Biden Respon Ancaman Putin, Dunia di Ambang Perang Nuklir

Jurnalis: S. Widodo
Editor: M. Rifat

3 Apr 2023 00:33

Thumbnail Biden Respon Ancaman Putin, Dunia di Ambang Perang Nuklir
Ilustrasi Putin vs Biden (Foto: Grafis SWidodo/ketik.co.id)

KETIK, JAKARTA – Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan akan menempatkan senjata nuklir taktis Rusia di negara tetangga sekaligus sekutu, Belarusia.

Ancaman ini membuat Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memberikan respon. Biden mengatakan langkah itu sebagai sesuatu yang berbahaya. Ini menurutnya akan menimbulkan kekhawatiran baru negara-negara kawasan.

"Ini perbincangan yang berbahaya," kata Biden kepada wartawan di Gedung Putih seperti dilansir AFP, Minggu (2/4/2023). "Mengkhawatirkan," lanjut Biden dengan tegas.

Sayangnya ia tak berpendapat banyak. Meski demikian, juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby menegaskan AS terus memantau pergerakan Rusia.

Baca Juga:
Trump Klaim Selamatkan Pilot F-15 di Pegunungan Iran, Teheran Bantah

"Kami terus memantau ini dengan sangat, sangat dekat," katanya.

Intelijen AS mengatakan, Putin kemungkinan akan meningkatkan lebih lanjut persenjataan rudal berkemampuan nuklir jarak jauh Kremlin.

"Kerugian besar bagi pasukan daratnya dan pengeluaran besar-besaran amunisi berpemandu presisi selama konflik telah menurunkan kemampuan konvensional berbasis darat dan udara Moskow dan meningkatkan ketergantungannya pada senjata nuklir," tulis komunitas intelijen AS dalam 35 halaman.

Sebelumnya, Putin memerintahkan penyebaran senjata nuklir taktis Rusia di Belarusia. Ia menyebut langkah ini merupakan hal yang biasa dan tidak melanggar kaidah internasional, sama dengan manuver AS yang telah menempatkan nuklir di negara-negara Eropa.

Baca Juga:
AS dan Israel Masih Terus Serang Fasilitas Publik, Warga Iran: Pengecut!

"Kami tidak akan menyerahkan kendali senjata nuklir. AS tidak menyerahkannya kepada sekutunya. Kami pada dasarnya melakukan hal yang sama (para pemimpin AS) telah lakukan selama satu dekade," kata Putin dikutip CNN International.

Senjata nuklir taktis diartikan sebagai senjata nuklir yang digunakan untuk keuntungan taktis tertentu di medan perang, alih-alih meratakan suatu kota atau wilayah. Hanya sedikit pihak yang tahu persis berapa banyak yang dimiliki Rusia karena kerahasiaan.

Namun menurut Reuters, jika dibanding AS, Rusia memang memiliki keunggulan jumlah. Bahkan sangat besar dibanding aliansi militer NATO sekalipun.

AS yakin Rusia memiliki sekitar 2.000 hulu ledak taktis yang berfungsi, 10 kali lebih banyak dari Washington. Hulu ledak ini dapat dikirim melalui berbagai rudal, torpedo, dan bom grafitasi dari angkatan laut, udara, atau darat bahkan bisa didorong ke suatu daerah dan diledakkan.

AS pun sebenarnya juga memiliki banyak. Negeri itu diketahui memiliki sekitar 200 senjata semacam itu, di mana setengahnya berada di pangkalan Eropa.

Bom nuklir B61 setinggi 12 kaki ini, dengan hasil berbeda dari 0,3 hingga 170 kiloton, dikerahkan di enam pangkalan udara. Ini tersebar di Italia, Jerman, Turki, Belgia, dan Belanda.

Di Rusia, keputusan akhir dalam hal penggunaan senjata nuklir, baik strategis maupun non-strategis, dalam doktrin nuklir negeri itu, adalah presiden. Untuk mempersiapkan serangan, kemungkinan Putin akan berkonsultasi dengan sekutu senior dari Dewan Keamanan Rusia sebelum memerintahkan, melalui staf umum.

Hulu ledak akan digabungkan dengan kendaraan pengiriman. Lalu disiapkan untuk perintah peluncuran potensial.

Ketika Uni Soviet runtuh tahun 1991, Rusia memiliki sekitar 22.000 senjata nuklir taktis. Tak hanya di Rusia, ini tersebar di Belarusia, Ukraina dan Kazakhstan yang mewarisi persenjataan Soviet. (*)

Baca Sebelumnya

Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Keerom Papua

Baca Selanjutnya

Safari Ramadan, Khofifah Bagikan Bantuan ke Pedagang Kecil di Pamekasan

Tags:

Biden. Respon Putin Dunia di ambang perang Nuklir

Berita lainnya oleh S. Widodo

Konjen RI Sambut Kloter Terakhir di Jeddah, Ingatkan Jemaah Jaga Kesehatan

24 Juni 2023 21:02

Konjen RI Sambut Kloter Terakhir di Jeddah, Ingatkan Jemaah Jaga Kesehatan

Yaqut Cholil:  Fasilitas Arafah dan Mina Siap 90 Persen

23 Juni 2023 21:45

Yaqut Cholil:  Fasilitas Arafah dan Mina Siap 90 Persen

Komisi VIII DPR RI Menilai, Layanan Petugas Haji di Bandara Baik dan Lancar

23 Juni 2023 13:42

Komisi VIII DPR RI Menilai, Layanan Petugas Haji di Bandara Baik dan Lancar

PPIH Dirikan Pos Kesehatan Utama dan Satelit  Jelang Puncak Haji

22 Juni 2023 20:20

PPIH Dirikan Pos Kesehatan Utama dan Satelit  Jelang Puncak Haji

Menag Tinjau Mina, Toilet Bertambah, Dapur Oke, Layanan Siap 99 Persen

21 Juni 2023 21:35

Menag Tinjau Mina, Toilet Bertambah, Dapur Oke, Layanan Siap 99 Persen

2000 Alumni SMAN 1 Magetan Serbu GOR Ki Mageti Magetan untuk Reuni Akbar

21 Juni 2023 15:55

2000 Alumni SMAN 1 Magetan Serbu GOR Ki Mageti Magetan untuk Reuni Akbar

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H