KETIK, MALANG – Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan tujuh bangunan di Jalan Danau Ranau RT 8 RW 8, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Untuk mengusut tuntas insiden tersebut, kepolisian menjadwalkan pemanggilan terhadap pemilik Warung Lalapan Rizky yang diduga menjadi titik awal kemunculan api.
Diketahui, peristiwa yang terjadi pada Jumat, 24 Juli 2026 tersebut mengejutkan warga sekitar. Api dilaporkan pertama kali muncul dari area dapur warung lalapan sebelum akhirnya membesar dan merambat ke enam bangunan lain di sekitarnya.
Kapolsek Kedungkandang, Kompol M. Roichan, mengatakan bahwa pemanggilan pemilik warung lalapan dilakukan untuk menggali kronologi awal kejadian, sekaligus memastikan ada tidaknya unsur kelalaian.
"Masih kami jadwalkan untuk pemanggilan pemilik warung lalapan. Ia akan kami panggil untuk dimintai keterangan, mengingat informasi awal menyebut api pertama kali terlihat dari tempat usaha tersebut," jelasnya, Rabu, 29 Juli 2026.
Terkait penyebab pasti kebakaran, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan dari Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim. Kepolisian belum dapat mengambil kesimpulan sebelum hasil resmi keluar.
Baca Juga:
Belajar AI hingga Bisnis Startup, 330 Siswa SMK Telkom Purwokerto Serbu Malang Creative Center"Masih belum untuk Labfor (hasilnya belum keluar). Sehingga, penyebab kebakaran masih belum bisa dipastikan," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, para pemilik bangunan yang menjadi korban kebakaran di Jalan Danau Ranau, RT 08 RW 08, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang meminta pihak kepolisian mengusut tuntas penyebab peristiwa tersebut.
Peristiwa kebakaran itu terjadi pada Jumat, 24 Juli 2026 sekitar pukul 21.20 WIB. Adapun 7 bangunan yang terbakar adalah Toko Pakaian Idola milik Ela, Kios Singkong Keju Yuli, Tambal Ban milik Eko, Warung Lalapan dan Pempek Kiagus milik Firman Wahyudi, Kios Ayam Potong, Warung Bakso Abadi, serta Warung Lalapan Rizky.
Akibat kejadian itu, kerugian ditaksir mencapai hingga Rp 700 juta. Dibutuhkan lima unit mobil Damkar dan puluhan personel untuk memadamkan kebakaran tersebut.
Baca Juga:
Polisi Usut Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes Kota Malang, 4 Santri Jalani VisumSaat melakukan penyisiran di lokasi dapur belakang Warung Lalapan Rizky, polisi menemukan dua tabung elpiji ukuran 3 kilogram dengan posisi berada di dekat kompor. Salah satu tabung itu masih terpasang regulator yang juga ikut terbakar.
Kondisi regulator terbakar, dengan bukti pir regulator masih menempel di elpiji dengan kondisi hangus. Dua tabung itu sudah diamankan untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. (*)