Cermin Lintas Generasi: Mengapa Genre Coming-of-Age Tak Pernah Padam Popularitasnya?

Jurnalis: Michelle Gabriela
Editor: Fisca Tanjung

9 Des 2025 04:30

Thumbnail Cermin Lintas Generasi: Mengapa Genre Coming-of-Age Tak Pernah Padam Popularitasnya?
Salah satu adegan dalam film The Perks of Being a Wallflower (2012) yang disutradarai oleh Stephen Chbosky. (Foto: IMDb)

KETIK, JAKARTA Coming-of-age adalah salah satu genre yang popularitasnya tidak pernah padam hingga sekarang.

Genre ini menunjukkan bagaimana cara sebuah karakter menghadapi masalah psikologis dan moral protagonis dari masa anak-anak ke dewasa yang seringkali ditandai dengan kehilangan kepolosan, penemuan diri, cinta atau patah hati pertama dan penerimaan realitas hidup yang lebih kompleks.

Genre coming-of-age (atau Bildungsroman) berakar kuat dalam sastra Jerman abad ke-18 (dengan karya seperti Wilhelm Meister's Apprenticeship) kemudian berkembang luas dalam film Eropa sejak 1950-an hingga Hollywood modern dengan contoh klasik seperti film The Breakfast Club (1985) dan Lady Bird (2017).

Tak hanya dalam industri perfilman, genre ini juga melebar luas ke dunia literatur luar maupun dalam negeri. Contoh literatur populer yang mengangkat genre tersebut adalah Anne of Green Gables – L. M. Montgomery (1908) yang bercerita tentang pertumbuhan emosional dan intelektual Anne Shirley, Laskar Pelangi – Andrea Hirata (2005) yang menceritakan tentang perjalanan pendidikan dan mimpi anak-anak Belitong dan Amba – Laksmi Pamuntjak (2012) yang bercerita tentang coming-of-age perempuan dalam konteks cinta, sejarah, dan pencarian identitas.

Baca Juga:
Weekend Anti Gabut: 6 Film Horror Komedi Indonesia yang Siap Menghibur Kamu

Genre ini pun terus berkembang, coming-of-age dulu lebih berfokus kepada transisi dari anak anak ke dewasa namun sekarang banyak juga genre coming-of-age yang membahas tentang identitas keluarga, trauma, dan persahabatan.

Salah satu alasan genre ini dapat bertahan adalah karena kisah tentang proses bertumbuh selalu relevan bagi setiap generasi. Penonton juga cenderung merasakan kedekatan emosional dengan karakter-karakternya, sebab pengalaman menjadi dewasa merupakan proses universal yang dialami semua orang.

Beberapa pakar film menyebutkan bahwa penonton kerap melihat sebagian diri mereka dalam tokoh-tokohnya. “Bahkan ketika alurnya sederhana, emosi yang dihadirkan tetap kuat dan relevan lintas usia.”

Meskipun banyak diminati, genre ini kerap dinilai memiliki alur yang klise dan karakterisasi yang repetitif. Namun, beberapa tahun terakhir, karya-karya coming-of-age menunjukkan banyak perubahan menjadi lebih realistis, lebih inklusif, dan lebih berani mengangkat isu sosial ringan.

Baca Juga:
Kota Pahlawan Dalam Layar Lebar, Ini Deretan Film Bernuansa Sejarah dan Budaya Surabaya

Selama manusia terus mengalami proses bertumbuh, cerita coming-of-age akan selalu menemukan tempatnya menjadi cermin bagi perjalanan hidup setiap generasi. (*)

Baca Sebelumnya

MPP Kota Kediri Duduki Peringkat Pertama Se-Jawa Versi Google Review

Baca Selanjutnya

Keren! Desa Sumberdem Kabupaten Malang Sabet Juara 1 Desa Wisata Berbasis Alam di WIA 2025

Tags:

Film literatur Coming Of Age Laskar Pelangi Lady Bird Anne of Green Gables Genre Film remaja

Berita lainnya oleh Michelle Gabriela

Jelang Lebaran! Kalaksa BPBD Jatim  Ikut Terbang Lakukan OMC Antisipasi Cuaca Ekstrem

17 Maret 2026 10:32

Jelang Lebaran! Kalaksa BPBD Jatim Ikut Terbang Lakukan OMC Antisipasi Cuaca Ekstrem

Jessie Buckley dan Michael B. Jordan Raih Aktris dan Aktor Terbaik di Oscar 2026

16 Maret 2026 12:25

Jessie Buckley dan Michael B. Jordan Raih Aktris dan Aktor Terbaik di Oscar 2026

Wa Ode Herlina Haru Hadiri Pondok Ramadan Rumah Sakinah, Soroti Nasib Perempuan Rentan

13 Maret 2026 15:00

Wa Ode Herlina Haru Hadiri Pondok Ramadan Rumah Sakinah, Soroti Nasib Perempuan Rentan

Komisi C DPRD Jatim Ditunjuk Bahas Raperda Penyertaan Modal

12 Maret 2026 11:40

Komisi C DPRD Jatim Ditunjuk Bahas Raperda Penyertaan Modal

Penguatan Ekonomi Warga, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah dan Salurkan Bansos di Nganjuk

10 Maret 2026 14:07

Penguatan Ekonomi Warga, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah dan Salurkan Bansos di Nganjuk

Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Terjaga

7 Maret 2026 13:44

Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Terjaga

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar