Buntut Pemenggalan di India, Udaipur Lockdown

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Tim IT

30 Jun 2022 12:50

Thumbnail Buntut Pemenggalan di India, Udaipur Lockdown
Jenazah Kanhaiya Lal hendak dikremasi di Udaipur.(foyo: AFP)

KETIK, SURABAYA – Kota di India, Udaipur, menerapkan lockdown usai dua warga Muslim memenggal kepada seorang penjahit Hindu yang dianggap mendukung penghinaan terhadap Nabi Muhammad.
AFP melaporkan, aturan ketat tersebut meliputi penetapan jam malam bagi penduduk yang tinggal di Kota Udaipur.

Pemerintah juga mengerahkan 600 personel tambahan untuk mengamankan Udaipur. Selain itu, pihak berwenang juga memutus akses internet di sejumlah wilayah negara bagian Rajasthan.

Kenapa pemerintah negara bagian Rajashtan sampai harus menetapkan kondisi darurat dan menerapkan lockdown di Kota Udaipur?

Pemerintah negara bagian mengambil langkah tersebut untuk mencegah kerusuhan meluas di Udaipur hingga kota-kota di negara bagian Rajahstan.

Pemenggalan kepala penjahit Hindu itu bermula saat korban membagikan unggahan yang terkesan mendukung juru bicara Partai Bharatiya Janata (BJP), Nupur Sharma. Sharma sempat menyinggung hubungan Nabi dengan istrinya di acara televisi.

Sejak saat itu, korban menerima ancaman pembunuhan.

Suatu ketika, para penyerang mengunjungi toko, tempat dia biasa menjahit, dengan menyamar sebagai pelanggan. Mereka lalu menyerangnya dengan pisau besar.

Pihak berwenang kemudian bergegas mengerahkan polisi tambahan ke Udaipur meredam kerusuhan.

Sentimen agama di India mencuat sejak Narendra Modi menjadi perdana menteri. Dalam sebuah laporan bahkan menyebut, ia telah mengubah India menjadi negara nasionalis Hindu yang otoriter.

Kasus lain yang berkaitan dengan sentimen anti-Islam secara terang-terang juga pernah terjadi melalui alat negara.

Salah satunya saat Pengadilan di India menilai memakai hijab bukan prinsip penting dalam Islam. Putusan itu muncul usai beberapa mahasiswa Muslim menuntut hak mereka mengenakan hijab di kampus Karnataka.

Lalu ada pula aparat kepolisian yang menghancurkan rumah penduduk karena diduga mereka beragama Islam usai bentrok Muslim-Hindu tak lama setelah festival Ram Navara berlangsung.

Dari jumlah kasus itu tampak yang kerap berseteru adalah pihak Hindu radikal dan disokong pemerintah.

 

Baca Juga:
Rugikan Ekonomi, Banggar DPR RI Tolak Impor 105.000 Mobil Niaga dari India Pakai APBN
Baca Juga:
Verwood Hotel Surabaya Hadirkan 50 Menu Buka Puasa dengan Cita Rasa Internasional
Baca Sebelumnya

Inggris Berharap Presiden Jokowi Berhasil Damaikan Ukraina dan Rusia

Baca Selanjutnya

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto Lolos Ke Perempat Final Malaysia Open 2022

Tags:

Udaipur india menghina Nabi

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H