KETIK, MALANG – Coban Rondo di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur memang Air Terjun yang mashur di Kabupaten Malang. Menurut legenda, di balik air terjun ini adalah tempat persembunyian janda cantik bernama Dewi Anjarwati. 

Dikutip dari malangkab.go.id, konon sejarah nama Coban Rondo diambil dari kisah Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi yang menikah dengan Raden Baron Kusuma dari Gunung Anjasmoro.

Saat pasangan tersebut akan pergi ke Gunung Anjasmoro, mereka dicegat oleh seorang pria bernama Joko Lelono. Joko Lelono terpikat oleh kecantikan Dewi Anjarwati. Kemudian, Joko Lelono mengajak duel Raden Baron Kusuma. 

Sementara keduanya berduel, Dewi Anjarwati bersembunyi di balik sebuah air terjun. Namun, Raden Baron Kusuma terbunuh dalam duel tersebut. Oleh sebab itu, air terjun ini dinamakan Coban Rondo. Dalam bahasa Jawa, Coban memiliki arti air terjun, sedangkan Rondo adalah janda. 

Coban Rondo menjelma menjadi wisata air terjun yang indah yang memiliki ketinggian sekitar 84 m. Air Terjun ini berada pada ketinggian 1.135 di atas permukaan laut (dpl). Pada musim penghujan debit atau jatuhnya air pada Air Terjun Coban Rondo mencapai hingga 150 liter per-detik, sedangkan pada musim kemarau hanya 90 liter per-detik.

Baca Juga:
Kurban Sapi Bareng PAC, Ketua DPC PKB Kabupaten Malang Umumkan Kantor Baru Senilai Rp3 Miliar Segera Diresmikan

Udara sejuk khas pegunungan ditambah pohon pinus yang rindang membuat coban rondo menjadi tempat yang cocok untuk berlibur bersama keluarga.

Selain air terjun, ada beberapa fasilitas yang bisa dinikmati pengunjung. Seperti camping ground jogging track, penginapan, lintasan sepeda gunung dan wahana permainan anak anak. Untuk masuk ke Coban Rondo, pengunjung dikenakan tiket sebesar Rp 40 ribu pada weekend. Sedangkan, pada weekday harga tiket sebesar Rp 35 ribu. (*)

Baca Juga:
Balekambang Tahes Zumba Beach Terbesar Hadirkan Sensasi Olahraga dengan Gemuruh Ombak