KETIK, BONDOWOSO – Joran-joran mendadak menjadi simbol kebersamaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso.
Memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan) Bondowoso untuk pertama kalinya menggelar lomba mancing antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Selasa, 11 Agustus 2026.
Bukan sekadar lomba untuk mengisi kemeriahan Agustusan, kegiatan perdana tersebut mulai membuka cara pandang baru terhadap potensi rekreasi perikanan di Bondowoso.
Puluhan peserta dari berbagai OPD larut dalam suasana kompetitif namun penuh keakraban. Di balik keseruan menunggu ikan menyambar umpan, terselip gagasan besar untuk membangun aktivitas memancing sebagai bagian dari rekreasi masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Syafi'i hadir langsung menyaksikan kegiatan tersebut. Kehadiran orang nomor dua di Bondowoso itu menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah memberikan ruang terhadap berbagai inovasi yang berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat.
Baca Juga:
Semangat Merah Putih Menguasai Bondowoso! Ratusan Regu Pelajar Turun ke JalanAntusiasme peserta pun menjadi catatan penting bagi Disnakkan. Respons positif tersebut menunjukkan bahwa kegiatan berbasis rekreasi perairan memiliki pasar yang cukup besar apabila dikemas secara profesional dan berkelanjutan.
Kepala Disnakkan Bondowoso, Hendrik Widotono, menyampaikan apresiasi atas antusiasme seluruh peserta. Menurutnya, kegiatan perdana ini menjadi momentum untuk menguji sekaligus melihat sejauh mana olahraga memancing dapat dikembangkan di Bondowoso.
Untuk memastikan perlombaan berjalan menarik, Disnakkan menebar sekitar 100 kilogram atau satu kuintal ikan ke lokasi perlombaan.
Menariknya, kegiatan tersebut digelar dengan mengedepankan semangat partisipasi dan gotong royong internal. Hendrik menegaskan, agenda perdana ini tidak bergantung pada anggaran proyek khusus.
Baca Juga:
Beraksi Dini Hari, Pelaku Pencurian di Bondowoso Ditangkap setelah 4 BulanDari kegiatan sederhana tersebut, Disnakkan justru menemukan potensi yang jauh lebih besar.
Memancing dinilai memiliki efek pengganda ekonomi yang mampu menyeret berbagai sektor lain. Jika dikembangkan secara serius, aktivitas tersebut berpotensi menghidupkan UMKM kuliner, penjual dan penyedia perlengkapan memancing, jasa pendukung hingga destinasi wisata rekreasi keluarga.
“Antusiasme masyarakat cukup tinggi. Ini menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih besar,” menjadi semangat yang mengemuka dari penyelenggaraan perdana tersebut.
Disnakkan pun tak ingin berhenti pada lomba antar-OPD. Evaluasi dan koordinasi lintas sektor mulai dilakukan untuk menyiapkan event memancing dengan cakupan peserta yang lebih luas.
Targetnya, lomba mancing berskala umum akan digelar pada Oktober 2026.
Jika terealisasi, agenda tersebut diproyeksikan menjadi panggung baru bagi masyarakat, komunitas pemancing, pelaku UMKM dan sektor swasta untuk berkolaborasi.
Pemkab Bondowoso juga membuka peluang bagi pihak ketiga, investor maupun sponsor komersial yang ingin terlibat dalam pengembangan kegiatan tersebut.
Ruang kolaborasi disiapkan sepanjang kerja sama yang dibangun memberikan dampak nyata bagi masyarakat, menggairahkan perekonomian lokal dan mendukung pembangunan daerah.
Dari sebuah perlombaan sederhana, Disnakkan Bondowoso kini sedang menguji sebuah gagasan: bahwa suara reel berputar dan tarikan ikan di ujung kail bukan hanya soal hobi.(*)