KETIK, MALANG – Tidak semua peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) bergantung pada bimbingan belajar. Ayomi, siswa SMA Negeri 1 Kesamben di Blitar, menunjukkan bahwa belajar mandiri dapat membantu menghadapi ujian masuk perguruan tinggi.
Sejak Juli 2025, Ayomi mulai mempersiapkan diri secara serius. Ia membuat rutinitas belajar yang konsisten, dimulai sepulang sekolah hingga pukul 22.00 WIB. Rutinitas ini dinilai penting untuk menjaga fokus dan kesiapan menghadapi UTBK.
“Aku mulai belajar dari bulan Juli 2025. Biasanya pulang sekolah langsung belajar sampai jam 10 malam,” ujarnya saat ditemui usai mengerjakan UTBK.
Ayomi memilih untuk tidak mengikuti bimbingan belajar (bimbel), berbeda dengan kebanyakan peserta lain. Ia lebih suka belajar sendiri dan mengerjakan soal. Meskipun memiliki keterbatasan dalam memperoleh akses ke pendidikan tambahan, ia tetap bersemangat.
Ayomi menyadari bahwa soal UTBK cukup sulit, terutama pada bagian Penalaran Kuantitatif dan Pemecahan Masalah (PKPM). Soal-soal yang muncul dinilai cukup menantang dan tidak sepenuhnya sesuai dengan materi yang telah ia pelajari.
Baca Juga:
Diresmikan Bupati Pemalang, Bank Sampah ‘Dadi Resik’ Bikin Warga Bisa Dapat Uang dari Sampah"Kalau PKPM itu sebenarnya bisa, tapi susah. Soalnya yang keluar sedikit dan di luar yang aku kuasai,” jelasnya.
Namun, pada bagian Pemahaman dan Penalaran Umum (PPU), ia merasa lebih percaya diri karena masih berada dalam jangkauan kemampuannya. Ia juga banyak belajar dari pengalaman mengerjakan soal.
Ayomi tetap optimistis meskipun menghadapi berbagai tantangan. Ia bahkan menyatakan keyakinannya untuk dapat lolos ke perguruan tinggi impian.
"Harus 100 persen yakin,” tegasnya.
Baca Juga:
Dorong Pembelajaran Bermakna, Jairi Irawan Gandeng IGI Perkuat Kompetensi Guru di BlitarAyomi ingin melanjutkan pendidikan ke Universitas Brawijaya dengan program studi Administrasi Bisnis. Ia berharap hasil UTBK yang telah dijalaninya dapat membantunya mencapai tujuan tersebut.
Kisah Ayomi menunjukkan bahwa kedisiplinan, keyakinan diri, dan upaya belajar mandiri dapat menjadi modal penting untuk menghadapi UTBK, bahkan tanpa bimbingan belajar. (*)