Buntut Warga Melahirkan di Jalan, Apdesi Jember Sorot Lemahnya Aksesibilitas Kesehatan di Desa

Jurnalis: Fenna Nurul
Editor: Muhammad Faizin

21 Des 2023 12:53

Headline

Thumbnail Buntut Warga Melahirkan di Jalan, Apdesi Jember Sorot Lemahnya Aksesibilitas Kesehatan di Desa
Kepala Dinkes Jember dr. Hendro Soelistijono (kiri) dan Ketua DPC Apdesi Kamiludin saat pertemuan, Kamis (21/12/2023) (Foto: Fenna/Ketik.co.id)

KETIK, JEMBER – Buntut dari peristiwa seorang warga Desa Jambesari, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember yang melahirkan di tepi jalan desa menjadi sorotan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Jember. 

Pengurus Apdesi Jember mempersoalkan aksesibilitas pelayanan kesehatan di tingkat desa. Hal itu disampaikan oleh mereka saat mendatangi Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember pada Kamis (21/12/2023) siang.

Ketua Dewan Pengurus Cabang Apdesi Jember, Kamiludin mengatakan ada yang salah sampai-sampai seorang ibu brojol di tepi jalan tanpa bantuan medis.

“Menurut kami karena lemahnya aksesibilitas ambulan desa, kemudian tidak aktifnya ponkesdes (pondok kesehatan desa) atau pustu (puskesmas pembantu), sehingga membuat warga yang tidak mampu ini harus melahirkan ke puskesmas sedangkan jaraknya jauh,” urainya.

Baca Juga:
Viral Kasus Bullying Siswa di Jember, Akademisi Soroti Bahaya Normalisasi Kekerasan Remaja

Perempuan yang dimaksud bernama Holila (37), ia sempat diantarkan suaminya ke puskesmas menggunakan motor bebek. Namun di tengah perjalanan, anak yang dikandungnya lahir karena pembukaan yang begitu cepat ketika kehamilan keenam.

Kamiludin juga menyinggung angka stunting di Kabupaten Jember paling tinggi di Jawa Timur. Dimana kejadian tersebut berbanding terbalik dengan semangat memberantas stunting jika masalah kehamilan dan persalinan tidak dilayani dengan baik.

Sebab itu, Apdesi Jember mendatangi Dinkes untuk mencari solusi konkrit menyelesaikan permasalahan terutama bidang kesehatan. Mereka menuntut untuk mengaktifkan kembali pustu dan ponkesdes di 266 desa, dengan ketersediaan anggaran dan sdm yang aktif. 

Kedua, meminta Dinkes untuk tidak terlalu birokratis kaitannya dengan penggunaan ambulan dan sopirnya. 

Baca Juga:
Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

“Karena banyak keluhan untuk menggunakan ambulan terlalu birokratis sedangkan banyak kebutuhan di warga pedesaan. Ketiga meminta Kepala Dinkes untuk selalu koordinasi dan komunikasi dengan kepala desa,” urai Kepala Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo itu.

Sementara, Kepala Dinkes Jember dr. Hendro Soelistijono mengaku menerima kritik dan saran yang dilayangkan Apdesi saat pertemuan. Menurutnya, kritik tersebut bersifat konstruktif dan membangun.

Menanggapi tuntutan Apdesi, dirinya menjelaskan bahwa pada awalnya pustu dibentuk sebagai representasi puskesmas untuk membawahi 3-4 desa yang aksesnya jauh dengan puskesmas.

“Tapi seiring dengan perkembangan jaman sekarang, sdm sudah dipenuhi dan tiap desa ada perawat dan bidan yang akhirnya kunjungannya semakin menurun, itu efektivitasnya kita pandang kurang,” papar Hendro.

Dinkes kemudian menonaktifkan pustu yang tingkat kunjungannya rendah karena merugikan dari segi pembiayaan dan petugas kesehatan sudah turun langsung di desa masing-masing. Tapi masih ada beberapa pustu yang dibutuhkan dan tetap beroperasi.

“Lalu ambulan desa itu diperuntukkan bagi orang yang tidak mampu, ketika seseorang diminta dirujuk ke RS swasta logikanya dia orang mampu yang seharusnya akses mudah,” imbuhnya. 

Sehingga adanya birokrasi ini untuk menyeleksi kegawat daruratan serta kebutuhan masyarakat agar tepat sasaran, karena pembiayaan dibebankan kepada APBD.

Kendati demikian, ia kami akan menerima saran dan kritikan apapun. “Kami harus berintropeksi diri, segera berbenah, dan melakukan investigasi perbaikan pelayanan kedepan,” tegas mantan Direktur RSD dr Soebandi itu.

Atas insiden ibu melahirkan di tepi jalan, Hendro juga menyampaikan bahwa sebetulnya kehamilan warga tersebut luput dari pengawasan petugas kesehatan.

“Orang itu memang sengaja menutup diri, kita cek langsung kepada suaminya mengakui bahwa selama kehamilannya tidak mau periksa dan menyembunyikan kehamilannya bahkan kader disana pun tidak mengetahui kalau ibu ini hamil. Jadi saat waktunya bersalin dan terlanjur malu akhirnya mau berobat ke puskesmas, tapi kurang beruntung bersalin di tengah jalan,” tutupnya.(*)

Baca Sebelumnya

Libur Nataru, KAI Daop 8 Catat Penjualan Tiket hingga 76 Persen

Baca Selanjutnya

Polresta Bandung Musnahkan Puluhan Ribu Obat Terlarang, Miras Hingga Ratusan Knalpot Brong

Tags:

ibu melahirkan di jalan Jember sumberbaru Apdesi Jember lemahnya aksesibilitas kesehatan tingkat desa Dinkes Jember

Berita lainnya oleh Fenna Nurul

Polije Raih Tiga Penghargaan di Ajang Bergengsi Vokasi Berinovasi

17 Desember 2024 08:46

Polije Raih Tiga Penghargaan di Ajang Bergengsi Vokasi Berinovasi

Kembangkan Ekosistem Halal, KPwBI Jember dan Pemkab Luncurkan Zona KHAS di Unej

2 Desember 2024 15:34

Kembangkan Ekosistem Halal, KPwBI Jember dan Pemkab Luncurkan Zona KHAS di Unej

Polije Fokus Cetak Agripreneur Muda Melalui Project Based Learning Exhibition and Talkshow

13 November 2024 14:56

Polije Fokus Cetak Agripreneur Muda Melalui Project Based Learning Exhibition and Talkshow

Utus Rahayu Saraswati ke Jember, Prabowo Pastikan Dukung Gus Fawait-Djoko

10 November 2024 06:30

Utus Rahayu Saraswati ke Jember, Prabowo Pastikan Dukung Gus Fawait-Djoko

Ketum PP Tidar Rahayu Saraswati Tanam Pohon Bersama Arum Sabil di City Forest Jember

9 November 2024 18:04

Ketum PP Tidar Rahayu Saraswati Tanam Pohon Bersama Arum Sabil di City Forest Jember

Cabup Hendy Siap Tingkatkan Program Layak Anak dengan Bangun Fasilitas Ibu dan Anak di Pusat Perbelanjaan

30 Oktober 2024 08:02

Cabup Hendy Siap Tingkatkan Program Layak Anak dengan Bangun Fasilitas Ibu dan Anak di Pusat Perbelanjaan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar