KETIK, MALANG – Bus Halokes, yang selama ini beroperasi mengantar dan menjemput pelajar di Kota Malang, bakal digantikan dengan model Angkot Pelajar Gratis. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang pun menyiapkan pengembalian aset.
Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana menjelaskan bahwa armada Bus Halokes merupakan aset milik Pemerintah Kota Malang. Penyerahan aset tersebut selaras dengan rencana Pemkot Malang dalam menjalankan program angkot pelajar yang akan segera beroperasi.
Suwarjana menjelaskan apabila tidak lagi difungsikan, Bus Halokes diserahkan kepada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Koordinasi pun akan segera dilakukan.
"Pasti nanti ada penanganan. Kami koordinasi, itu kan asetnya Pemerintah Kota Malang ya, nanti dengan bagian bidang asetnya yang ada di BKAD. Mau dikemanakan ya kalau memang sudah enggak (digunakan) akan kami kembalikan," ujarnya, Jumat 3 Juli 2026.
Jana memastikan bahwa hingga kini Bus Halokes masih beroperasi. Motif dan tulisan Bus Halokes di benerapa armada sempat terlihag terhapus. Namun hal tersebut hanyalah upaya renovasi demi kenyamanan para siswa.
Baca Juga:
Diduga Gelapkan Kas Masjid Rp550 Juta untuk Modal Usaha Travel Umroh, Eks Bendahara di Malang Dipolisikan"Tulisannya kan sudah tidak sesuai dengan kenyamanan teman-teman, kaitannya dengan cat. Kemarin pengecatan aja," tuturnya.
Nantinya, Bus Halokes akan diganti dengan armada angkot yang telah dipastikan kelayakannya. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra menjamin keamanan siswa.
Angkot Pelajar akan dilengkapi sistem pemantauan digital di setiap armada. Melalui sistem tersebut pergerakan armada dapat dipantau secara real time mulai dari jarak tempuh, waktu operasional, hingga jumlah siswa yang diangkut.
"Ini adalah upaya kami untuk memastikan layanan angkutan pelajar berjalan optimal dan tepat sasaran. Setiap armada yang bekerja sama wajib dilengkapi dengan alat pemantau agar setiap pergerakan dapat terlacak dengan akurat," ujar Jaya.
Baca Juga:
Dosen UIN Malang Bekali Ilmu Penulisan Cerpen Kepada OSIM MTs Islamiyah Wongsorejo BanyuwangiNantinya terdapat aplikasi khusus yang dibuat oleh koperasi angkot untuk sistem pemantauan. Transparansi jarak yang ditempuh pengemudi pun dapat terlihat sebagai dasar pemberian subsidi oleh Dishub Kota Malang.
"Termasuk nanti ada laporannya, berapa kendaraan, berapa pelajar yang diangkut, dan sebagainya. Karena kan kami membeli (jasa) per kilometernya," pungkasnya.