KETIK, PALEMBANG – Kinerja pelabuhan nonpetikemas nasional mengirim sinyal positif di awal 2026. PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas), bagian dari Pelindo Group, mencatat throughput mencapai 12,04 juta ton pada Triwulan I 2026, dengan lonjakan signifikan pada segmen curah cair yang menjadi motor pertumbuhan baru.
Di tengah dinamika distribusi barang dan tekanan rantai pasok, capaian ini menunjukkan ketahanan sektor logistik berbasis pelabuhan nonpetikemas tetap terjaga.
Yang menarik, curah cair tumbuh 16 persen secara tahunan menjadi 3,09 juta ton tak hanya melampaui realisasi tahun lalu, tetapi juga menembus target RKAP hingga 23 persen. Angka ini mengindikasikan meningkatnya mobilitas komoditas strategis, terutama sektor energi dan bahan baku industri.
Sementara itu, curah kering masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi 46 persen atau 5,76 juta ton. Disusul general cargo sebesar 2,92 juta ton dan bag cargo 656 ribu ton yang meski terkoreksi tipis, tetap berada dalam jalur stabil.
Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, menilai tren ini mencerminkan daya tahan operasional perusahaan dalam menjaga arus logistik nasional.
Baca Juga:
Di Usia 86 Tahun, Penjual Kain Keliling Ini Jadi Jamaah Haji Tertua Pacitan“Kinerja Triwulan I ini menunjukkan operasional tetap optimal, dengan penguatan pada curah cair. Kami terus menjaga keseimbangan seluruh lini bisnis melalui peningkatan layanan dan optimalisasi fasilitas,” ujarnya.
Secara geografis, pergerakan curah cair ditopang cabang Teluk Bayur, Pontianak, dan Jambi, sementara curah kering bertumpu pada Tanjung Priok, Panjang, dan Pontianak menegaskan peran pelabuhan sebagai simpul distribusi lintas wilayah.
Lonjakan curah cair dinilai bukan sekadar angka, melainkan indikator menguatnya aktivitas industri nasional, terutama pada distribusi energi dan bahan baku. Di sisi lain, stabilnya segmen lain menunjukkan bahwa logistik domestik masih bergerak dalam kondisi resilien.
Tak hanya fokus pada bisnis, pada periode yang sama PTP Nonpetikemas juga mengambil peran sosial melalui program Mudik Bersama BUMN, dengan memberangkatkan 200 pemudik rute Jakarta-Purwokerto sebagai bagian dari TJSL perusahaan.
Baca Juga:
Bupati Bandung Apresiasi Ansor Bentuk Satgas Penanganan Sampah Berbasis PesantrenSenior Manager Sekretaris Perusahaan, Fiona Sari Utami, menegaskan komitmen perusahaan tidak hanya pada kinerja bisnis, tetapi juga pelayanan dan kontribusi sosial.
“Kami akan terus mengoptimalkan kinerja operasional dan bisnis, sekaligus memastikan peran sosial perusahaan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, PTP Nonpetikemas menyiapkan penguatan melalui digitalisasi layanan, optimalisasi peralatan, dan peningkatan keandalan operasional langkah yang dinilai krusial untuk menjaga efisiensi dan transparansi di tengah meningkatnya tuntutan distribusi nasional.
Dengan tren ini, pelabuhan nonpetikemas tak lagi sekadar pelengkap, melainkan aktor kunci dalam menjaga denyut logistik dan stabilitas ekonomi Indonesia.(*)