Beras Sintanur Bondowoso Resmi Dapat Sertifikat IG, Dorong Swasembada Pangan Nasional

Jurnalis: Haryono
Editor: Mustopa

27 Jun 2025 13:22

Thumbnail Beras Sintanur Bondowoso Resmi Dapat Sertifikat IG, Dorong Swasembada Pangan Nasional
Sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan HAM RI diserahkan secara resmi pada Kamis, 26 Juni 2025, kepada pemerintah daerah bersama kelompok Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG).(Foto: Haryono/Ketik)

KETIK, BONDOWOSO – Upaya Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam mendukung swasembada pangan nasional menunjukkan hasil positif. Salah satu produk unggulannya, Beras Sintanur Lembah Raung, kini telah memperoleh Sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

Sertifikat ini diserahkan secara resmi pada Kamis, 26 Juni 2025, kepada pemerintah daerah bersama kelompok Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG).

Perlindungan IG tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat identitas dan daya saing Beras Sintanur di pasar domestik maupun internasional. Manfaat dari sertifikasi ini meliputi perlindungan hukum terhadap merek, peningkatan nilai jual, dan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk.

Beras Sintanur berasal dari varietas padi aromatik unggul yang telah dilepas sejak tahun 2001 melalui SK Menteri Pertanian No. 71/Kpts/TP.240/1/2001. Di Bondowoso, varietas ini mulai dibudidayakan sejak sebelum tahun 2007 sebagai alternatif pengganti padi IR64.

Baca Juga:
Cegah Kebocoran Setoran Pajak, Bondowoso Terapkan e-SPPT untuk Pembayaran PBB

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bondowoso, Hendri Widotono, kajian wilayah untuk budidaya Sintanur sudah dilakukan sejak 2007.

Beberapa kecamatan yang dinilai ideal berada di kawasan pegunungan seperti Tlogosari, Sumber Wringin, Sukosari, Pujer, dan Wonosari, yang memiliki ketinggian antara 250–700 meter di atas permukaan laut dan suhu rata-rata 27°C.

Kondisi geografis ini, ditambah curah hujan tinggi dan aliran air dari mata air di pegunungan sekitar Lembah Raung, memungkinkan petani menanam padi Sintanur sepanjang tahun. Hasilnya adalah beras dengan ciri fisik khas: tidak memiliki white belly, bening, dan bersih tanpa semburat putih.

Kesadaran akan potensi ini mendorong warga di lima kecamatan tersebut untuk membentuk MPIG Beras Sintanur Lembah Raung. Kelompok ini mengusulkan pengajuan perlindungan kekayaan intelektual ke Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham. Mereka bertanggung jawab menjaga mutu beras sesuai dengan dokumen resmi deskripsi IG.

Baca Juga:
Banjir Wonoboyo Jadi Alarm, Pemkab Bondowoso Bangun Sistem Penanganan Bencana Terintegrasi

Hendri menegaskan, perlindungan ini merupakan bagian dari visi besar Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid untuk memperkuat sektor pangan melalui legalitas, branding, dan hilirisasi. Program unggulan lain yang mendukung misi ini meliputi pembentukan klinik pertanian, penyediaan pupuk gratis, dan dukungan terhadap rantai pasok produk pertanian.

“Dengan IG ini, Beras Sintanur menjadi identitas khas Bondowoso yang tak bisa ditiru daerah lain. Ini adalah bukti nyata dari komitmen bupati dalam mewujudkan janji kampanyenya,” ujar Hendri.

Beras Sintanur dikenal tidak hanya karena aromanya yang harum, tetapi juga teksturnya yang pulen saat dimasak. Meski produktivitasnya masih standar—sekitar 6,1 ton per hektare gabah kering sawah—nilai jualnya tinggi karena keunggulan rasa dan aroma.

Saat ini, distribusinya sudah menjangkau beberapa wilayah melalui kerja sama dengan off-taker seperti PT Samudera Indo Pangan di Grujugan.(*)

Baca Sebelumnya

Ini Kata Bupati Situbondo saat Menghadiri Festival Budaya Adat KK

Baca Selanjutnya

Fasilitas Olahraga Baru Hadir di Banjardawa Pemalang, BBM Mini Soccer Resmi Dibuka

Tags:

Beras Sintanur Kantongi IG Bondowoso Berkah AHW Bupati Bondowoso Ra Hamid Bupati Bondowoso

Berita lainnya oleh Haryono

Dari Data ke Aksi: Bondowoso Matangkan Strategi Tekan Kemiskinan

16 April 2026 15:33

Dari Data ke Aksi: Bondowoso Matangkan Strategi Tekan Kemiskinan

Krisis Energi Disikapi Aksi Nyata, UIN KHAS Jember Gaungkan Satu Hari Tanpa BBM

16 April 2026 15:25

Krisis Energi Disikapi Aksi Nyata, UIN KHAS Jember Gaungkan Satu Hari Tanpa BBM

UIN KHAS Jember Gelar Temu Alumni Akbar, Ribuan Lulusan Siap Bersatu Dorong Kampus Berdampak

16 April 2026 15:07

UIN KHAS Jember Gelar Temu Alumni Akbar, Ribuan Lulusan Siap Bersatu Dorong Kampus Berdampak

Perkuat Gerakan Keluarga Sejahtera, 14 Ketua TP PKK Kecamatan Resmi Dilantik di Pendopo

16 April 2026 14:55

Perkuat Gerakan Keluarga Sejahtera, 14 Ketua TP PKK Kecamatan Resmi Dilantik di Pendopo

Bupati Bondowoso Buka Dialog dengan BAMAG, Perkuat Kerukunan Antarumat

16 April 2026 01:14

Bupati Bondowoso Buka Dialog dengan BAMAG, Perkuat Kerukunan Antarumat

Audiensi dengan BI Jember, Pemkab Bondowoso Bahas Strategi Kembangkan UMKM

16 April 2026 00:45

Audiensi dengan BI Jember, Pemkab Bondowoso Bahas Strategi Kembangkan UMKM

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H