KETIK, KEDIRI – Pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Sendang Tirta Kamandanu Desa Menang Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri, Sabtu 7 November 2026 malam berlangsung meriah.
Pertunjukan seni tradisional warisan budaya Indonesia itu mengambil lakon Wahyu Senopati dengan dalang Eko Kondho Prisidianto.
Dibuka oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, M Hadi Setiawan, pertunjukan wayang kulit yang sarat akan nilai filosofis dan pendidikan karakter tersebut tak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat.
Melainkan sebagai upaya melestarikan budaya bangsa yang telah mendapatkan pengakuan dunia.
"Ini sebuah ikhtiar bersama dalam nguri-uri budaya yang kini telah mendapatkan pengakuan dunia internasional melalui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda," kata Cak Hadi, sapaan akrab M Hadi Setiawan.
Baca Juga:
Mbak Wali Apresiasi Film Piye To Kih? Hadirkan Hiburan, Angkat Kreator Lokal Kediri ke Panggung Layar LebarSelain menikmati tontonan, dalam kesempatan itu Cak Hadi juga mengajak masyarakat bersama-sama mengambil pesan moral yang terselip dalam lakon Wahyu Senopati. Kisah tersebut juga menyimpan pesan tentang amanah, keteguhan sikap dan tanggung jawab seorang pemimpin.
Nilai-nilai itu, lanjut Cak Hadi dinilai tetap relevan sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat maupun penyelenggaraan pemerintahan.
Menurutnya kepemimpinan bukan semata-mata tentang jabatan, namun kesediaan menerima amanah dan mempertanggungjawabkan setiap keputusan kepada masyarakat.
"Mugi-mugi pagelaran wayang ini bisa menjadi sebuah ajaran bagi kita, yang mestinya kita sebagai pemimpin, sebagai anak bangsa dan sebagai warga negara yang baik harus bisa menempatkan diri, harus bisa bersikap jejeg lan jumejeg," imbuhnya.
Baca Juga:
Resmi Jadi Embarkasi dan Debarkasi Haji Reguler 2027, Dhoho Kediri Bakal Layani 9.641 JemaahDalam kegiatan pertunjukan wayang kulit di Kediri yang merupakan buah sinergi pemerintah provinsi bersama legislatif Jatim, Cak Hadi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur.
Peran seluruh pihak diperlukan agar seni tersebut terus eksis dan berkembang ditengah masyarakat.
"Kami berupaya untuk terus memajukan, memgembangkan, serta melestarikan kebudayaan daerah agar terus hidup ditengah masyarakat. Karena melestarikan budaya merupakan tanggung jawab kita semua," pungkasnya. (*)