BPBD Kabupaten Bandung Launching Inovasi Aplikasi Olah Data Bencana

Jurnalis: Iwa AS
Editor: Akhmad Sugriwa

13 Agt 2024 05:48

Thumbnail BPBD Kabupaten Bandung Launching Inovasi Aplikasi Olah Data Bencana
Kepala BPBD Kab Bandung Cakra Amiyana saat launching Aplikasi Titatu dan Dashboard BPBD, di Kantor BPBD Kab Bandung, Selasa (13/8/24).(Foto: Iwa/Ketik.co.id)

KETIK, BANDUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung melakukan Soft Launching dan Sosialisasi Pengembangan Olah Data Bencana melalui Aplikasi Titatu dan Dashboard BPBD Kabupaten Bandung, di Kantor BPBD Kabupaten Bandung secara daring, Selasa (13/8/2024). 

Kepala BPBD Kabupaten Bandung Cakra Amiyana menjelaskan, inovasi ini dilakukan pihaknya dalam rangka strategi quick response penanganan bencana.

"Diperlukan pengembangan olah data informasi bencana di Kabupaten Bandung, mengingat memiliki wilayah potensi bencana yang cukup tinggi," kata Cakra Amiyana yang juga menjabat Sekda Kabupaten Bandung ini. 

Oleh karena itu, imbuh Cakra, diperlukan langkah-langkah yang cepat, tepat, dan terkoordinasi dalam penanganan bencana di Kabupaten Bandung. 

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

"Dalam menghadapi situasi yang tidak terduga, kecepatan dalam merespons menjadi kunci utama," tandas Cakra.

Karena itu, pengembangan sistem olah data informasi bencana ini menurutnya merupakan langkah strategis yang sangat penting. 

"Dengan adanya sistem ini, kita berharap dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam penanganan bencana. Mulai dari deteksi dini, penyebaran informasi, hingga pelaksanaan tindakan tanggap darurat," ucapnya. 

Amiyana berharap sistem ini dapat menjadi alat bantu yang handal bagi seluruh elemen yang terlibat dalam penanggulangan bencana, baik itu pemerintah, TNI, Polri, Tim SAR hingga masyarakat sendiri.

Baca Juga:
Hadapi Kemarau Ekstrem, Gubernur Khofifah Ingatkan Kalaksa BPBD se-Jatim Siap Siaga

"Dengan sistem yang terintegrasi dan daya yang akurat, kita dapat meminimalkan dampak yang ditimbulkan oleh bencana, sekaligus mempercepat pemulihan pasca bencana," imbuh Ami. 

Ia juga mengajak kepada seluruh pihak terkait untuk terus berkolaborasi dan bersinergi dalam memanfaatkan teknologi informasi ini. 

"Jangan sampai sistem ini hanya menjadi simbol tanpa ada implementasi nyata di lapangan. Mari kita gunakan sistem ini dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat dan keselamatan kita bersama," pesannya. 

Ami berharap pengembangan sistem ini menjadi langkah awal yang baik dalam meningkatkan ketangguhan Kabupaten Bandung terhadap bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama menambahkan aplikasi Titatu dan Dashboard BPBD ini merupakan inovasi pengembangan olah data informasi bencana yang terintegrasi.

"Dengan inovasi ini, kita lebih memiliki kesiapan dalam menghadapi setiap kemungkinan bencana yang dapat terjadi," tutur Uka Suska.

Uka menambahkan, inovasi ini diwujudkan melalui aplikasi dan website dengan tujuan untuk mempermudah  akses informasi terkait bencana, baik bagi pemerintah, tim tanggap darurat, maupun masyarakat luas. 

Uka Suska menyebutkan, beberapa poin penting dari inovasi ini antara lain, pertama pengumpulan data secara real-time melalui aplikasi ini, dapat mengumpulkan data bencana secara real-time dari berbagai sumber. 

"Termasuk dari masyarakat yang dapat melaporkan kejadian langsung dari lokasi bencana. Data ini kemudian dianalisis untuk memberikan gambaran yang akurat mengenai situasi di lapangan," terangnya. 

Dengan demikian penyebaran informasi yang cepat dan tepat dengan sistem yang terintegrasi terkait bencana, dapat lebih mudah disebarluaskan dengan cepat kepada seluruh pemangku kepentingan.

"Baik melalui notifikasi di aplikasi, SMS, atau media sosial, informasi dapat segera diterima oleh tim respon dan masyarakat, sehingga tindakan cepat dapat segera diambil," urainya. 

Aplikasi dan website ini juga memungkinkan koordinasi yang lebih efektif antara BPBD, TNI, Polri, Tim SAR, serta pemerintah daerah. Sehingga semua pihak dapat mengakses informasi yang sama, dan tindakan yang diambil bisa lebih terarah dan terkoordinasi dengan baik.

Inovasi ini juga menyediakan peta risiko dan zona rawan bencana yang selalu diperbaharui. Peta ini menjadi acuan penting dalam penanggulangan bencana, baik untuk perencanaan jangka panjang maupun untuk respon cepat saat bencana terjadi.

"Inovasi ini bukan hanya milik BPBD, tetapi juga milik seluruh masyarakat Kabupaten Bandung. Saya mengajak seluruh pihak untuk memanfaatkan sistem ini dengan sebaik-baiknya," ucapnya.(*)

Baca Sebelumnya

Hari Kidal Internasional, Ini Fakta yang Belum Banyak Orang Tahu

Baca Selanjutnya

Tolak PP 28 Tahun 2024, Ketua Komisi C DPRD Kota Batu: Bertentangan dengan Ideologi Bangsa

Tags:

bpbd bpbd kabupaten bandung sekda kabupaten bandung cakra amiyana Bencana penanggulangan bencana

Berita lainnya oleh Iwa AS

Dugaan Korupsi Rp128,5 Miliar di BUMD Kabupaten Bandung, Dirut PT BDS Ditahan Kejari

14 April 2026 17:44

Dugaan Korupsi Rp128,5 Miliar di BUMD Kabupaten Bandung, Dirut PT BDS Ditahan Kejari

Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Waka DPRD Kabupaten Bandung Hailuki Dorong Terobosan Besar dan Kemitraan Swasta

14 April 2026 10:40

Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Waka DPRD Kabupaten Bandung Hailuki Dorong Terobosan Besar dan Kemitraan Swasta

Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

14 April 2026 00:48

Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

Respons Cepat Bupati Bandung, Pastikan Warga Terdampak Banjir dan Puting Beliung Segera Dibantu

13 April 2026 18:18

Respons Cepat Bupati Bandung, Pastikan Warga Terdampak Banjir dan Puting Beliung Segera Dibantu

Farhan Apresiasi Bakat Penyandang Autisme, Ajak Warga Lebih Inklusif

13 April 2026 15:52

Farhan Apresiasi Bakat Penyandang Autisme, Ajak Warga Lebih Inklusif

Bupati Bandung Gercep  Perbaiki Enam Rumah Rusak Berat Akibat Angin Kencang Bojongsoang

11 April 2026 19:56

Bupati Bandung Gercep Perbaiki Enam Rumah Rusak Berat Akibat Angin Kencang Bojongsoang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar