KETIK, SURABAYA – Ramadhan selalu punya sisi khasnya. Dari waktu sahur sampai waktu berbuka selalu punya kisah unik untuk diulik dan diceritakan. Ide tentang es dawet, gorengan, sirup, kolak, dll. Biasanya menghiasi waktu berbuka, sehingga momen mengakhiri puasa saat senja terasa mewah.
Benarkah ada mitos bahwa “haram” berbuka di transportasi umum, khususnya Trans Jatim?
Melansir dari laman instagram Trans Jatim @officialtransjatim beberapa tips bisa dilakukan untuk berbuka di bus milik Trans Jatim agar tidak “haram”. Beginilah tips-tipsnya:
Pertama, pilih makanan yang ringan dan praktis. Utamakan kurma, biskuit, wafer, atau roti kering/basah supaya mudah dimakan tanpa berantakan di dalam bus.
Kedua, hindari makanan yang berbau tajam. Hargai sesama penumpang. Hindari makanan dengan aroma menyengat agar aroma dalam bus tetap segar dan nyaman.
Ketiga, berbuka secukupnya. Cukup air minum dan camilan ringan untuk membatalkan puasa. Makan besar sebaiknya dilanjut setelah sampai di tujuan.
Keempat, utamakan keselamatan. Makan dan minum dengan tenang saat bus dalam posisi stabil. Tetap berhati-hati dan waspada dalam menjaga barang bawaan.
Semua tips tersebut bertujuan agar sesama penumpang tetap merasa aman dan nyaman, tidak ada intervensi dan gangguan yang melibatkan agama.
Namun, perlu diingat, bahwa tips-tips tersebut hanya berlaku saat Ramadhan berlangsung saja. Di hari-hari biasa tetap tidak diperbolehkan mengonsumsi makanan karena khawatir bisa mengganggu kenyamanan penumpang lain.
Akun @ ardiansyahputra*** mengomentari postingan akun instagram Trans Jatim bahwa memang di hari biasa tidak diperbolehkan mengonsumsi makanan, menurutnya, keputusan untuk melonggarkan aturan saat Ramadhan adalah keputusan yang bijak. “Nah sebaiknya begini khusus di bulan ramadhan saja. yg penting tetep jaga kebersihan,” tulis akun tersebut. (*)
