KETIK, BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna mengingatkan para orang tua agar tidak menyerahkan sepenuhnya pendidikan karakter anak kepada telepon genggam dan media sosial. Di tengah maraknya kasus kenakalan remaja, perkelahian hingga aksi begal yang melibatkan anak di bawah umur, keluarga dinilai menjadi benteng pertama dalam membentuk karakter generasi muda.

"Periksalah isi HP anak-anak kita. Kalau sudah masuk waktu Magrib, ambil HP-nya dan ajak mereka Magrib Mengaji," ujar Dadang Supriatna saat menghadiri Silaturahmi dan Tabligh Akbar Penggalangan Dana Pembangunan Gedung Dakwah Persis Kabupaten Bandung di Masjid Al-Fathu, Soreang, Sabtu (18/7/2026).

Menurut Bupati yang akrab disapa KDS itu, berbagai kasus yang melibatkan remaja dalam beberapa waktu terakhir menjadi alarm bagi seluruh orang tua untuk lebih aktif mendampingi anak, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun saat menggunakan media sosial.

Ia menegaskan pendidikan karakter tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada sekolah. Peran keluarga, khususnya seorang ibu, menjadi fondasi utama dalam membentuk akhlak dan kepribadian anak.

"Saya bisa menjadi Bupati dua periode karena berkah dan doa seorang ibu. Maka muliakan ibu dan hormati ibu. Ibu adalah guru pertama bagi anak-anak kita," katanya.

Baca Juga:
Bupati KDS Dorong Kemendes Perkuat Sosialisasi Koperasi Merah Putih ke Seluruh Desa

Pada kesempatan tersebut, Ketua DPD Persatuan Islam (Persis) Kabupaten Bandung, Hasyim Suryadi, menyatakan dukungan terhadap berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Bandung.

"Warga Persis Kabupaten Bandung mendukung penuh Bapak Dadang Supriatna dan mendukung seluruh program kerja yang berpihak kepada rakyat," ujar Hasyim di hadapan sekitar 3.000 warga Persis.

Hasyim juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam mendukung pembangunan Gedung Dakwah Persis di Kecamatan Pameungpeuk yang diproyeksikan menelan anggaran sekitar Rp16 miliar.

Menurutnya, dukungan Pemkab Bandung telah diberikan secara bertahap, mulai dari bantuan dana sebesar Rp250 juta, bantuan material bangunan berupa hebel, hingga bantuan lanjutan untuk mempercepat pembangunan gedung dakwah tersebut.

Baca Juga:
Bupati KDS Pastikan Penataan OPD Berdasarkan Kebutuhan, Bukan Sekadar Tambah Struktur

KDS berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bandung dengan organisasi keagamaan terus diperkuat, tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam membangun karakter generasi muda yang religius, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.(*)