KETIK, BREBES – Kabupaten Brebes resmi ditetapkan sebagai prioritas utama program nasional karbon biru (blue carbon). Komitmen ini ditandai dengan pendampingan intensif Tim Blue Carbon Restoration Fund (BCRF) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI bersama UNDP di Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes.

Penunjukan ini menempatkan pesisir Pantura Brebes sebagai fokus strategis mitigasi perubahan iklim dan pemulihan ekosistem.

Tercatat, kawasan mangrove Brebes seluas 3.800 hektare yang tersebar di 5 kecamatan pesisir, menjadi benteng ekologis penting.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Brebes, Eko Supriyanto membeberkan program kolaboratif ini memiliki tiga fokus utama.

"Dalam program kolaboratif ini terdapat tiga fokus utama, yaitu Penyediaan sabuk laut, Pembangunan infrastruktur alami untuk meredam gelombang dan mengurangi laju abrasi yang mengancam tambak produktif dan permukiman warga," ujarnya.

Baca Juga:
Kampung Nelayan Merah Putih Sinjai Diproyeksikan Jadi Percontohan Nasional

Kemudian pemulihan mangrove secara masif dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat, mulai dari penanaman hingga pemeliharaan jangka panjang.

"Dan pengembangan ekonomi biru, Integrasi pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan melalui ekowisata bahari dan penerapan silvofishery (wanamina), yakni budidaya perikanan yang selaras dengan ekosistem mangrove," terang Eko, Jumat, 9 Oktober 2026.

Pemkab Brebes menyambut baik program ini. Melalui konservasi komprehensif tersebut, Brebes diproyeksikan menjadi pilot project nasional pengelolaan ekosistem karbon biru yang berkelanjutan, tangguh iklim, dan berdampak pada ekonomi masyarakat pesisir.(*)

Baca Juga:
Tembus Pasar AS dan Eropa, Ikan Nila jadi Andalan Baru Ekspor Perikanan Indonesia