KETIK, BONDOWOSO – Jabatan kepala sekolah di Kabupaten Bondowoso kini dibebani tuntutan lebih besar. Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan, kepala sekolah harus tampil sebagai motor perubahan yang mampu mengangkat mutu pembelajaran sekaligus membentuk generasi unggul, berkarakter, dan kompetitif.

Penegasan itu disampaikan Abdul Hamid saat melantik pengawas sekolah dan sejumlah kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i, Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir, Sekretaris Daerah Fathur Rozi, para asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, serta jajaran pengawas dan kepala sekolah.

Menurut Abdul Hamid, pelantikan dan rotasi jabatan tidak boleh dipandang sebatas rutinitas birokrasi. Di balik pergantian maupun promosi tersebut terdapat mandat untuk memperkuat organisasi pendidikan dan meningkatkan kualitas layanan kepada peserta didik.

“Kepala sekolah bukan hanya bertindak sebagai manajer administrasi, melainkan sebagai pemimpin pembelajaran, inovator, dan pendorong transformasi mutu pendidikan di satuan pendidikan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, proses pengangkatan kepala sekolah dilakukan melalui tahapan yang cukup ketat. Pengusulan dan verifikasi dilakukan secara berjenjang melalui Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SI ASN), kemudian dilanjutkan dengan pengusulan mutasi dan pengangkatan calon kepala sekolah melalui Sistem KSPSTK.

Baca Juga:
Dari Kandungan untuk Generasi Hebat, Tegalampel Bondowoso Gerakkan 25 Ibu Hamil bersama Suami

Seluruh proses tersebut mempertimbangkan kebutuhan satuan pendidikan serta ketentuan dalam Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah.

Usulan melalui Sistem KSPSTK selanjutnya menjalani pemeriksaan administrasi dan verifikasi oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) hingga memperoleh Persetujuan Teknis (Pertek).

“Untuk pelantikan kali ini telah diterbitkan sebanyak 16 Pertek,” kata Abdul Hamid.

Tahapan kemudian dilanjutkan melalui sistem i-MUT BKPSDM untuk pemutakhiran dan pemeriksaan data kepegawaian, termasuk memastikan kesesuaian persyaratan calon yang ditugaskan.

Baca Juga:
Kapolres Bondowoso Warning Keras: Bakar Hutan Bisa Berujung 15 Tahun Penjara dan Denda Rp15 Miliar

Dengan mekanisme tersebut, pengangkatan kepala sekolah tidak semata didasarkan pada kebutuhan organisasi. Kualifikasi, kompetensi, rekam jejak, administrasi kepegawaian, hingga kesesuaian dengan kebutuhan satuan pendidikan menjadi bagian dari pertimbangan.

Di hadapan para pejabat pendidikan yang baru dilantik, Abdul Hamid juga memberikan sejumlah mandat penting.

Pertama, kepala sekolah harus menjadi pemimpin pembelajaran sekaligus pengawal mutu. Mereka dituntut mampu menggerakkan guru agar tidak berhenti berinovasi, mampu mengikuti perkembangan teknologi, serta terus memperbaiki kualitas proses belajar mengajar.

Kedua, sekolah harus menjadi ruang yang aman dan inklusif bagi seluruh peserta didik. Abdul Hamid menekankan pentingnya pencegahan perundungan, kekerasan fisik maupun verbal, serta segala bentuk diskriminasi.

Tak kalah penting, integritas pengelolaan lembaga juga harus dijaga. Penggunaan anggaran sekolah, termasuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pendidikan tidak dapat berdiri sendiri. Jalin kerja sama yang harmonis dengan komite sekolah, orang tua siswa, pemerintah desa atau kelurahan, dunia usaha, serta tokoh masyarakat sekitar untuk mendukung kemajuan sekolah,” pesannya.

Kepala sekolah yang mendapat mutasi juga diminta tidak melihat tempat tugas baru sebagai sekadar perpindahan jabatan. Sebaliknya, lokasi baru harus dijadikan ruang pengabdian untuk membawa energi dan gagasan segar.

Sedangkan bagi mereka yang memperoleh promosi, kepercayaan tersebut harus dijawab dengan kinerja terukur dan prestasi nyata.

Abdul Hamid juga memastikan kepala sekolah yang belum memiliki sertifikat diklat kepala sekolah akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan sesuai ketentuan.

Ia kemudian mengajak seluruh pengawas dan kepala sekolah menyatukan visi untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan di Bondowoso.

“Selamat dan sukses kepada seluruh pengawas sekolah dan kepala sekolah yang dilantik. Selamat bertugas dan mengabdi di tempat penugasan yang baru,” ujarnya.

Ia berharap jajaran pendidikan mampu bekerja dengan integritas, dedikasi, dan tanggung jawab sehingga transformasi pendidikan di Bondowoso tidak berhenti pada pergantian pejabat, tetapi benar-benar terasa dalam kualitas pembelajaran dan perkembangan peserta didik.

Dengan demikian, kepala sekolah diharapkan bukan hanya menjaga sekolah tetap berjalan, tetapi mampu menggerakkan perubahan, mengawal mutu, dan mencetak generasi Bondowoso yang unggul serta berdaya saing. (*)