KETIK, JAKARTA – Influencer asal Inggris, Christy Collins (28), nyaris kehilangan nyawa setelah mengalami infeksi serius yang bermula dari benjolan di area bikini usai mencukur bulu kemaluan.

Kondisi tersebut berkembang menjadi sepsis hingga membuatnya harus menjalani operasi darurat.

Kejadian itu bermula pada Agustus ketika Christy melihat benjolan kecil di garis bikini setelah seharian berada di luar rumah.

Tak lama kemudian, benjolan tersebut mulai mengeluarkan cairan.

Christy awalnya mengira benjolan itu merupakan bisul biasa atau akibat rambut yang tumbuh ke dalam.

Baca Juga:
Presiden Prabowo dan Tony Blair Bahas Perkembangan Strategis Global dalam Pertemuan di Kertanegara

Ia kemudian memencet benjolan kecil yang mengandung nanah tersebut.

Dalam hitungan hari, kondisi benjolan justru semakin parah. Benjolan berubah menjadi besar, keras dan kemerahan.

Ukurannya bahkan disebut mencapai sebesar iPhone 16 Pro Max dan membentang dari area bikini hingga bokong.

Kondisi Christy kemudian memburuk.

Baca Juga:
Raja Charles Cabut Gelar Pangeran Andrew "Adipati York" Usai Kontroversi Jeffrey Epstein

Ia merasa sangat lemas, kesulitan berjalan hingga harus terpincang-pincang. Ia bahkan sempat pingsan.

Christy sempat menghubungi layanan darurat. Namun, karena hari sudah larut, ia baru berkonsultasi dengan dokter keesokan harinya.

Saat itu, ia mendapatkan antibiotik, tetapi kondisinya tidak kunjung membaik.

Christy akhirnya dibawa ke rumah sakit dan harus menjalani operasi darurat.

Dokter mendiagnosisnya mengalami sepsis, kondisi ketika respons tubuh terhadap infeksi memicu reaksi berlebihan yang dapat menyebabkan kerusakan organ dan mengancam nyawa.

"Rasanya mengerikan mengetahui bahwa aktivitas mencukur yang selama ini biasa kulakukan ternyata bisa hampir membunuhku," ujar Christy, dikutip dari instagram pribadinya, Jumat, 18 September 2026.

Ia menjalani perawatan di rumah sakit selama lima hari.

Setelah keluar dari rumah sakit, Christy masih harus menjalani perawatan luka bekas operasi dengan kedalaman sekitar 5 sentimeter dan lebar sekitar 12,5 sentimeter.

Luka tersebut sengaja dibiarkan terbuka agar dapat sembuh dari bagian dalam.

Christy juga masih harus mengonsumsi antibiotik dan mendatangi dokter setiap hari untuk mengganti perban.

Infeksi tersebut turut berdampak pada aktivitas sehari-harinya. Christy mengaku membutuhkan bantuan sang ibu untuk mandi hingga pergi ke toilet.

"Aku seperti kehilangan kemandirian di usia 28 tahun. Biasanya aku bisa melakukan semuanya sendiri, tapi sekarang aku sangat bergantung pada ibu," tuturnya.

Setelah mengalami sendiri infeksi tersebut, Christy mengingatkan orang lain agar tidak menganggap remeh rambut yang tumbuh ke dalam, terutama ketika area tersebut mulai terasa sakit, membengkak, merah atau mengeluarkan cairan.

Ia menilai rambut tumbuh ke dalam memang dapat terjadi setelah mencukur area bikini.

Namun, ketika muncul tanda-tanda infeksi, kondisi tersebut sebaiknya tidak dipencet atau dibiarkan begitu saja.(*)