KETIK, MALANG – Arema FC dinilai belum tampil maksimal pada ajang perdana di pramusim Piala Presiden 2026 dan belum bisa menjadi tolak ukur kekuatan tim yang sesungguhnya.

Dengan masa persiapan yang singkat, kondisi kebugaran pemain belum maksimal, hingga proses membangun chemistry antarpemain menjadi faktor yang mempengaruhi performa Singo Edan pada laga pertama.

CEO Arema FC, Iwan Budianto, menegaskan bahwa Piala Presiden 2026 sejak awal memang diposisikan sebagai bagian dari proses penyelarasan tim menuju kompetisi resmi.

Sehingga, publik diminta untuk tidak terburu-buru dalam memberikan penilaian terhadap performa tim. Ia juga menyampaikan ucapan General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi jika gelar juara adalah bonus.

"Ini bukan awal musim, tetapi masih pre-season. Jadi jangan berekspektasi terlalu berlebihan. Sejak awal, juga sudah sampaikan bahwa turnamen ini menjadi bagian dari program penyelarasan tim. Saya ingat, kata Pak Inal (General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi), juara tentu menjadi bonus, tetapi yang utama adalah membentuk tim yang siap menghadapi kompetisi," ujarnya.

Baca Juga:
Arema FC Tundukkan Tampines Rovers 2-1, Brace Gustavo Henrique Jaga Asa ke Semifinal Piala Presiden 2026

Menurutnya, kondisi fisik para pemain juga belum berada pada level terbaik. Masa persiapan yang relatif singkat membuat tingkat kebugaran setiap pemain yang berbeda-beda belum mencapai target yang diinginkan sehingga berpengaruh pada permainan tim di lapangan.

Sebagian besar pemain masih belum berada pada level fitness yang optimal beberapa dari mereka baru mencapai 40 hingga 80 persen. Kondisi tersebut yang mempengaruhi performa tim.

Selain faktor kebugaran, pria yang akrab disapa IB itu menjelaskan bahwa kehadiran sejumlah pemain baru juga masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Pelatih Marcos Santos sengaja memberikan kesempatan bermain kepada mereka untuk mencari komposisi terbaik sekaligus membangun chemistry antarpemain.

"Kenapa pemain baru dicoba di babak kedua? Karena memang mungkin level fit dan chemistry-nya juga belum terbentuk (optimal). Mereka masih dalam tahap saling memahami satu sama lain. Understanding each other itu sangat penting dalam permainan tim seperti sepak bola. Jadi kita tunggu saja, insya Allah nanti akan segera membaik," tutur Iwan Budianto.

Baca Juga:
Bernardo Tavares Siapkan Pemain Persebaya, Waspada Ledakan Semangat PSMS

IB mengungkap bahwa Piala Presiden menjadi momen penting bagi tim pelatih dan manajemen untuk melakukan evaluasi. Dari evaluasi tersebut, tidak menutup kemungkinan Arema FC masih akan menambah amunisi apabila hasil evaluasi menunjukkan adanya kebutuhan di beberapa posisi.

"Kalau melihat musim lalu, setelah Piala Presiden kita melakukan evaluasi lalu merekrut pemain Betinho ya. Artinya, pre-season memang dibuat untuk melihat apakah masih perlu mengubah struktur tim atau ada kebutuhan lain yang harus dipenuhi," ungkapnya.

Dari evaluasi terhadap pelatih Marcos Santos, ia memastikan tidak ada keputusan yang diambil hanya berdasarkan hasil turnamen pra-musim. Evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh terhadap semua apek tim.

"Evaluasi pasti ada, tetapi terhadap keseluruhan, bukan kepada person. Tidak secepat itu. Masa hanya gara-gara turnamen pramusim langsung mengevaluasi, apalagi sampai memberhentikan pelatih," ucap IB.

Mengingat bahwa waktu persiapan Arema FC menuju Piala Presiden sangat terbatas, IB menyampaikan bahwa sebagian besar pemain baru berkumpul sekitar dua pekan sebelum turnamen dimulai, bahkan beberapa pemain asing baru bergabung sekitar sepekan sebelumnya.

"Tim ini baru berkumpul sekitar dua minggu. Ada pemain lokal yang lebih dulu bergabung, tetapi beberapa pemain asing bahkan baru datang sekitar seminggu lalu. Lalu mereka langsung dimainkan sebagai sebuah tim dan kemudian langsung di-judge. Tentu itu tidak adil," tuturnya.

Selain itu, lawan yang dihadapi Arema FC pada laga perdana juga merupakan tim yang memiliki kualitas tinggi dan bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh suporternya. 

"Jangan lupa, lawan kita juara tiga kali berturut-turut kompetisi. Bermain di kandang sendiri, di depan pendukungnya sendiri, bukan hal yang mudah. Jadi mari kita lebih sabar menunggu racikan pelatih. Saya yakin seiring waktu tim ini akan semakin baik," pungkas Iwan Budianto.(*)