KETIK, MALANG – Sebanyak 330 siswa kelas XII SMK Telkom Purwokerto mempelajari ekosistem startup di Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, Rabu, 29 Juli 2026.
Bertajuk Stematel Insight (Industry Study for Inspiring Generation and Career Path), kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi kurikulum School of Global Technopreneur dalam melahirkan sumber daya manusia yang siap bersaing di industri digital.
Kepala SMK Telkom Purwokerto, Aris Puji Santoso mengatakan, kegiatan ini merupakan implementasi dari model pembelajaran berbasis proyek yang menjadi pilar utama kurikulum baru sekolah.
"Kami ingin mengimplementasikan pengalaman industri secara riil kepada para siswa. Sehingga tidak hanya mendengar teori semata, melainkan bisa bertemu langsung dengan para pelaku startup," ujarnya kepada Ketik.com, Rabu, 29 Juli 2026.
Ia mengungkapkan, MCC dipilih karena sebagai pusat berkumpulnya startup dan pelaku ekonomi kreatif berbasis teknologi di Kota Malang. Lewat kunjungan ini, diharapkan siswa secara langsung dapat memahami budaya kerja, manajemen, hingga proses pengembangan sebuah startup secara utuh.
Baca Juga:
Polisi Usut Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes Kota Malang, 4 Santri Jalani Visum"Ketika datang langsung kesini, siswa dapat mengetahui tentang aktivitas harian sebuah startup, mengikuti coaching hingga mempelajari manajemen dan budaya kerjanya. Target akhirnya, mereka mampu membawa pulang cetak biru bagaimana sebuah startup dibangun dari nol," terangnya.
Setelah kegiatan berakhir, nantinya seluruh siswa diwajibkan menyusun resume materi, membuat video dokumentasi aktivitas, kemudian mempresentasikan hasil pembelajaran tersebut di kelas masing-masing sebagai bentuk evaluasi.
Dalam kegiatan tersebut, SMK Telkom Purwokerto berkolaborasi dengan Indiekraf Indonesia. Komunitas kreatif ini menerjunkan lima mentor profesional untuk memberikan materi terkait Artificial Intelligence (AI), Digital Marketing, Game Developer, dan Startup Business
Direktur Indiekraf Indonesia M. Ziaelfikar Albaba menyambut positif antusiasme para siswa. Karena tidak hanya bersikap pasif, melainkan juga aktif dengan bertanya dan mempelajari langsung materi yang diberikan.
Baca Juga:
Diminta Temui Warga Griya Shanta, Wali Kota Malang Pilih Hormati Proses Hukum"Di kelas AI misalnya, siswa diajarkan memanfaatkan kecerdasan buatan untuk content creation dan efisiensi kerja. Karena MCC ini adalah hub ekonomi kreatif, tempat yang sangat tepat bagi mereka untuk belajar dari praktisinya langsung," ungkapnya.
Ia juga menambahkan, bahwa kolaborasi ini akan dilakukan secara berkelanjutan. Karena kedua pihak telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk berbagai program meliputi kelas industri, program magang, hingga guru tamu.
"Kami berharap, ekosistem kreatif yang sudah berkembang di Malang ini bisa menginspirasi para siswa. Sehingga, kelak dapat memicu lahirnya ekosistem serupa atau bahkan suatu saat berdiri Purwokerto Creative Center di daerah tersebut," tandasnya. (*)