Belasan Siswa SD di Kedungwuni Pekalongan Mual dan Muntah Usai Santap Menu MBG

14 Januari 2026 10:40 14 Jan 2026 10:40

Thumbnail Belasan Siswa SD di Kedungwuni Pekalongan Mual dan Muntah Usai Santap Menu MBG

Foto Ilustrasi AI: Siswa SD mendapatkan makanan Program MBG (Foto:Slamet/ketik.com)

KETIK, PEKALONGAN – Sebanyak 15 siswa SD Negeri 01 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, mengalami mual dan muntah setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa, 13 Januari 2026. Kejadian tersebut langsung mendapat perhatian dari pihak sekolah dan instansi terkait.

Kasus ini saat ini masih dalam penanganan aparat kesehatan setempat. Pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk memastikan penyebab kejadian, termasuk melalui uji laboratorium terhadap makanan yang dikonsumsi para siswa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD Negeri 01 Kedungwuni, Deddy Ardiansyah, menjelaskan bahwa gejala awal muncul pada lima hingga enam siswa kelas IV sebelum akhirnya bertambah.

“Awalnya ada lima, enam anak yang mual, muntah. Setelah itu ada susulan. Total sama susulan 15,” ungkapnya.

Para siswa yang mengalami keluhan segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Sebanyak sembilan siswa mendapatkan penanganan di Puskesmas Kedungwuni I, sementara enam lainnya dirujuk ke RSI Pekajangan karena keterbatasan kapasitas layanan. Seluruh siswa telah diperbolehkan pulang dan tidak ada yang menjalani rawat inap.

Untuk menelusuri penyebab dugaan keracunan, pihak Puskesmas Kedungwuni I mengambil sampel makanan MBG dan sisa muntahan siswa. Sampel tersebut dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Pekalongan dan selanjutnya diperiksa di laboratorium Provinsi Jawa Tengah.

Menu MBG yang disajikan pada hari kejadian terdiri atas bakmi goreng Jawa, telur ceplok, tahu goreng, lalapan timun, serta buah anggur. Seluruh makanan tersebut disuplai oleh Satuan Pelayanan Penyedia Gizi (SPPG) Kedungwuni Timur.

Kepala SPPG Kedungwuni Timur, Mochamad Idhar Khaerul, membenarkan adanya laporan dugaan mi dalam kondisi tidak layak konsumsi. Ia mengaku langsung melakukan pengecekan ke sekolah.

“Saya cek itu teksturnya tidak lengket, tapi rasanya asem. Kalau makanan basi biasanya lengket dan berlendir. Ini tidak, masih utuh, empuk, tapi rasanya asem,” jelasnya.

Idhar memaparkan proses pengolahan makanan dimulai sejak pukul 00.00 hingga 03.00 WIB. Selanjutnya dilakukan quality control dan pemeriksaan gizi pada pukul 05.30 WIB sebelum makanan didistribusikan sekitar pukul 07.00 WIB dan tiba di sekolah sekitar pukul 09.00 WIB.

Setelah menerima laporan adanya siswa yang mengalami muntah, pihak SPPG langsung mengerahkan tim lapangan untuk memantau kondisi siswa di fasilitas kesehatan.

“Saya langsung perintahkan asisten lapangan ke puskesmas, habis itu ke rumah sakit,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Pekalongan, Nauf, menyatakan bahwa kejadian tersebut masih dikategorikan sebagai kejadian menonjol dan belum ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

“Ini masih dugaan karena harus ada pengecekan dulu. Kalau KLB itu yang menentukan pemerintah daerah,” ujarnya.

Sebagai langkah tindak lanjut, SPPG telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN), TNI, Polri, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur.

“Kami tetap objektif dan tidak menutup-nutupi informasi. Laporan khusus akan kami sampaikan ke BGN pusat sambil menunggu hasil laboratorium,” tegas Nauf.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Edy Herijanto, memastikan seluruh sampel makanan telah dikirim untuk pemeriksaan lanjutan.

“Iya, sampelnya sudah dibawa ke laboratorium untuk dicek. Nanti kita lihat hasilnya,” ucapnya.

Hingga saat ini, hasil uji laboratorium masih dinantikan untuk memastikan apakah rasa asam pada mi menjadi penyebab utama mual dan muntah yang dialami para siswa, atau terdapat faktor lain yang memicu kejadian tersebut. (*)

Tombol Google News

Tags:

MBG Keracunan Makanan SD Negeri 01 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan Makan bergizi gratis SPPG Dinkes Pekalongan Berita Pekalongan