KETIK, BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna menyiapkan integrasi pengelolaan sampah berbasis Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai upaya memperkuat pengelolaan sampah dari tingkat desa.

Langkah tersebut disampaikan usai meresmikan TPS3R Tegalluar Lestari di Kampung Sapan, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Jumat (7/8/2026).

Menurut bupati yang akrab disapa Kang DS, keberadaan TPS3R harus diikuti dengan sistem pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat sejak dari sumbernya.

"Kita akan menggerakkan Koperasi Desa Merah Putih di setiap desa dan Koperasi Kelurahan Merah Putih untuk mendukung pemilahan dan pengelolaan sampah," ujarnya.

KDS mengatakan Kabupaten Bandung saat ini memiliki 172 TPS3R. Seluruh fasilitas tersebut tengah diinventarisasi, termasuk kebutuhan mesin motah agar kapasitas pengolahan sampah terus meningkat.

Baca Juga:
Bupati KDS Manfaatkan Musim Kemarau Percepat Penanganan Sedimentasi Sungai

"Yang belum memiliki mesin motah akan kita lengkapi. Kalau seluruh TPS3R sudah dilengkapi, minimal mampu mengolah sekitar 600 ton sampah per hari," katanya.

Ia menjelaskan penguatan TPS3R menjadi bagian dari strategi Pemkab Bandung menghadapi peningkatan volume sampah seiring pertumbuhan penduduk yang terus bertambah.

Karena itu, pemerintah daerah juga terus mendorong masyarakat membiasakan memilah sampah organik, anorganik, dan sampah bernilai ekonomis sejak dari rumah.

Menurut KDS, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat.

Baca Juga:
Bupati KDS Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian, Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Terima Santunan

"Urusan sampah bukan hanya urusan pemerintah. Ini tanggung jawab kita bersama. Kalau masyarakat sudah terbiasa memilah sampah dari rumah, beban pengelolaan akan jauh lebih ringan," katanya.

Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, pemerintah desa, hingga pengurus RT dan RW terus memperkuat edukasi agar budaya memilah dan mengolah sampah semakin berkembang di tengah masyarakat.(*)