KETIK, SITUBONDO – Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Haul Masyayikh se-Nusantara Ittisholana (Ittihad Sholawat Nariyah) yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2026 mendatang di Alun-Alun Situbondo.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo yang juga dipercaya sebagai Ketua Panitia pelaksanaan Haul Masyayikh se-Nusantara.

“Kegiatan ini diperkirakan akan dihadiri ratusan ribu jamaah dari berbagai daerah se-Indonesia. Kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang silaturahmi para ulama dan santri, tapi juga momentum untuk mendoakan keselamatan bangsa dan memperkuat hubungan spiritual antara masyarakat dengan para masyayikh yang telah berjasa dalam perjalanan sejarah Indonesia,” kata Mas Rio, panggilan akrab Bupati Situbondo, Kamis 2 Juli 2026.

Ribuan jamaah, lanjut Mas Rio, diprediksi memadati kawasan Alun-Alun Situbondo untuk mengikuti rangkaian pengajian, pembacaan sholawat, serta doa bersama yang akan dihadiri para kiai sepuh dan ulama kharismatik dari berbagai daerah di Nusantara.

“Untuk mengantisipasi membludaknya jamaah, Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo melalui Dinas Perhubungan dan Kepolisian telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan,” jelasnya.

Baca Juga:
Jangan Diam! Bupati Situbondo Minta Warga Manfaatkan Layanan Darurat 110 untuk Berantas Kriminalitas

Selain itu, kata Mas Rio, sejumlah kantong parkir juga telah dipetakan di titik-titik strategis agar memudahkan akses jamaah yang datang menggunakan kendaraan pribadi maupun rombongan bus dari luar daerah.

Dalam kesempatan itu, Mas Rio mengajak seluruh aparatur pemerintah untuk mendukung pelaksanaan haul, baik secara institusional maupun secara pribadi.

“Kegiatan keagamaan yang bertujuan mendoakan para ulama dan bangsa Indonesia merupakan bentuk penghormatan kepada para masyayikh yang selama ini memiliki peran besar dalam perjalanan bangsa ini,” katanya.

Bangsa Indonesia, sambung Mas Rio, dalam perjalanan sejarahnya tidak pernah lepas dari peran para masyayikh. “Saya meminta instansi pemerintah dan masyarakat umum untuk ikut menyemarakkan kegiatan tersebut, termasuk melalui pemasangan banner dukungan maupun partisipasi lainnya sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu dan ulama yang hadir di Kabupaten Situbondo,” ujar Mas Rio.

Baca Juga:
Bupati Situbondo Minta 1.142 Mahasiswa KKN Jadi Mesin Penggerak Perubahan Pembangunan di Desa

Mas Rio menegaskan seluruh perangkat pendukung kegiatan ini telah bergerak sesuai tugas masing-masing, mulai dari rekayasa lalu lintas, pemanfaatan kawasan alun-alun, hingga koordinasi dengan aparat keamanan.

“Pemerintah daerah juga telah menjalin koordinasi dengan jajaran kepolisian serta pihak pengelola hotel dan penginapan di Situbondo untuk melayani kedatangan tamu dari luar daerah,” kata Mas Rio.

Menurut Mas Rio, sejumlah penginapan telah dipesan untuk menampung para tamu dan kiai yang hadir dalam kegiatan tersebut. Sedangkan, pembiayaan akomodasi dilakukan secara gotong royong melalui kontribusi panitia dan para jamaah.

"Kalau ada masyarakat yang ingin menyumbang tentu dipersilakan. Karena kegiatan ini dibangun dengan semangat gotong royong, para kiai menyumbang, jamaah menyumbang, dan semuanya ikut berpartisipasi melalui rekening Ittisholana," tutur Mas Rio.

Tak hanya itu yang disampaikan Mas Rio, tapi dia mengatakan bahwa kegiatan Ittisholana tidak mendapat dukung anggaran dari pemkab. “Haul Masyayikh se-Nusantara ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang doa bersama, tetapi juga memperkuat identitas Situbondo sebagai daerah yang dikenal dengan tradisi pesantren dan kehidupan keagamaan yang kuat,” pungkas Bupati Situbondo. (*)