Buntut Tragedi Al Khoziny, Kapolda Jatim Minta Polres Data dan Cek Ponpes di Daerah

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: Gumilang

9 Okt 2025 21:54

Thumbnail Buntut Tragedi Al Khoziny, Kapolda Jatim Minta Polres Data dan Cek Ponpes di Daerah
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto saat diwawancarai di lokasi, Jumat, 3 Oktober 2025. (Foto: Khaesar/Ketik)

KETIK, SURABAYA – Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Pol Nanang Avianto menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian di wilayahnya untuk melakukan pendataan dan pengecekan menyeluruh terhadap bangunan pondok pesantren (ponpes).

Hal ini dilakukan untuk antisipasi agar peristiwa ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, yang menewaskan puluhan santri, tidak kembali terulang.

Irjen Pol Nanang menjelaskan pembangunan gedung, terutama di lingkungan pendidikan keagamaan, harus melalui perencanaan dan pengawasan yang matang. Ia mengaku prihatin masih banyak pondok pesantren di Jawa Timur yang belum memenuhi standar konstruksi bangunan yang layak.

“Kami menegaskan bahwa pembangunan apa pun harus memiliki perencanaan dan pengawasan yang matang agar kejadian serupa tidak terulang. Dari sekian banyak bangunan, masih ditemukan sejumlah pondok yang tidak memenuhi standar konstruksi, dan hal ini sangat memprihatinkan,” ujar Irjen Pol Nanang di Surabaya, Kamis, 9 Oktober 2025.

Kapolda menjelaskan keselamatan santri dan masyarakat menjadi prioritas utama. Sehingga Polda Jatim akan melakukan pendataan ulang seluruh bangunan pondok pesantren dengan melibatkan pemerintah daerah, Satpol PP, dan tim ahli konstruksi.

“Langkah ini akan kami lakukan bersama pemerintah daerah dan tim ahli untuk melakukan risk assessment atau penilaian risiko terhadap kelayakan bangunan. Jika ditemukan gedung yang tidak layak, maka akan dilakukan perbaikan atau penutupan sementara,” jelasnya.

Langkah ini disebut sebagai bentuk evaluasi dan pembenahan sistemik di tengah gencarnya pembangunan fasilitas pendidikan berbasis keagamaan di Jawa Timur.

Nanang mengimbau agar setiap pembangunan pondok pesantren tidak hanya berorientasi pada kecepatan pembangunan, tetapi juga pada keselamatan penghuni dan pengguna bangunan.

“Kami berharap seluruh pihak memperbaiki sistem perencanaan dan pengawasan agar keselamatan santri dan masyarakat terjamin,” imbaunya.

Selain aspek teknis, Kapolda Jatim juga menegaskan komitmen dalam penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang lalai dalam proses pembangunan hingga menimbulkan korban jiwa.

"Setiap orang memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Siapa pun yang terbukti bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Nanang.

Ia menambahkan, penyelidikan atas kasus ambruknya musala Ponpes Al Khoziny kini masih berproses di bawah koordinasi Polda Jatim, dan akan segera dinaikkan ke tahap penyidikan setelah hasil gelar perkara disampaikan.

Nanang menegaskan bahwa pihaknya menjunjung tinggi prinsip transparansi dalam proses hukum dan langkah pencegahan. Ia berharap agar semua pihak, baik pengelola pondok, pemerintah daerah, maupun masyarakat, ikut memastikan standar keselamatan konstruksi bangunan.

Baca Juga:
Bupati Subandi Upayakan Renovasi RTLH dan Bantu Jaminan Kesehatan Warga Sidoarjo

“Kami menjunjung tinggi prinsip bahwa Indonesia adalah negara hukum. Karena itu, seluruh proses pemeriksaan dan penindakan dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur,” pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Bupati Subandi Bantu Rehab Rumah dan Kursi Roda untuk Lansia di Waru
Baca Sebelumnya

Beri Perlindungan bagi Perempuan dan Anak, Dinsos KBPP Pemalang Bentuk RPPA

Baca Selanjutnya

Kunjungi SDK Sang Timur, Mendikdasmen Paparkan Revolusi Pendidikan Nasional

Tags:

Polda Jatim Ponpes Al Khoziny Ambruknya Ponpes Al Khoziny kejadian di Sidoarjo sidoarjo

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar