Bendera One Piece Bikin Pemerintah Ketakutan, Sosiolog UMM: Gagalnya Janji Kemerdekaan

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Mustopa

2 Agt 2025 18:02

Headline

Thumbnail Bendera One Piece Bikin Pemerintah Ketakutan, Sosiolog UMM: Gagalnya Janji Kemerdekaan
Ilustrasi bendera One Piece yang mulai banyak dipasang masyarakat, memicu ketakutan penguasa. (Grafis: Rihad Humala/Ketik)

KETIK, MALANG – Memasuki momen HUT Kemerdekaan ke-80 RI, ramai masyarakat mengibarkan bendera One Piece yang disandingkan dengan bendera Merah Putih. Fenomena unik tersebut sempat membuat pemerintah ketakutan dan mengecam tindakan tersebut.

Aksi berlebihan dari pemerintah itu memicu perhatian masyarakat. Dosen Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Abdus Salam menyebut bahwa fenomena tersebut sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap negara.

"Semestinya, kemerdekaan itu memiliki tujuan tentang kesejahteraan. Bahasanya, untuk apa mengibarkan bendera Merah Putih, jika makna hakiki kemerdekaan juga tidak tercapai. Kira-kira begitu pesan masyarakat," ujarnya, Sabtu 2 Agustus 2025.

Pada momen hari kemerdekaan ini, masyarakat ingin menunjukkan ekspresi kekecewaannya terhadap realitas sosial yang jauh dari tujuan kemerdekaan. Kesenjangan sosial, ngawurnya kebijakan pemerintah, membuat kehadiran negara semakin sulit dirasakan oleh masyarakat.

Baca Juga:
Duka Mendalam, Balai Kota Malang Kibarkan Bendera Setengah Tiang untuk Try Sutrisno

"Ini kekecewaan sosial karena negara tidak hadir untuk menjawab persoalan. Apalagi bendera itu simbol solidaritas kru bajak laut. Apabila ada keadilan sosial, kesejahteraan di masyarakat terwujud, maka relasi masyarakat dengan negara akan harmonis," terangnya.

Belakangan ini banyak tingkah pejabat yang membuat masyarakat geleng-geleng kepala. Mulai dari statement Prabowo dalam merespon gerakan Indonesia Gelap, hingga menyebarkan ketakutan bahwa banyak gerakan yang kontra pemerintah, ditunggangi oleh antek asing.

Menurut Salam, kegemparan pemerintah dalam menanggapi fenomena ini muncul karena rasa terusik terhadap ketidaknyamanan sosial yang mulai terlihat di masyarakat. Dalam perspektif kekuasaan, ekspresi ini dinilai berbahaya apabila semakin masif karena berpotensi memicu perlawanan. 

"Gerakan seperti itu bisa dianggap makar, kalau bahasa Orba. Sudah tidak percaya dengan negara, elit politik, dan pemerintah. Dari gerakan itu, bisa melahirkan solidaritas sosial, memiliki perasaan sama, kekecewaan yang disimbolkan dengan mengibarkan bendera One Piece," tegasnya.

Baca Juga:
[FOTO] Merah Putih dan Bendera NU Warnai Stadion Gajayana Jelang Mujahadah Kubro

Pemerintah seharusnya bersikap santai dan lebih bijak dalam merespon fenomena tersebut. Kecuali jika ditemukan upaya pelanggaran seperti menghina bahkan merusak bendera Merah Putih sebagai simbol negara.

"Menurut saya gak usah sampai ada pelarangan dari pemerintah. Negara punya BIN, difungsikan saja. Betul gak, ada sponsornya, gerakan di balik itu ada sesuatunya. Tapi kalau gerakan itu simbol ekspresi anak muda ya biarkan saja," ucapnya.

Menurutnya masih banyak persoalan penting yang harus diperhatikan pemerintah. Justru fenomena dan ekspresi kekecewaan masyarakat tersebut harus dijadikan bahan refleksi bagi pemerintah agar lebih mengutamakan kepentingan masyarakat.

"Jadi momen refleksi pemerintah juga. Daripada merespon model begini, pemerintah itu mestinya merespon dalam bentuk regulasi untuk mengantarkan percepatan kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik yang baik," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Dugaan Praktik Jual Beli Tanah Negara di Desa Soco Magetan Tuai Sorotan

Baca Selanjutnya

Kecelakaan Maut di Asemrowo Kali Surabaya, Seorang Ibu Tewas di Lokasi

Tags:

Bendera One Piece bendera merah putih One piece Sosiolog UMM Janji Kemerdekaan Agustusan HUT Kemerdekaan RI

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar