Bohemian, Gaya Merdeka Kepemimpinan Bung Karno dan Bang RR

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Moana

16 Sep 2023 00:28

Thumbnail Bohemian, Gaya Merdeka Kepemimpinan Bung Karno dan Bang RR
Dr Rizal Ramli dengan gaya santainya yang khas.(Dok.KETIK)

KETIK, JAKARTA – Ketika group musik Queen merintis karir, mereka merilis album A Night at The opera dan mencantumkan lagu Bohemian Rhapsody sebagai lagu pembukanya. 

Lagu itu langsung ditolak eksekutif produser musik EMI, Ray Foster. Alasannya, lagu itu dianggap aneh, durasinya hampir enam menit,  di beberapa bagian tanpa chorus, intro, segmen ballad, sebagian opera, sebagian rock, dan agak reflektif.

Liriknya dari awal sampai akhir seperti sebuah cerita, tanpa ada pengulangan.  Tapi itulah  memang ciri lagu-lagu Queen. Freddie Mercury dan kawan-kawan langsung meninggalkan kantor EMI dan memutuskan untuk memberikan lagu itu untuk diputar di radio-radio, tanpa dukungan EMI.  

Memang aneh karena biasanya radio hanya akan  memutar lagu maksimal empat menit. Tapi Kenny Everett di Capita Radio memutarnya dan kemudian lagu ini meledak dan diikuti oleh radio-radio lainnya.  

Baca Juga:
Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriadi Beberkan Pesan Megawati Soal Ketahanan Pangan

“Bohemian Rhapsody” selama sembilan minggu berturut-turut bertengger di peringkat 1 UK Single Chart di akhir tahun 1975. 

Barangkali gaya Queen menentang EMI memang mencerminkan gaya hidup Bohemian yang menerapkan cara dan gaya-gaya non-konvensional, dan cenderung artistik, tapi merdeka bebas berpikir dan menentukan sikap.  

Queen merasa merdeka keluar dari Gedung EMI dan tetap pada pendirian lagu ini harus diluncurkan apa adanya, titik.

Gaya bohemian dalam politik memang tidak populer, berani berkata jujur dan berpikir merdeka bahkan out of the box. Biasanya orang seperti ini awalnya akan dipikir ‘aneh’, tidak biasa dan menghadapi “kematian“ dalam berpolitik, ekonomi bahkan hidup mereka. 

Baca Juga:
Peringati HUT ke-79 Megawati, PAC PDI Perjuangan Bangorejo Banyuwangi Gelar Aksi Penanaman Ratusan Bibit Pohon

Soal gaya bohemian dalam kepemimpinan, orang-orang akan kembali mengingat Soekarno alias Bung Karno.

Kalau Bung Karno, mau hidup aman dan nyaman, memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan cara memproklamasikannya, mempertahankannya dengan pengorbanan psikis dan fisik yang sangat besar. 

"Mohon maaf,  negara-negara tetangga kita, Malaysia, Singapura dan Brunei itu semua merdeka karena dikasih oleh Inggris," demikian kata Pengamat Geopolitik Tulus Sugiharto, Sabtu (16/9/2023).

Bung Karno berpikir merdeka itu harus cepat diraih. Inilah cara memakmurkan rakyat Indonesia secepat-cepatnya dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. 

Di era lain, ada Bang Rizal Ramli (RR) berpikir  merdeka bak Bung Karno. Dia  tidak mau ikut arus menjadi menjadi kaum The Have atau The Rich

Tulus mengatakan, bisa saja RR pulang mentereng dari Amerika, lulus dari Boston University, capek miskin, better berpikir menjadi orang berpunya,  jadi orang kaya. Waktu jadi Menteri Koordinator, kesempatan lebih gila lagi untuk jadi orang kaya. 

"Pejabat selevel itu  mudah untuk kaya raya.  Ini caranya. Buat aturan, nggak peduli  mengakibatkan rakyat  jadi susah, keruk duit secepatnya,  jadi kaya raya  baru tutup aturannya," ungkap Tulus Sugiharto.

Tapi kata Tulus, RR bukan orang bodoh, dia bukan tidak mampu makmur ala Peng-Peng seperti itu, tapi karena memang dia tidak mau melakukannya. 

Pemikirannya soal kaya, sejahtera dan kuat  bukan untuk dirinya sendiri tapi untuk rakyat banyak. Itu arti merdeka untuk dirinya. 

"Ada gaya bohemian untuk merdeka dalam kedua Bung Karno dan Bang RR. Cara berpikir merdeka yang penuh dengan risiko," ujar Tulus.

Mungkin itu karena keduanya mempunyai latar belakang yang agak sama. Sejak kecil dekat dengan orang kecil, pandai, pernah dipenjara karena urusan politik, punya reputasi internasional,  tapi mereka sulit untuk melepaskan diri untuk tidak terus memikirkan nasib rakyat kecil. 

Bahkan sampai usianya sekarang ini RR masih ikut demonstrasi pro buruh,  datang bertanya ke KPK soal KKN, menjadi saksi ahli di MK dan lainnya.

Sebagaimana lirik awal lagu Bohemian Rhapsody. 

Is this the real life? Is this just fantasy?“  

"Ini real life, gaya  bepikir merdeka, out of the box  diperlukan agar Indonesia memang jadi negara maju di 2045," tandasnya.

Keputusan Queen benar, bertahan agar lagu Bohemian Rhapsody tetap diperdengarkan dengan genre baru,  durasi yang melewati batas  dan lirik  bertutur seperti yang mereka buat. Lagu ini tetap populer dan bertahan hingga saat ini.

Freddie Mercury sudah wafat,  tapi masih ada Brian May dan kawan-kawan yang terus melanjutkan lagu-lagu Queen  bagi para penggemarnya termasuk gen now hingga kini,  bahkan film Bohemian Rhapsody  yang dirilis tahun 2018  sangat sukses dan sempat menjadi box office dunia. 

"Dear ibu Megawati, Bung Karno sudah wafat, tapi ada Bung Rizal Ramli satu garis lurus, satu pemikiran, satu gaya kepemimpinan dan satu pemahaman yang sama dalam  melanjutkan cita-citanya luhur bung Karno, merdeka lahir batin  untuk rakyat Indonesia," tawar Tulus.

Baca Sebelumnya

Sidoarjo Juara, Tangis Pemain Langsung Pecah

Baca Selanjutnya

Nama Rizal Ramli Masuk Radar Capres-Cawapres Pilihan Partai Buruh

Tags:

Dr Rizal Ramli Bung Karno Bohemian Pilpres 2024 Megawati

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar