BGN Tangguhkan Operasional 50 SPPG di Kabupaten Gunungkidul dan Bantul DIY, Ini Daftarnya

13 Maret 2026 11:45 13 Mar 2026 11:45

Thumbnail BGN Tangguhkan Operasional 50 SPPG di Kabupaten Gunungkidul dan Bantul DIY, Ini Daftarnya

Badan Gizi Nasional resmi menghentikan sementara operasional 50 SPPG per 11 Maret 2026. Langkah ini diambil setelah audit Direktorat Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II menemukan pelanggaran standar teknis yang serius, termasuk ketiadaan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sistem pengolahan limbah (IPAL) dan Mess. Penertiban ini merupakan bagian dari evaluasi terhadap 208 unit pelayanan di seluruh DIY yang operasionalnya ditangguhkan sebelumnya. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

KETIK, YOGYAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menangguhkan operasional 50 unit Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui surat nomor 870/D.TWS/03/2026 yang diterbitkan pada 11 Maret 2026, Direktorat Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II menetapkan status "Perubahan I" atas pemberhentian sementara operasional setelah melakukan validasi ulang terhadap data di lapangan.

Keputusan ini sekaligus membatalkan surat pemberhentian sebelumnya no 842/D.TWS/03/2026 tanggal 10 Maret 2026, demi akurasi data yang lebih presisi.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II, Albertus Dony Dewantoro, mengungkapkan bahwa penangguhan ini dipicu oleh kegagalan unit-unit pelayanan tersebut dalam memenuhi standar infrastruktur dan sanitasi dasar.

"Berdasarkan update data rekapitulasi SPPG yang belum mendaftarkan SLHS, belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta tidak ada tempat tinggal bagi Kepala SPPG, Pengawas Gizi, dan Pengawas Keuangan, maka surat pemberhentian sementara operasional sebelumnya dinyatakan tidak berlaku," tulis Albertus dalam dokumen tersebut.

Status operasional kini bergantung sepenuhnya pada kecepatan masing-masing unit dalam melengkapi fasilitas yang kurang.

Berdasarkan dokumen lampiran, berikut adalah daftar 50 SPPG di Kabupaten Gunungkidul dan Bantul yang operasionalnya ditangguhkan karena belum memenuhi standar SLHS, IPAL, atau Mess:

  1. SPPG Gunungkidul Purwosari Giripurwo (Kekurangan: IPAL dan Mess)
  2. SPPG Gunungkidul Wonosari Baleharjo 3 (Kekurangan: IPAL)
  3. SPPG Gunungkidul Wonosari Baleharjo 2 (Kekurangan: IPAL dan Mess)
  4. SPPG Gunungkidul Ngawen Kampung (Kekurangan: SLHS)
  5. SPPG Gunungkidul Nglipar Pilangrejo (Kekurangan: IPAL)
  6. SPPG Gunungkidul Panggang Giriwungu (Kekurangan: IPAL)
  7. SPPG Gunungkidul Patuk Patuk (Kekurangan: IPAL)
  8. SPPG Gunungkidul Playen Ngawu (Kekurangan: IPAL)
  9. SPPG Gunungkidul Playen Logandeng 3 (Kekurangan: IPAL)
  10. SPPG Gunungkidul Playen Bandung (Kekurangan: IPAL dan Mess)
  11. SPPG Gunungkidul Semin Bendung (Kekurangan: IPAL dan Mess)
  12. SPPG Gunungkidul Tanjungsari Kemadang 2 (Kekurangan: IPAL dan Mess)
  13. SPPG Gunungkidul Patuk Semoyo (Kekurangan: Mess)
  14. SPPG Gunungkidul Playen Ngunut (Kekurangan: Mess)
  15. SPPG Gunungkidul Tanjungsari Kemadang (Kekurangan: IPAL dan Mess)
  16. SPPG Gunungkidul Girisubo Jerukwudel (Kekurangan: SLHS)
  17. SPPG Gunungkidul Karangmojo Ngawis (Kekurangan: Mess)
  18. SPPG Gunungkidul Nglipar Natah (Kekurangan: IPAL dan Mess)
  19. SPPG Gunungkidul Patuk Beji (Kekurangan: Mess)
  20. SPPG Gunungkidul Ponjong Sumbergiri 2 (Kekurangan: IPAL)
  21. SPPG Gunungkidul Semanu Semanu 3 (Kekurangan: SLHS)
  22. SPPG Gunungkidul Semanu Ngeposari (Kekurangan: IPAL)
  23. SPPG Gunungkidul Semanu Pacarejo (Kekurangan: IPAL)
  24. SPPG Gunungkidul Semin Kemejing 2 (Kekurangan: SLHS)
  25. SPPG Gunungkidul Wonosari Wonosari 1 (Kekurangan: IPAL dan Mess)
  26. SPPG Bantul Bantul Palbapang (Kekurangan:  Mess)
  27. SPPG Bantul Kasihan Bangunjiwo (Kekurangan: Mess)
  28. SPPG Bantul Banguntapan Wirokerten 2 (Kekurangan: IPAL dan Mess)
  29. SPPG Bantul Sewon Pendowoharjo 2 (Kekurangan: IPAL)
  30. SPPG Bantul Kasihan Tirtonirmolo (Kekurangan: Mess)
  31. SPPG Bantul Imogiri Karangtengah 2 (Kekurangan: Mess)
  32. SPPG Gunungkidul Saptosari Planjan (Kekurangan: IPAL dan Mess)
  33. SPPG Bantul Pleret Bawuran (Kekurangan: Mess)
  34. SPPG Bantul Sewon Panggungharjo 2 (Kekurangan: Mess)
  35. SPPG Bantul Sedayu Argorejo (Kekurangan: Mess)
  36. SPPG Bantul Pandak Caturharjo (Kekurangan: Mess)
  37. SPPG Bantul Pajangan Triwidadi (Kekurangan: IPAL)
  38. SPPG Bantul Kretek Tirtomulyo (Kekurangan: IPAL)
  39. SPPG Bantul Piyungan Srimartani 3 (Kekurangan: IPAL)
  40. SPPG Bantul Pandak Gilangharjo (Kekurangan: Mess)
  41. SPPG Gunungkidul Saptosari Monggol (Kekurangan: Mess)
  42. SPPG Gunungkidul Wonosari Wonosari 2 (Kekurangan: IPAL)
  43. SPPG Bantul Sedayu Argomulyo 3 (Kekurangan: SLHS dan IPAL)
  44. SPPG Bantul Sedayu Argosari 2 (Kekurangan: IPAL)
  45. SPPG Gunungkidul Playen Logandeng (Kekurangan: Mess)
  46. SPPG Gunungkidul Wonosari Baleharjo (Kekurangan: Mess)
  47. SPPG Bantul Bantul Bantul 3 (Kekurangan: Mess)
  48. SPPG Gunungkidul Wonosari Karangrejek (Kekurangan: IPAL dan Mess)
  49. SPPG Bantul Sedayu Argomulyo (Kekurangan: Mess)
  50. SPPG Bantul Sewon Timbulharjo (Kekurangan: Mess)

Badan Gizi Nasional menekankan bahwa pemenuhan standar sanitasi melalui Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), pengelolaan limbah cair melalui IPAL, serta ketersediaan hunian (Mess) bagi petugas lapangan adalah harga mati bagi kredibilitas program nasional ini.

"Ditetapkan Perubahan I atas pemberhentian sementara operasional SPPG, hingga yang bersangkutan dapat melengkapi persyaratan yang belum dipenuhi," isi dalam surat tersebut.(*)

Tombol Google News

Tags:

Badan Gizi Nasional SPPG Yogyakarta Gunungkidul Bantul program gizi nasional sanitasi SLHS IPAL Infrastruktur Gizi Albertus Dony Dewantoro Kesehatan Masyarakat pengelolaan limbah Standar Higiene Penangguhan Operasional