidie. Dia menyebutkan bahwa pihaknya pasti akan bertanggungjawab penuh atas insiden itu.

"Ini masih dalam masa pemeliharaan. Pastinya kita akan bertanggungjawab dan memperbaiki kerusakan lantai irigasi tersebut," ujarnya.

Feri menjelaskan, terkait dengan kerusakan lantai irigasi yang dikerjakan pihaknya itu murni disebabkan faktor alam. Sejak beberapa waktu terakhir, daerah tersebut diguyur hujan yang menyebabkan debit air meningkat sehingga menyebabkan banjir.

Baca Juga:
Gowes ke Sekolah, Kapospol Jeumpa Jadi Pembina Upacara dan Inspirasi Siswa

"Hujan lebat. Banjir. Sehingga lantai yang telah direhab sedikit terkelupas dan rusak. Tapi ini akan kita perbaiki, jika cuaca sudah membaik," sebut dia.

Pengawas lapangan CV Simpati itu membenarkan bahwa proyek tersebut bersumber anggaran dari DOKA 2024 dengan nomor kontrak 610/48815914/SPK-PK/SDA-PU dan ditandatangani pada tanggal 25 Juli 2024 dengan nilai anggaran Rp 475 juta lebih.

Sebelumnya Ketik.co.id memberitakan, imbas dari rusaknya hasil proyek irigasi yang hanya beberapa waktu pasca rampung dikerjakan alami kerusakan kini menuai kritik dari warga.

Selain permukaan lantai irigasi terkelupas dan rusak parah, besi lantai yang dicor juga terangkat, sehingga memunculkan dugaan adanya pengerjaan kurang bagus.

Baca Juga:
Bupati Bandung Instruksikan Kecamatan Margahayu Tangani Persoalan Banjir Secara Pentahelix

Padahal, proyek yang telah menelan keuangan negara mencapai ratusan juta rupiah ini diharap diharap dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pertanian yang bergantung pada pasokan air dari irigasi. Namun kini, harapan itu pupus lah sudah.

"Baru beberapa bulan selesai, lantainya sudah hancur. Bagaimana mungkin proyek hampir setengah miliar rupiah hasilnya seperti ini?,” keluh salah satu warga kepada awak media yang tidak ingin namanya disebutkan, Sabtu, 12 April 2025 yang lalu.

Warga tani juga menduga bahwa mutu material yang digunakan dalam proyek tersebut tidak sesuai spesifikasi. Selain itu, proses pengerjaannya pun ditenggarai tidak dilakukan secara profesional dan minim pengawasan.

Bukan tanpa alasan, pengerjaan proyek tersebut diketahui di bawah pengawasan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Abdya. Kini proyek itu pun tidak seperti yang diharapkan masyarakat tani.

“Kalau memang dikerjakan sesuai prosedur, tidak mungkin rusak secepat ini. Kami mendesak pemerintah, khususnya Dinas PUPR dan Inspektorat, segera turun dan periksa proyek ini,” tambahnya.

Warga tani khususnya yang berasal dasi desa setempat juga menyampaikan rasa kecewa atas hasil pembangunan yang terkesan asal jadi. Proyek yang telah lama dielu-elukan ini kenyataannya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

“Kami berharap ada tindak lanjut yang tegas dari pihak-pihak terkait. Ini uang rakyat, dan kami tidak mau terus jadi korban pembangunan yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Proyek irigasi seperti ini sangat vital bagi produktivitas pertanian lokal. Jika rusak sebelum musim tanam, maka dampaknya tidak hanya sebatas pada kerugian material, tapi juga pada hasil panen warga.

Berdasarkan catatan awak media, CV Simpati selaku pelaksana proyek, tercatat beralamat di Jalan Iskandar Muda, Nomor 15, Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Abdya.

Dalam upaya mendapat keselarasan informasi dari pihak terkait, awak media mencoba menghubungi penanggungjawab CV Simpati pada Minggu, 13 April 2025 dan pada Senin, 14 April 2025. Namun hingga kini belum mendapat tanggapan resmi dari penyedia jasa konstruksi maupun Dinas PUPR terkait kondisi proyek tersebut.

Warga masih menunggu respon dari instansi terkait. Mereka berharap agar tidak hanya dilakukan pemeriksaan terhadap hasil pekerjaan, namun juga evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pengawasan proyek-proyek DOKA di daerah. (*)

Baca Sebelumnya

Palembang Dikepung Banjir, Warga Berpakaian ASN Saling Pukul di Genangan Banjir

Baca Selanjutnya

Hak Guru di Raja Ampat Belum Juga Dibayarkan, DPRD Endus Kejanggalan Hingga Dorong Pansus

Tags:

Kecamatan Jeumpa Proyek Irigasi Aceh Barat Daya abdya CV Simpati Irigasi Rusak banjir

Berita lainnya oleh T. Rahmat

Gowes ke Sekolah, Kapospol Jeumpa Jadi Pembina Upacara dan Inspirasi Siswa

13 April 2026 12:33

Gowes ke Sekolah, Kapospol Jeumpa Jadi Pembina Upacara dan Inspirasi Siswa

PP AMPG Gelar Bakti Sosial di Nagan Raya, Salurkan 130 Paket Sembako untuk Warga

6 April 2026 18:43

PP AMPG Gelar Bakti Sosial di Nagan Raya, Salurkan 130 Paket Sembako untuk Warga

Kolaborasi Bupati Safaruddin dan Jamaluddin Idham Dorong Kampung Nelayan Modern Abdya

6 April 2026 08:00

Kolaborasi Bupati Safaruddin dan Jamaluddin Idham Dorong Kampung Nelayan Modern Abdya

Jamaluddin Idham, dari Ketua DPD PDI-I Aceh Kini Jadi Bendahara Umum MPTT-I

3 April 2026 19:13

Jamaluddin Idham, dari Ketua DPD PDI-I Aceh Kini Jadi Bendahara Umum MPTT-I

Dari Pesisir yang Terlupa, Jamaluddin Idham Usul Kampung Nelayan di Aceh Jaya

2 April 2026 14:43

Dari Pesisir yang Terlupa, Jamaluddin Idham Usul Kampung Nelayan di Aceh Jaya

ATR/BPN Serahkan 33 Sertipikat untuk Rumah Ibadah di Sulawesi Tengah

1 April 2026 22:27

ATR/BPN Serahkan 33 Sertipikat untuk Rumah Ibadah di Sulawesi Tengah

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar