Branding di Bandara Juanda Disentil Komisi V DPR RI, Minta Pengelola Jaga Identitas Bangsa

Jurnalis: Surya Irawan
Editor: Al Ahmadi

24 Feb 2026 22:50

Thumbnail Branding di Bandara Juanda Disentil Komisi V DPR RI, Minta Pengelola Jaga Identitas Bangsa
Anggota Komisi V Irine Yusiana Roba Putri dari Fraksi PDIP memberikan catatan kritis kepada InJourney Airports, ​selaku pengelola Bandara Internasional Juanda saat kunjungan kerja ke Surabaya, Jawa Timur pada Senin, 23 Februari 2026. (Foto: Biro Pemberitaan Parlemen)

KETIK, JAKARTA – Komisi V DPR RI memberikan catatan kritis terkait transformasi branding di lingkungan Bandara Internasional Juanda saat melakukan kunjungan kerja ke Surabaya, Jawa Timur, Senin, 23 Februari 2026.

Kunjungan kerja tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae dari Fraksi Partai Golkar.

Dalam kesempatan itu, Komisi V mengingatkan agar identitas pahlawan nasional yang melekat pada nama bandara tidak tergerus akibat transformasi korporasi.

Anggota Komisi V DPR RI Irine Yusiana Roba Putri menyampaikan langsung catatan tersebut kepada InJourney Airports selaku pengelola Bandara Juanda saat ini.

Baca Juga:
DPR Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Transportasi Jelang Arus Mudik

“Bandara adalah wajah bangsa. Saya melihat sekarang branding korporasi InJourney ini lebih menonjol daripada identitas bandaranya sendiri,” kata Irine Yusiana, Selasa, 24 Februari 2026.

Menurutnya, pemberian nama pahlawan pada Bandara Juanda memiliki nilai historis dan filosofis yang mendalam. Ia mengingatkan agar kepentingan korporasi tidak sampai menenggelamkan jati diri bandara yang menyandang nama Ir. H. Djuanda.

“Jangan sampai kepentingan korporasi menenggelamkan jati diri tersebut,” ujarnya.

Ia berharap modernisasi manajemen bandara tetap berjalan selaras dengan penghormatan terhadap sejarah bangsa. Penempatan logo dan atribut visual perusahaan diminta tidak mengurangi makna nama besar Ir. H. Djuanda sebagai simbol kedaulatan maritim dan udara Indonesia.

Baca Juga:
DPR Kawal 4.849 Unit Alokasi Bedah Rumah Tahap I di Jawa Timur

Selain persoalan identitas, Irine juga menyoroti aspek layanan operasional yang langsung dirasakan pengguna jasa. Salah satu indikator yang disorot adalah performa penanganan bagasi atau First Bag-Last Bag yang ditargetkan berada pada kisaran 20-40 menit sesuai standar internasional.

“Indikator keberhasilan itu bukan pada dominasi logo di terminal, tapi pada kecepatan layanan,” ujarnya.

Menurutnya, performa layanan bagasi harus benar-benar diwujudkan agar wajah bangsa tidak hanya terlihat kuat secara visual, tetapi juga prima dalam pelayanan.

Berdasarkan paparan manajemen, Bandara Juanda kini dikelola melalui enam regional guna optimalisasi operasional. Komisi V berharap transformasi tersebut tetap memprioritaskan pengalaman pengguna atau customer experience tanpa mengorbankan nilai historis yang menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Timur.(*)

Baca Sebelumnya

Kemenhub Hibahkan Bus Sekolah ke Halsel, Wabup Helmi Teken BAST di Jakarta

Baca Selanjutnya

Beri Catatan Kritis, DPRD Kota Malang Ingatkan Risiko Proyek Skywalk Mangkrak dan Kumuh

Tags:

Irine Yusiana Roba Putri Komisi V DPR Bandara Internasional Juanda InJourney Airports Jatidiri Ir Juanda Catatan Kritis Branding

Berita lainnya oleh Surya Irawan

Ramadan 2026, BMI Salurkan Bantuan ke Ribuan Orang

14 April 2026 07:40

Ramadan 2026, BMI Salurkan Bantuan ke Ribuan Orang

Mulai Pukul 18.00 WIB, Listrik Gedung DPR Dibatasi demi Efisiensi

28 Maret 2026 10:00

Mulai Pukul 18.00 WIB, Listrik Gedung DPR Dibatasi demi Efisiensi

Setjen DPR Targetkan Hemat Rp1,5 Miliar BBM, Wacana WFH Jumat Menguat

28 Maret 2026 08:40

Setjen DPR Targetkan Hemat Rp1,5 Miliar BBM, Wacana WFH Jumat Menguat

Setjen DPR Terapkan Efisiensi Anggaran di Tengah Kenaikan Harga BBM Global

28 Maret 2026 07:36

Setjen DPR Terapkan Efisiensi Anggaran di Tengah Kenaikan Harga BBM Global

Pengrajin Difabel di Ponorogo Kembangkan Batik Ciprat Lewat Program Pemberdayaan

28 Maret 2026 07:05

Pengrajin Difabel di Ponorogo Kembangkan Batik Ciprat Lewat Program Pemberdayaan

Prabowo Kritik Program 3 Juta Rumah, Fahri Hamzah Minta Evaluasi Total

19 Maret 2026 16:31

Prabowo Kritik Program 3 Juta Rumah, Fahri Hamzah Minta Evaluasi Total

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar