KETIK, SIDOARJO – Jalan Raya Porong lumpuh. Penurunan permukaan tanah (subsidence) mengakibatkan jalan poros Surabaya--Malang itu terendam air setinggi sekitar 1 meter. Senin hingga Selasa (15-16 Juni 2025), lalu lintas harus dialihkan ke Jalan Arteri Baru. Bupati Sidoarjo Subandi telah berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
Hingga Selasa siang, banjir masih menggenang. Panjang jalan yang kebanjiran mencapai sekitar 1,5 kilometer. Tinggi air rata-rata sekitar 80 sampai 100 sentimeter. Banyak kendaraan yang harus balik arah. Namun, ada yang telanjur terjebak di tengah banjir. Belum dievakuasi hingga Selasa. Muatannya berat. Pasir.
Bupati Sidoarjo Subandi turun ke lokasi bersama Kapolresta Sidoarjo Kombespol Christian Tobing serta Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Dedyk Wahyu Widodo. Ketiganya naik perahu karet. Menyusuri genangan air yang hampir setinggi perut orang dewasa.
”Jalan ini memang sedang ada penurunan. Ditambah hujan lebat, sungai meluap, dan rob, akhirnya air meluap ke jalan,” ungkap Bupati Subandi setelah turun dari perahu karet.
Baca Juga:
Bupati Subandi Terima Opini WTP dari BPK Perwakilan Jatim untuk LKPD Pemkab Sidoarjo 2025Melihat kondisi tersebut, Bupati Subandi segera berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim. Dia mengusulkan peninggian jalan sebagai langkah antisipasi jangka panjang.
”Mudah-mudahan nanti airnya turun dan tidak ada hujan lagi,” katanya.
Untuk sementara waktu, jalur utama ditutup Jalan Raya Porong ditutup total. Namun, Bupati Subandi memastikan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan. Sebab, masih tersedia jalur alternatif di Jalan Arteri Baru.
Baca Juga:
Selamat Idul Adha, Bupati Subandi Pastikan Sapi dari Presiden Prabowo untuk Warga Kecamatan JabonSeorang sopir mengaku terjebak banjir sekitar pukul 23.00 Senin malam. Dia mengira tinggi air cuma setengah ban. Namun, sampai di dekat bekas jembatan tol atau tol buntung Porong, air semakin tinggi. Tidak bisa balik lagi.
Ada tiga kendaraan yang terjebak. Satu mobil sedan dan dua truk pengangkut pasir. Nazar, pengemudi sedan, mengaku tidak mengira air begitu tinggi. Itu pun naiknya cepat hingga melewati kaca mobilnya.
”Air masuk dan mobil langsung mati,” ujar Nazar. (*)