Cerita Perjalanan Hafidzah Surabaya Farah Fahreza, Gagal Masuk Kampus Impian Jadi Titik Balik

Jurnalis: Syakira Rizki Thalita
Editor: Rahmat Rifadin

15 Mar 2026 02:15

Thumbnail Cerita Perjalanan Hafidzah Surabaya Farah Fahreza, Gagal Masuk Kampus Impian Jadi Titik Balik
Farah Fahreza saat selesai Seminar Hasil di depan gedung Fisipol Unesa (Foto: Dokumentasi Farah Fahreza)

KETIK, SURABAYA – Farah Fahreza adalah sosok mahasiswi yang memiliki dedikasi kuat dalam bidang akademik sekaligus keagamaan. Ia lahir pada 15 Juli 2004 sebagai anak pertama dari dua bersaudara.

Sejak remaja, Farah telah menapaki jalan sebagai penghafal Al-Qur’an hingga berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz.

Perjalanan hidupnya tidak selalu berjalan mulus. Justru dari berbagai ujian yang ia alami, Farah menemukan kekuatan untuk terus bangkit.

Gagal Masuk UINSA

Baca Juga:
MULTITALENTA! Inspirasi dari Alfin Syawaluddin, Mahasiswa Unesa Juara Esai Nasional Hingga Silat Internasional

Sejak awal, Farah sebenarnya memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Ia pun mencoba berbagai jalur seleksi seperti UMPTKIN dan SNMPTN. Namun hasil yang diterima tidak sesuai harapan. Farah dinyatakan tidak lolos di kampus impiannya. Rasa kecewa dan putus asa sempat menyelimuti dirinya.

Di tengah perasaan tersebut, sebuah momen sederhana justru menjadi titik balik dalam hidupnya. Suatu hari setelah memfotokopi beberapa berkas, Farah bersama ibunya berkeliling di sekitar kawasan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), kampus yang lokasinya tidak jauh dari rumah mereka.

Fisip Unesa Jawaban dari Doa-Doa

Saat melintas di depan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Farah sempat berucap ringan, seolah hanya bercanda, membayangkan jika fakultas itu berada di gedung paling depan. "Saat itu, saya sama sekali tidak menyangka bahwa tempat tersebut kelak akan menjadi bagian penting dari perjalanan hidup saya," ceritanya kepada Ketik.com

Baca Juga:
Suko Widodo Terpilih Aklamasi Pimpin ISKI Jatim, Inisiasikan Perda Perilaku Berteknologi Digital

Foto Farah Fahreza (tengah) berfoto bersama Dosen Penguji (Kanan dan Kiri)  Saat Seminar Hasil (Foto : Dokumentasi Farah Fahreza)Farah Fahreza (tengah) berfoto bersama Dosen Penguji (Kanan dan Kiri) Saat Seminar Hasil (Foto : Dokumentasi Farah Fahreza)

Dorongan justru datang dari sang ibu yang menyarankan agar Farah mencoba mendaftar ke Unesa. Meski waktu pendaftaran sudah sangat mepet hanya tersisa dua hari sebelum penutupan Farah memberanikan diri mendaftar dengan memanfaatkan jalur beasiswa tahfidz 30 juz yang ia miliki.

Hingga akhirnya, ketika pengumuman tiba, namanya dinyatakan lolos di Program Studi Sosiologi Universitas Negeri Surabaya. "Itu menjadi sebuah kabar yang menjadi jawaban dari doa dan usaha yang tidak pernah benar-benar berhenti," ucapnya.

Perjalanan Menjadi Hafidzah

Perjalanan tahfidz Farah sendiri penuh dengan lika-liku. Saat menempuh pendidikan di pondok pesantren, ia pernah berada di fase terendah dalam hidupnya. Berawal dari masalah personal, Farah sempat mengalami perundungan dari salah satu temannya. Situasi tersebut semakin berat ketika teman-teman lain ikut terpengaruh sehingga ia merasa dijauhi dan sendirian.

Namun Farah memilih untuk tidak tenggelam dalam kesedihan. Ia memutuskan berdamai dengan keadaan dan kembali fokus pada tujuannya, yaitu menyelesaikan hafalan Al-Qur’an serta melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Bahkan ketika sempat diragukan oleh kyainya mengenai kemampuannya menyelesaikan hafalan, keraguan tersebut justru menjadi bahan bakar semangat bagi Farah. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya mampu.

Hari-harinya pun terasa sangat padat. Farah harus membagi waktu antara sekolah formal dan target hafalan. Baginya, 24 jam terasa tidak pernah cukup. Namun dengan disiplin, konsistensi, serta doa yang tak pernah putus, Farah akhirnya berhasil khatam 30 juz saat duduk di kelas 12. Ia lulus sekolah sekaligus menuntaskan hafalan Al-Qur’an sebuah pencapaian penting yang menjadi tonggak dalam perjalanan hidupnya.

Foto Farah Fahreza Saat  Wisuda Tahfidz 30 Juz (Foto : Dokumentasi Farah Fahreza)Farah Fahreza Saat Wisuda Tahfidz 30 Juz (Foto : Dokumentasi Farah Fahreza)

Di bangku kuliah, Farah kembali membuktikan kualitas akademiknya. Skripsinya yang berjudul “Pola Kepemimpinan Perempuan dalam Pendidikan Islam Studi di Pesantren Tahfidzul Qur’an Mojokerto” mendapat apresiasi dari para penguji. Karya ilmiahnya dinilai jelas, sistematis, dan memiliki analisis yang kuat hingga dijadikan contoh.

Pemilihan topik tersebut bukan tanpa alasan. Farah ingin membalas budi kepada pesantren tempat ia menimba ilmu. Melalui karya akademiknya, ia berharap dapat mengharumkan nama almamater yang telah membentuk perjalanan hidupnya.

Tak berhenti sampai di situ, Farah juga mengikuti program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia. Ia bahkan dinyatakan lolos di dua mitra sekaligus satu di sektor perbankan dan satu dalam program studi independen. Farah akhirnya memilih jalur studi independen yang dapat dijalankan dari rumah dengan sistem pembelajaran berbasis proyek. Pengalaman tersebut semakin memperluas wawasan serta kompetensinya.

Bagi Farah, perjalanan pendidikan yang ia jalani tidak lepas dari usaha, doa orang tua terutama doa sang ibu serta keyakinan untuk terus berikhtiar dan bertawakal. "Saya percaya bahwa setiap kegagalan maupun keberhasilan merupakan bagian dari rencana Allah," ucap Farah.

Apa yang dahulu terasa seperti penolakan ternyata justru membuka jalan menuju kesempatan yang lebih baik. Dalam pandangan Farah, rencana Allah selalu berjalan dengan cara terbaik bagi hamba-Nya, meskipun tidak selalu sesuai dengan rencana manusia.(*)

Baca Sebelumnya

Polres Kendal Gelar Gerakan Pangan Murah di Plantungan untuk Jaga Stabilitas Harga Menjelang Idulfitri 1447 H

Baca Selanjutnya

BKAD Sleman Gelontorkan Rp56 Miliar untuk THR ASN, Perangkat Desa Turut Kecipratan

Tags:

#kisahinspiratif #sarjanamuda profile #Farahfahreza Sarjana

Berita lainnya oleh Syakira Rizki Thalita

Weekend Anti Gabut: 6 Film Horror Komedi Indonesia yang Siap Menghibur Kamu

11 April 2026 04:00

Weekend Anti Gabut: 6 Film Horror Komedi Indonesia yang Siap Menghibur Kamu

Mudik Lebaran Bukan Ajang untuk Pamer Kesuksesan, Ini Pesan Penting bagi Muslim

17 Maret 2026 09:00

Mudik Lebaran Bukan Ajang untuk Pamer Kesuksesan, Ini Pesan Penting bagi Muslim

Cerita Perjalanan Hafidzah Surabaya Farah Fahreza, Gagal Masuk Kampus Impian Jadi Titik Balik

15 Maret 2026 02:15

Cerita Perjalanan Hafidzah Surabaya Farah Fahreza, Gagal Masuk Kampus Impian Jadi Titik Balik

Hidup Terasa Cepat Berlalu Tapi Tak Ada Perubahan? Ini Penjelasan Ustadz Abdurrahman Zahier

14 Maret 2026 02:00

Hidup Terasa Cepat Berlalu Tapi Tak Ada Perubahan? Ini Penjelasan Ustadz Abdurrahman Zahier

Dompet Gak Bakal Boncos! Tips Kelola THR dan Biaya Mudik ala Dokter Tirta

12 Maret 2026 16:00

Dompet Gak Bakal Boncos! Tips Kelola THR dan Biaya Mudik ala Dokter Tirta

Tak Bisa I’tikaf di 10 Hari Terakhir Ramadan? Ini Nasihat Menenangkan Ustaz Oemar Mita Syameela

11 Maret 2026 18:32

Tak Bisa I’tikaf di 10 Hari Terakhir Ramadan? Ini Nasihat Menenangkan Ustaz Oemar Mita Syameela

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda