KETIK, BLITAR – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan pemerintah melalui sektor perkebunan. Salah satunya lewat penyediaan benih tebu unggul bersertifikat untuk mendukung Program Bongkar Ratoon (BR) di Kabupaten Blitar, Sabtu 16 Mei 2026.

 

Program tersebut dijalankan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Perkebunan bersama CV Lang Buana sebagai bagian dari percepatan swasembada gula nasional.

 

Pengembangan Kebun Benih Dasar (KBD) telah dimulai sejak November 2025 dan kini memasuki masa panen. Benih hasil pengembangan itu nantinya diprioritaskan bagi petani peserta Program Bongkar Ratoon, yakni program peremajaan tanaman tebu lama dengan bibit baru yang lebih produktif.

Baca Juga:
Polres Blitar Ikuti Panen Raya Jagung Serentak, Dukung Swasembada dan Ketahanan Pangan Nasional

 

Direktur CV Lang Buana sekaligus Koordinator Komoditas Tebu Perkumpulan Penangkar Benih Tanaman Perkebunan Indonesia (PPBTPI), Bambang Setyawan, mengatakan keberadaan benih unggul menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas perkebunan tebu rakyat.

 

“Benih yang baik akan sangat menentukan hasil produksi maupun kualitas tebu petani. Karena itu kami memastikan proses pengembangannya dilakukan sesuai standar,” ujarnya.

Baca Juga:
Samanhudi dan Tony Andreas Penuhi Syarat Maju Pemilihan Ketua KONI Kota Blitar

 

Saat ini total luas Kebun Benih Dasar yang dikembangkan mencapai 250 hektare dan tersebar di 54 titik di wilayah Kabupaten Blitar.

 

Untuk menjaga mutu benih, proses sertifikasi dilakukan oleh UPTD Perbenihan Tanaman Perkebunan Provinsi Jawa Timur.

 

Dari total luasan tersebut, varietas AAS AGRIBUN seluas 219 hektare telah mengantongi sertifikasi. Sementara varietas Bululawang seluas 24 hektare juga dinyatakan memenuhi standar sertifikasi. Sedangkan sekitar 6 hektare lainnya masih dalam tahap sertifikasi lanjutan yang ditargetkan selesai bulan depan.

 

Ketersediaan benih itu dinilai mampu memenuhi kebutuhan Program Bongkar Ratoon hingga mencapai 1.500 hektare lahan tebu rakyat.

 

Rencananya, distribusi benih akan dilakukan secara simbolis melalui kegiatan tanam perdana pada 20 Mei 2026 mendatang. Agenda tersebut dijadwalkan dihadiri Bupati Blitar bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Blitar.

 

Varietas AAS AGRIBUN dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan dibanding varietas tebu lama. Selain produktivitas tinggi dan rendemen gula yang lebih optimal, varietas ini juga dikenal lebih tahan terhadap serangan hama maupun penyakit utama tanaman tebu seperti luka api dan virus mosaik.

 

Tak hanya itu, kemampuan pertumbuhan tunas setelah panen dinilai lebih baik sehingga petani tidak perlu terlalu sering melakukan bongkar ratoon. Varietas tersebut juga dinilai adaptif terhadap berbagai karakter lahan di Jawa Timur.

 

Melalui sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, program penyediaan benih unggul ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tebu petani di Blitar sekaligus memperkuat target swasembada gula nasional.