KETIK, PASAMAN BARAT – Buka puasa bersama wartawan di Lesehan 32, Simpang Empat, yang digelar pada Jumat, 27 Februari 2026, tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang menyampaikan aspirasi kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pasaman Barat.
Acara dibuka dengan sambutan wartawan senior, Junir Sikumbang yang mewakili tuan rumah. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan di tengah dinamika profesi wartawan.
“Orang yang menjalin silaturahmi dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya. Semoga kebersamaan ini terus terjaga,” ujar Junir.
Sejumlah wartawan hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Yulison (Rakyat Sumbar), Andika (TVRI), Siel Hernandes (Padang TV), Endi (Posmetro), Ulum (Indosiar), Arafat (Singgalang), M. Junir (Sumbarsatu), serta Wawan (Ketik). Hadir pula tokoh pemuda Pasaman Barat yang juga mantan Ketua KNPI Pasbar, Tri Tegar Marunduri.
Dalam sesi diskusi, Andika dari TVRI menyampaikan harapan agar Kominfo menyediakan ruang khusus bagi wartawan untuk menunjang aktivitas peliputan.
“Kami berharap Kominfo bisa menyiapkan ruang khusus bagi wartawan agar koordinasi dan kerja-kerja jurnalistik lebih nyaman,” ujarnya.
Ia juga mengusulkan agar Kominfo tidak hanya menyiapkan rilis tertulis untuk media online, tetapi turut menyediakan bahan dokumentasi berbentuk video kegiatan pemerintah daerah.
“Untuk media elektronik, kami sangat membutuhkan bahan video resmi kegiatan Pemda. Kalau itu bisa difasilitasi, tentu sangat membantu kerja kami,” kata Andika.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kominfo Pasaman Barat, Muharram, menyatakan terbuka terhadap seluruh masukan. Ia menegaskan sinergi dengan media sangat penting dalam membangun citra daerah.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Masukan dari rekan-rekan media sangat kami butuhkan. Soal ruang wartawan dan bahan video, akan segera kami sampaikan kepada Bupati untuk dibahas lebih lanjut,” ujar Muharram.
Sementara itu, tuan rumah M. Bisri Batubara dari Topsumbar menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digelar secara swadaya. Ia mengakui tidak seluruh wartawan Pasaman Barat dapat diundang karena keterbatasan dana.
“Kami mohon maaf jika belum semua bisa diundang. Bukan ada maksud membeda-bedakan, tapi karena keterbatasan anggaran. Tujuan kami murni untuk kebersamaan,” ujarnya.
Acara berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban, ditutup dengan doa bersama sebagai simbol harapan agar sinergi wartawan dan pemerintah daerah semakin kuat demi kemajuan Pasaman Barat.(*)
