Cintai Sejarah Cilacap Lewat Tulisan, Thomas Sutasman Terima Penghargaan Literasi

Jurnalis: Nani Ekowati
Editor: Fisca Tanjung

30 Okt 2025 12:59

Thumbnail Cintai Sejarah Cilacap Lewat Tulisan, Thomas Sutasman Terima Penghargaan Literasi
Thomas Sutasman, seorang guru dan penulis mendapat penghargaan sebagai penulis sejarah lokal oleh Bupati Cilacap. (Foto: Nani Eko/Ketik.com)

KETIK, CILACAP – Thomas Sutasman sukses menorehkan prestasi di dunia literasi lokal setelah menulis karya tentang sejarah Cilacap. Atas kontribusinya, ia menerima penghargaan sebagai penulis sejarah lokal dari Pemerintah Kabupaten Cilacap. 

Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rachman, pada rangkaian Pameran Literasi Kabupaten Cilacap, 28 Oktober 2025. Pameran tersebut digelar selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Oktober 2025.

Thomas Sutasman menjelaskan, buku-buku yang ia sumbangkan ke Perpustakaan Daerah Cilacap fokus pada sejarah kota ini. Isinya membahas hakikat historis Cilacap serta proses urbanisasinya. 

Tujuan pemberian buku tersebut adalah untuk memperkaya pemahaman warga Cilacap tentang asal-usul mereka, menumbuhkan rasa identitas dan kebanggaan, sekaligus memotivasi masyarakat untuk melestarikan dan memperbaiki lingkungan tempat tinggal mereka.

Baca Juga:
PKBM Annisa Cilacap Gelar TKA Gratis, Ijazah Kesetaraan Bisa untuk Daftar TNI dan Polri hingga Perguruan Tinggi

"Lebih dari 8 buku yang telah disumbangkan yang berkaitan dengan sejarah lokal Cilacap. Saya menulis buku berkaitan dengan dokumentasi sejarah yang ada di Cilacap, sejarah apapun bentuknya baik benar atau salah akan lebih terdokumentasi ketika ditulis, akan lebih mudah menjadi referensi bagi penulis lain untuk menulis lebih baik," kata Thomas saat ditemui Rabu, 29 Oktober 2025.

Foto Thomas Sutasman, seorang penulis, guru SMP dan Sejarawan. (Foto:Nani Eko/Ketik)Thomas Sutasman, seorang penulis, guru SMP dan Sejarawan. (Foto:Nani Eko/Ketik)

Thomas menambahkan, masih banyak aspek sejarah Cilacap yang belum terungkap. Menurutnya, jika sejarah tersebut tidak dituliskan, informasi itu hanya akan menjadi milik pribadi dan tidak bermanfaat bagi orang lain. Dengan dituangkan dalam tulisan, pengetahuan tentang sejarah Cilacap bisa diakses dan dimanfaatkan oleh siapa saja.

"Dengan menulis sejarah Cilacap, diharapkan masyarakat semakin mengenal sejarah lokalnya dan semakin mencintai Cilacap," ujarnya.

Baca Juga:
Wujud Komitmen PDIP Cilacap Peduli, Gelar Pengobatan dan Pemberian Makan Gratis

"Saya sebelum menulis selalu mencari referensi dan buka sumber dari manapun. Dari referensi tersebut akan disatukan untuk menjadikan sebuah buku," lanjutnya.

Thomas menambahkan, lamanya proses penulisan sangat bergantung pada banyaknya referensi yang digunakan. Misalnya, buku Nusakambangan Selayang Pandang membutuhkan waktu hingga delapan bulan untuk diselesaikan, sementara karya lain ada yang rampung dalam dua hingga tiga bulan.

Sebagai penulis sejarah sekaligus guru di SMP Pius Cilacap, Thomas juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Cilacap atas perhatian dan dukungan pemerintah terhadap karyanya.

"Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus sebagai cambuk untuk semakin banyak menulis berkaitan dengan sejarah Cilacap," katanya.

Diketahui, Thomas telah menulis banyak karya sejarah yang dibukukan, di antaranya Jejak-jejak Sejarah Cilacap, seperti Soekardjo Wirjopranoto: Perjuangan dari Kesugihan sampai dengan New York, Melawan Lupa, dan Soedirman Bertumbuh di Cilacap.

Selain itu, ia juga menelurkan buku-buku lain, seperti Pernak-pernik Sejarah Cilacap, Benteng-benteng Pertahanan di Cilacap, Nusakambangan Selayang Pandang, serta Stasiun Kereta Api di Cilacap.

"Ini (buku) yang baru terbit (Stasiun Kereta Api di Cilacap). Nanti saya akan launching saat jadi narasumber di acara Talkshow nanti di Pameran Literasi," pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Polres Sampang Ungkap 8 Anggota Terluka Saat Amankan Demo Forum Aktivis Madura

Baca Selanjutnya

DPO Kasus Pencurian Motor di Banyuglugur Ditangkap Polisi

Tags:

Cilacap Thomas Sutasman literasi penulis sejarah penulis sejarah lokal

Berita lainnya oleh Nani Ekowati

PKBM Annisa Cilacap Gelar TKA Gratis, Ijazah Kesetaraan Bisa untuk Daftar TNI dan Polri hingga Perguruan Tinggi

12 April 2026 22:29

PKBM Annisa Cilacap Gelar TKA Gratis, Ijazah Kesetaraan Bisa untuk Daftar TNI dan Polri hingga Perguruan Tinggi

Incar Kursi Ketua DPRD, 65 Persen Pengurus Golkar Cilacap dari Generasi Muda

11 April 2026 23:56

Incar Kursi Ketua DPRD, 65 Persen Pengurus Golkar Cilacap dari Generasi Muda

Wujud Komitmen PDIP Cilacap Peduli, Gelar Pengobatan dan Pemberian Makan Gratis

11 April 2026 08:49

Wujud Komitmen PDIP Cilacap Peduli, Gelar Pengobatan dan Pemberian Makan Gratis

KPU Usulkan Tambah Jumlah Dapil di Cilacap untuk Pemilu 2029

8 April 2026 20:08

KPU Usulkan Tambah Jumlah Dapil di Cilacap untuk Pemilu 2029

Wakil Ketua DPRD Cilacap Suyatno Desak Pemilik Rita Pasaraya Bertanggung Jawab kepada Korban Kebakaran

4 April 2026 21:22

Wakil Ketua DPRD Cilacap Suyatno Desak Pemilik Rita Pasaraya Bertanggung Jawab kepada Korban Kebakaran

Solusi Pemangkasan Dana Transfer ke Cilacap, Sindy Syakir: Tarik Investor Bukan Menaikkan Pajak Warga

4 April 2026 06:40

Solusi Pemangkasan Dana Transfer ke Cilacap, Sindy Syakir: Tarik Investor Bukan Menaikkan Pajak Warga

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar