BKKBN Jatim Terus Dorong Penurunan Stunting Lewat Konsultasi Online

Jurnalis: Rina Dwi
Editor: Mustopa

17 Jul 2025 14:51

Thumbnail BKKBN Jatim Terus Dorong Penurunan Stunting Lewat Konsultasi Online
BKKBN Jatim dalam kegiatan fasilitasi teknis program Bangga Kencana di Madiun (Foto: Dok. BKKBN Jatim)

KETIK, SURABAYA – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Jawa Timur terus menggencarkan strategi digital untuk mencegah stunting di seluruh wilayah Jawa Timur. 

Hal ini disampaikan Kepala BKKBN Jawa Timur, Maria Ernawati dalam kegiatan fasilitasi teknis program Bangga Kencana di Gedung Diklat Kota Madiun, Sabtu, 12 Juli 2025. 

Maria mengatakan, pencegahan stunting kini dapat dilakukan dari rumah dengan menggunakan inovasi konsultasi daring melalui platform www.siapbahagia.com. 

Platform ini, kata Maria, dirancang untuk memfasilitasi berbagai pertanyaan dan diskusi mendalam seputar parenting, kesehatan keluarga secara menyeluruh, serta strategi pencegahan stunting. 

Baca Juga:
Banjir hingga Kemiskinan Masih Jadi Persoalan Klasik, Data Pemkot Malang Disorot Dewan

Oleh karena itu, hadirnya platform ini mendapat respons luar biasa dan menjadi ujung tombak edukasi keluarga di Provinsi Jawa Timur. Pasalnya, platform ini didukung oleh tim konsultan ahli dari berbagai disiplin ilmu. 

Mulai dari dokter, psikolog, sosiolog, dan bidan berpengalaman, menjadi poin penting untuk memastikan informasi yang diberikan akurat sesuai ilmu kesehatan.

“Dari 38 kabupaten/kota, dalam sebulan kami bisa menerima hingga 3.000 klien,” sebut Maria, Kamis, 17 Juli 2025.

Karena berbasis digital, layanan ini juga siap menjawab kebutuhan masyarakat di luar Jawa Timur.

Baca Juga:
Bupati Bojonegoro Tekankan Penanganan Stunting Berbasis Data, Soroti Pentingnya Air Bersih

Meski begitu, ia menegaskan perlu adanya pemetaan, khususnya penyebab stunting. Apakah karena faktor kemiskinan, pola asuh, penyakit bawaan, atau lingkungan tidak sehat, karena tiap faktor memerlukan pendekatan berbeda.

Maria membagikan pengalamannya ketika bertugas di Sulawesi Tengah. Katanya, wilayah penghasil ikan terbesar belum tentu membuat angka stunting rendah. 

Menurut Maria, tingginya angka stunting di wilayah tersebut karena ada persepsi yang keliru soal gizi di tengah masyarakat.

“Ikan dijual semua, anaknya dikasih mie instan plus topping ikan. Ini yang harus diluruskan,” ungkapnya.

Sebagai informasi, kegiatan yang berfokus pada penguatan strategi percepatan penurunan stunting ini diikuti ratusan peserta dari 10 kabupaten/kota di Jawa Timur. Ada dari Madiun, Probolinggo, Tulungagung, Kediri, dan sebagainya.  

Hadir pula Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh yang menekankan pentingnya peran perempuan dan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).

Serta, Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN, Budi Setiyono, yang memperkenalkan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah untuk menumbuhkan ikatan emosional dalam keluarga.(*)

Baca Sebelumnya

KKN Internasional Plus Umrah Universitas Annuqayah Sumenep Resmi Diberangkatkan ke Mekkah

Baca Selanjutnya

Alex Noerdin Diperiksa Kejati Sumsel, Kuasa Hukum Bantah Adanya Aliran Dana Korupsi

Tags:

BKKBN Kota Surabaya Stunting siapbahagia.com

Berita lainnya oleh Rina Dwi

Haru! Desa Ngadas Kembali Salurkan Bantuan Perabotan untuk Korban Erupsi Semeru di Lumajang.

14 Desember 2025 06:45

Haru! Desa Ngadas Kembali Salurkan Bantuan Perabotan untuk Korban Erupsi Semeru di Lumajang.

Wujudkan Gerakan Hijau, KKNT Unesa Kolaborasi Aktif dengan Pemerintah Desa Trawas Mojokerto

8 Oktober 2025 22:37

Wujudkan Gerakan Hijau, KKNT Unesa Kolaborasi Aktif dengan Pemerintah Desa Trawas Mojokerto

Sakral! Mahasiswa KKN Unesa Jalani Tradisi 'Masoen' di Desa Adat Ngadas

16 September 2025 18:21

Sakral! Mahasiswa KKN Unesa Jalani Tradisi 'Masoen' di Desa Adat Ngadas

Rusaknya Grahadi dan Polsek Tegalsari, Pengamat: Melukai Identitas Sejarah Kota

7 September 2025 12:12

Rusaknya Grahadi dan Polsek Tegalsari, Pengamat: Melukai Identitas Sejarah Kota

Surabaya Wujudkan Nol Nikah Siri Lewat Nikah Massal Lontong Kupang

27 Agustus 2025 17:43

Surabaya Wujudkan Nol Nikah Siri Lewat Nikah Massal Lontong Kupang

"Toean Markoen" di ARTSUBS 2025! Antrean Mengular, Sindiran Pedas Industrialisasi

24 Agustus 2025 08:38

"Toean Markoen" di ARTSUBS 2025! Antrean Mengular, Sindiran Pedas Industrialisasi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar