Biaya Produksi Melambung, Petani Apel Kota Batu Beralih ke Sayur dan Jeruk

Editor: Dendy Ganda Kusumah

11 Des 2025 12:16

Thumbnail Biaya Produksi Melambung, Petani Apel Kota Batu Beralih ke Sayur dan Jeruk
Ketua Kelompok Tani Maju Bersama, Utomo, berada di kebun apel miliknya, di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. (Foto: Dendy Ganda/Ketik.com)

KETIK, BATU – Salah satu penyebab turunnya jumlah produksi apel Kota Batu tak bisa dilepaskan dari banyaknya petani yang memilih untuk tak lagi menanam pohon buah khas Kota Batu tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Kelompok Tani Maju Bersama Kota Batu, Utomo.

Menurut Utomo sejumlah petani apel, termasuk yang berada di kelompok taninya, berubah haluan dan tak lagi menanam apel. Hal ini, sambungnya, tak lepas dari tingginya biaya produksi apel.

"Biaya operasional untuk menanam apel terus meningkat. Akhirnya nggak nutut," kata Utomo kepada Ketik.com, Kamis, 11 Desember 2025.

Menurut Utomo, akibat tingginya ongkos produksi, ditambah lagi serangan lalat buah, para petani tak lagi menanam apel. Hal ini dimulai sejak beberapa waktu lalu.

Baca Juga:
Jaga Ikon Daerah, Cak Nur dan Mas Heli Turun Langsung Panen Apel Bersama Petani

'Beberapa tahun lalu, banyak pohon apel yang ditebangi. Lahannya pun banyak yang beralih fungsi," papar Utomo.

"Kalau di daerah Tulungrejo sini banyak yang beralih ke tanaman sayur. Sementara, petani di daerah bawah banyak yang pindah ke tanaman jeruk," ia menambahkan.

Menurut Utomo, banyak petani apel yang mengalami nasib tragis. Alih-alih bisa memetik untung dari apel mereka, para petani ini justru harus menanggung rugi.

"Tak sedikit yang sampai habis-habisan. Ada yang sampai terjual sapi, mobil, bahkan tanahnya," tuturnya.

Baca Juga:
Terima Pimpinan Ketik.com, Cak Nur Ajak Kolaborasi Bangun Kota Batu Melesat

Nasib petani apel, sambung Utomo, kian buruk dengan jebloknya harga jual apel mereka. Bahkan, ia mengenang, harga per kilogram apel pernah mencapai angka Rp2500 saja.

Saat ini, menurut Utomo, para petani sudah bisa sedikit bernapas lega. Harga apel sudah mencapai Rp12.500 per kilo.

"Dengan harga ini, kami sudah bisa bernapas. Biaya produksi sudah tertutupi," ia menandaskan.

Baca Sebelumnya

Gubernur Khofifah Gercep! Pasar Murah Jatim Selamatkan Dompet Warga Sidoarjo Jelang Nataru

Baca Selanjutnya

Perolehan Medali Sementara SEA Games 2025: Indonesia Runner Up dengan 5 Emas

Tags:

Gerebek Batu GerebekBatu apel batu Apel Kota Batu Produksi Apel Batu

Berita lainnya oleh Dendy Ganda Kusumah

BNI Bantu Pasar Sawojajar Kota Malang Naik Kelas Jadi Pasar Modern Berbasis Digital

16 April 2026 13:45

BNI Bantu Pasar Sawojajar Kota Malang Naik Kelas Jadi Pasar Modern Berbasis Digital

Diresmikan Wahyu Hidayat, Pasar Sawojajar Kota Malang Resmi Naik Kelas Menjadi Pasar Modern

16 April 2026 12:20

Diresmikan Wahyu Hidayat, Pasar Sawojajar Kota Malang Resmi Naik Kelas Menjadi Pasar Modern

Peluang Berkontribusi di Dunia Pendidikan, Pemkot Malang Buka Seleksi Anggota Dewan Pendidikan 2026–2030

15 April 2026 18:56

Peluang Berkontribusi di Dunia Pendidikan, Pemkot Malang Buka Seleksi Anggota Dewan Pendidikan 2026–2030

Arema FC Resmi Jalin Kerja Sama dengan RS Hermina Tangkubanprahu Malang

14 April 2026 06:49

Arema FC Resmi Jalin Kerja Sama dengan RS Hermina Tangkubanprahu Malang

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

13 April 2026 13:26

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

Mindful Living Tanpa Plastik

11 April 2026 20:13

Mindful Living Tanpa Plastik

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H