Cerita Mahasiswa Gambia Jalani Ramadan di Indonesia, Soroti Perbedaan Tarawih

Jurnalis: Kahila
Editor: Fisca Tanjung

25 Feb 2026 15:49

Thumbnail Cerita Mahasiswa Gambia Jalani Ramadan di Indonesia, Soroti Perbedaan Tarawih
Mahasiswa asal Gambia di Indonesia merayakan Idul Fitri bersama di Malang pada 2025. (Foto: Benteh for Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Ramadan menjadi momen istimewa dan paling ditunggu bagi umat Muslim seluruh dunia, termasuk bagi Momodou Benteh Jallow, mahasiswa asal Gambia yang saat ini menempuh program Sarjana Manajemen di UIN Sunan Ampel Surabaya, Indonesia.

Benteh, sapaan akrabnya, menganggap bulan Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperkuat kekeluargaan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.

Di Gambia, Ramadan dikenal sebagai bulan yang sangat spiritual dan berbasis komunitas. Masjid hampir tak pernah sepi, apalagi di malam hari.

Aktivitas ibadah, puasa, serta bersedekah menjadi bagian penting dalam keseharian masyarakat. Keluarga pun lebih sering menghabiskan waktu bersama, entah itu saat sahur maupun berbuka puasa.

Baca Juga:
UINSA Buka Pendaftaran Jalur UM-PTKIN 2026, Ini Jadwal dan Persyaratannya

Benteh mengatakan, salah satu tradisi yang paling menonjol adalah kebiasaan berbuka bersama keluarga dan berbagi makanan dengan tetangga. Selain itu, Masyarakat rutin pergi ke masjid setiap malam untuk melaksanakan salat tarawih.

Ia juga menambahkan rasa saling menghormati dan persatuan sangat dirasakan selama bulan Ramadan di negaranya.

"Respect and unity are very strong during Ramadan in my country Gambia (Rasa saling menghormati dan persatuan sangat kuat selama bulan Ramadan di negara saya)," ujar salah satu penerima beasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Dari sisi kuliner, menu sahur di Gambia juga cukup beragam, mulai dari roti, bubur, nasi, kacang-kacangan, hingga daging sapi. Lalu, seperti sunah nabi, saat berbuka puasa, Benteh dan keluarganya memulai dengan kurma dan air kemudian dilanjutkan dengan hidangan utama seperti, nasi, sup, ikan, daging, serta berbagai makanan khas tradisional.

Baca Juga:
13 Profesor Bersaing Rebut Kursi Rektor UINSA! 4 di Antaranya Perempuan

We also drink juices like baobab juice or wonjo (kami juga minum jus, seperti jus baobab atau jus wonjo),” tambahnya.

Menurut Benteh, keunikan Ramadan di Gambia terletak pada kuatnya rasa kebersamaan. Budaya berbagi tetap dilakukan, bahkan dari hal kecil yang mereka miliki. Masjid selalu dipenuhi jamaah, dan masyarakat berlomba-lomba menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih peduli terhadap sesama di bulan suci ini.

Meski berasal dari latar budaya yang berbeda, ia mengaku tidak melihat banyak perbedaan antara Ramadan di negaranya dengan Indonesia. Mahasiswa yang juga pernah menerima beasiswa dari pemerintah Rusia ini menilai masyarakat Indonesia religius dan aktif beribadah. Sebagai Muslim, hal tersebut membuatnya merasa nyaman menjalankan ibadah puasa di Indonesia.

Meski begitu, ia menyoroti perbedaan yang cukup terasa, yakni durasi salat tarawih yang jauh lebih cepat di Indonesia. Sedangkan di Gambia cenderung lebih panjang, bahkan bisa sampai 3 jam lamanya.

Taraweeh prayers in Gambia are longer, sometimes up to three hours and fasting usually ends around 7:30 PM (tarawih di Gambia lebih lama, bahkan bisa sampai 3 jam dan waktu berbuka biasanya sekitar pukul 19.30),” katanya.

Tinggal jauh dari kampung halaman membuat Benteh merindukan momen berbuka puasa bersama keluarga serta makanan tradisional khas negaranya. Ia juga mengaku merindukan salat tarawih yang panjang di Gambia.

I also miss the long taraweeh prayers (aku juga merindukan salat tarawihnya yang lama), ujarnya sambil bercanda.

Bagi Benteh, Ramadan di Gambia memiliki makna mendalam, yaitu persatuan, kedermawanan, dan keimanan. Ramadan menjadi momen yang menyatukan masyarakat sekaligus menjadi pengingat untuk lebih peduli satu sama lain.

Ia merasa bangga dengan cara negaranya merayakan Ramadan melalui semangat kebersamaan yang kuat. (*)

Baca Sebelumnya

Catat! Lokasi Penukaran Uang Baru 2026 di Surabaya dan Jatim, Jadwal dan Cara Daftar Online

Baca Selanjutnya

Polemik Tempat Biliar Beroperasi di Bulan Puasa, Ini Kata Ketua KONI Cilacap

Tags:

Gambia ramadan Momodou Benteh Jallow Uinsa Republik Gambia afrika

Berita lainnya oleh Kahila

Di Balik Tuntutan ‘Harus Kuat’, Mengenal Toxic Masculinity dalam Kehidupan Sehari-hari

15 April 2026 04:00

Di Balik Tuntutan ‘Harus Kuat’, Mengenal Toxic Masculinity dalam Kehidupan Sehari-hari

Lagu Galau sebagai Pelepas Emosi dan Dampak Tersembunyi bagi Kesehatan Mental

14 April 2026 00:15

Lagu Galau sebagai Pelepas Emosi dan Dampak Tersembunyi bagi Kesehatan Mental

Merasa Stuck di Usia 20-an? Ini Penjelasan tentang Quarter Life Crisis

10 April 2026 02:01

Merasa Stuck di Usia 20-an? Ini Penjelasan tentang Quarter Life Crisis

Sering Dianggap Terapi Murah, Benarkah Bernyanyi Bisa Buang Stres?

8 April 2026 08:00

Sering Dianggap Terapi Murah, Benarkah Bernyanyi Bisa Buang Stres?

10 Film Favorit Penonton di Letterboxd yang Wajib Masuk Daftar Tontonanmu

1 April 2026 02:10

10 Film Favorit Penonton di Letterboxd yang Wajib Masuk Daftar Tontonanmu

Pertanian Jadi Pilar Ekonomi Nganjuk, Bappeda Jatim Dorong Penguatan Sektor Agraris

14 Maret 2026 17:43

Pertanian Jadi Pilar Ekonomi Nganjuk, Bappeda Jatim Dorong Penguatan Sektor Agraris

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar