Bupati Bondowoso Dorong Ekoteologi Masuk Arah Pembangunan 2045

Jurnalis: Haryono
Editor: Rahmat Rifadin

11 Feb 2026 17:10

Thumbnail Bupati Bondowoso Dorong Ekoteologi Masuk Arah Pembangunan 2045
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid saat menjadi narasumber dalam acara Rembug Nasional Alumni Pascasarjana UIN KHAS Jember pada Rabu (11/02/26) Foto: Haryono/Ketik.com

KETIK, BONDOWOSO – Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa krisis lingkungan yang terjadi saat ini berakar dari krisis spiritual manusia. Karena itu, ia mendorong revitalisasi ekoteologi sebagai fondasi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan dalam Rembug Nasional Alumni Pascasarjana UIN KHAS Jember, Rabu (11/02/26). Acara tersebut dihadiri Rektor UIN KHAS Jember Prof. Dr. Hepni, Warek II Ainur Rofik, Kabiro AUPK Nawawi, Wakil Ketua PBNU Amin Said Husni.

Serta Direktur Pascasarjana Prof. Mashudi, Wadir H. Saihan, Anggota DPRD Jatim Zeiniye dan Hadinuddin, Kacabdin Kehutanan Wilayah Jember, Kepala Kemenag Bondowoso dan Jember, serta para alumni Pascasarjana.

Dalam paparan bertajuk “Revitalisasi Ekoteologi: Mengintegrasikan Spiritualitas dalam Kebijakan Publik”, Bupati Hamid menekankan bahwa berbagai bencana alam tidak bisa dipahami semata sebagai fenomena meteorologis.

Baca Juga:
Banjir Wonoboyo Jadi Alarm, Pemkab Bondowoso Bangun Sistem Penanganan Bencana Terintegrasi

“Bencana alam bukan semata fenomena meteorologis, melainkan akibat manusia yang melupakan perannya di bumi. Ketika spiritualitas terpisah dari perilaku, alam menjadi korban,” ujarnya.

Menurutnya, paradigma pembangunan modern masih terlalu fokus pada pertumbuhan fisik dan ekonomi tanpa mempertimbangkan prinsip mizan atau keseimbangan.

Pengabaian prinsip tersebut berdampak luas, mulai dari ancaman ketahanan pangan hingga menurunnya kualitas lingkungan hidup.

Dampak Iklim Sudah Terasa

Baca Juga:
Terobosan Akademik UIN KHAS Jember, Praktisi Hukum Kini Bisa Raih Sarjana lewat Jalur RPL

Bupati Hamid mengungkapkan bahwa dampak perubahan iklim telah dirasakan langsung di Bondowoso. Ketidakpastian masa tanam pertanian serta penurunan debit dan kualitas air bersih menjadi persoalan nyata di tengah masyarakat.

Kondisi ini dinilai sebagai tanda terganggunya harmoni antara manusia dan alam. Ia menegaskan bahwa alam harus dipandang sebagai Al-Amanah atau titipan Tuhan, bukan sekadar sumber daya ekonomi untuk dieksploitasi.

“Alam adalah bagian dari ayat-ayat Tuhan yang tersirat di semesta, setara dengan ayat-ayat yang tersurat dalam kitab suci,” tegasnya.

Fiqh Lingkungan dan Green Policy

Mengutip QS. Ar-Rahman ayat 7–9, Bupati menekankan bahwa menjaga keseimbangan merupakan perintah langsung Tuhan. Karena itu, kelestarian lingkungan menjadi indikator kesalehan, bukan sekadar imbauan moral.

“Merusak alam berarti melanggar perintah menjaga keseimbangan,” tandasnya.

Komitmen tersebut diterjemahkan melalui penerapan green policy di tingkat daerah. Strateginya meliputi penerjemahan nilai teologis ke dalam regulasi, integrasi ekoteologi dalam RPJMD, serta penerapan filter keberlanjutan lingkungan dalam setiap kebijakan pembangunan.

Kolaborasi dan Peran Pesantren

Dalam pelaksanaannya, Pemkab Bondowoso mengadopsi pendekatan Octa Helix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, media massa, lembaga keuangan, LSM, serta penguatan agregator digital.

Selain itu, sinergi pesantren dan kearifan lokal dinilai sebagai kekuatan strategis dalam konservasi lingkungan.

Edukasi fiqh lingkungan di pesantren serta penguatan hukum adat dalam menjaga mata air dan kawasan hutan menjadi langkah konkret berbasis nilai yang telah hidup di tengah masyarakat.

Ekonomi Hijau dan Indonesia Emas

Transformasi pembangunan juga diarahkan pada pengembangan ekonomi hijau melalui pertanian organik dan ekowisata berkelanjutan. Tujuannya menciptakan pertumbuhan ekonomi tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.

Alumni UIN KHAS Jember didorong menjadi “intelektual organik” yang mampu menjembatani bahasa agama, birokrasi, dan masyarakat, termasuk melalui riset terapan seperti pengelolaan sampah berbasis masjid dan manajemen air bersih berbasis pesantren.

Menutup paparannya, Bupati Hamid menegaskan bahwa Indonesia Emas 2045 tidak boleh hanya diukur dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).

“Indonesia Emas adalah kualitas manusia dan kualitas lingkungan. Tanpa alam yang sehat, cita-cita itu tidak akan terwujud,” pungkasnya.

Melalui integrasi spiritualitas dalam kebijakan publik, Bondowoso menegaskan komitmennya membangun masa depan yang harmonis antara manusia dan alam sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan berbasis nilai dan iman. (*)

Baca Sebelumnya

Gerindra Trenggalek Rayakan HUT Ke-18, Incar 12 Kursi Dewan di Pemilu 2029

Baca Selanjutnya

Kian Pedas, Harga Cabai di Kota Malang Tembus Hingga Rp 100 Ribu Per Kilogram

Tags:

Bupati Bondowoso AHW Bupati Bondowoso UIN KHAS Jember Bondowoso Berkah

Berita lainnya oleh Haryono

Banjir Wonoboyo Jadi Alarm, Pemkab Bondowoso Bangun Sistem Penanganan Bencana Terintegrasi

13 April 2026 20:33

Banjir Wonoboyo Jadi Alarm, Pemkab Bondowoso Bangun Sistem Penanganan Bencana Terintegrasi

Terobosan Akademik UIN KHAS Jember, Praktisi Hukum Kini Bisa Raih Sarjana lewat Jalur RPL

13 April 2026 14:20

Terobosan Akademik UIN KHAS Jember, Praktisi Hukum Kini Bisa Raih Sarjana lewat Jalur RPL

Cegah Kelangkaan LPG 3 Kg, Polres Bondowoso Perketat Pengawasan Distribusi

13 April 2026 14:04

Cegah Kelangkaan LPG 3 Kg, Polres Bondowoso Perketat Pengawasan Distribusi

Duka Berbuah Perlindungan, Santunan Rp42 Juta Selamatkan Keluarga Buruh Tani di Bondowoso

11 April 2026 17:57

Duka Berbuah Perlindungan, Santunan Rp42 Juta Selamatkan Keluarga Buruh Tani di Bondowoso

WFH Resmi Berlaku di Bondowoso, Bupati Abdul Hamid Wahid Tekan Biaya dan Genjot Digitalisasi

9 April 2026 19:02

WFH Resmi Berlaku di Bondowoso, Bupati Abdul Hamid Wahid Tekan Biaya dan Genjot Digitalisasi

Dari Vonis ke Eksekusi, Aparat Bondowoso Tuntaskan Perkara Lewat Pemusnahan Barang Bukti

8 April 2026 22:31

Dari Vonis ke Eksekusi, Aparat Bondowoso Tuntaskan Perkara Lewat Pemusnahan Barang Bukti

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar