KETIK, SITUBONDO – Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Situbondo menyusun kurikulum baru yang berorientasi pada penguatan human investment atau investasi sumber daya manusia sejak usia dini. Gagasan tersebut disampaikan saat penyerahan 25 surat keputusan (SK) kepala sekolah, Jumat, 3 Juli 2026.

Melalui kurikulum tersebut, Pemerintah Kabupaten Situbondo ingin membentuk karakter, kemandirian, dan keterampilan hidup peserta didik melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

"Pendidikan tidak hanya tentang teori di dalam kelas. Tapi, merancang kurikulum yang mencakup pekerjaan rumah sederhana bagi anak-anak, seperti menyetrika, mengepel, mencuci baju, hingga membersihkan halaman," kata Mas Rio, sapaan akrab Bupati Situbondo.

Menurut Mas Rio, aktivitas rumah tangga sederhana akan dimasukkan sebagai bagian dari proses pembelajaran agar anak-anak terbiasa mandiri sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan keluarga. Ia menilai kebiasaan tersebut sejalan dengan berbagai hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kemandirian menjadi salah satu faktor penting penentu kesuksesan seseorang di masa depan.

Tak hanya itu, kurikulum baru tersebut juga akan dipadukan dengan permainan tradisional sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik. "Kurikulum ini rencananya akan mulai disosialisasikan dan dideklarasikan pada bulan Agustus mendatang," ujar Mas Rio.

Baca Juga:
Resmi Dilantik! Bupati Situbondo Minta 68 ASN Jaga Integritas dan Tingkatkan Kinerja

Mas Rio juga meminta para guru di Situbondo mendukung penerapan konsep tersebut dengan terus meningkatkan kompetensi. Menurutnya, tenaga pendidik harus rajin membaca, terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta tidak bersikap eksklusif dalam menilai kemampuan peserta didik.

"Kita harus menghargai keberagaman bakat anak. Jangan hanya menilai anak dari kemampuan akademiknya saja, karena anak banyak yang memiliki bakat di bidang lain, seperti bermain gitar atau seni, harus diapresiasi. Setiap anak memiliki keunikannya masing-masing," tambah Mas Rio.

Ia menegaskan, pendekatan human investment yang tengah disiapkan Dispendikbud Situbondo bertujuan melahirkan generasi yang unggul, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan karakter yang kuat.

"Kecerdasan intelektual, oke. Tapi, ketrampilan secara praktis yang berkarakter juga harus dipertimbangkan. Karena karakter anak-anak berbeda-beda satu sama lainnya," pungkas Mas Rio. (*)

Baca Juga:
Bupati Situbondo Dukung Kegiatan Haul Masyayikh Se-Nusantara Ittisholana