Bel 'Tot-Tot' Kayutangan Heritage Malang Dinilai Perlu Jeda, Ini Alasannya

Jurnalis: Nurul Aliyah
Editor: Aziz Mahrizal

17 Jan 2026 18:19

Thumbnail Bel 'Tot-Tot' Kayutangan Heritage Malang Dinilai Perlu Jeda, Ini Alasannya
Pengunjung sedang menyeberang di penyeberangan tot-tot Kayutangan Heritage Malang. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Fasilitas penyeberangan pejalan kaki (pelican crossing) dengan bunyi khas "tot-tot" di kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, dinilai perlu dievaluasi. Jeda waktu penyeberangan diperlukan guna menjaga kenyamanan pengendara dan keamanan wisatawan.

Seiring meningkatnya volume kendaraan dan arus wisatawan di jantung Kota Malang tersebut, fasilitas zebra cross ini menjadi titik paling sibuk. Saat ini, pejalan kaki dapat menekan tombol kapan saja untuk menghentikan arus lalu lintas. Namun, sistem tanpa jeda ini mulai memicu keluhan dari para pengguna jalan.

Ketiadaan durasi tunggu antarpenyeberangan menyebabkan ketidakteraturan arus lalu lintas. Pengendara sering kali terpaksa melakukan pengereman mendadak secara berulang karena pejalan kaki menyeberang satu per satu dalam waktu yang berdekatan.

"Saya sering merasa risih kalau harus berhenti mendadak, padahal yang lewat cuma satu orang. Kalau ada jeda waktu tertentu, saya kira akan lebih efektif," ujar Siswoyo, seorang pengendara yang rutin melintasi kawasan tersebut.

Baca Juga:
Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

Selain kemacetan, bunyi peringatan yang muncul terus-menerus juga dianggap menciptakan polusi suara yang mengganggu estetika kawasan cagar budaya tersebut.

Untuk mengatasi masalah tersebut, muncul usulan penerapan jeda waktu antara 1 hingga 5 menit setelah satu kelompok pejalan kaki selesai menyeberang.

Tak hanya itu, setelah menunggu lima menit untuk menyeberang, perlu durasi waktu 30 detik untuk pejalan kaki menyeberang bersama-sama, tidak setiap ada pengunjung yang ingin menyeberang selalu berbunyi.

Mengaca pada daerah-daerah lain di Indonesia, seperti Surabaya yang sudah menerapkan jeda pada bunyi bel penyeberangan. 

Baca Juga:
DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Penyeberangan darurat bisa digunakan tombolnya setelah durasi atau masa jeda minimal selesai. Hal ini penting diterapkan untuk menjaga kenyamanan sesama pengguna jalan. Terlebih bisa menghindari oknum pengguna jalan yang usil.

Tanpa batasan jeda, tombol penyeberangan dapat dipicu terus-menerus oleh siapapun. Padahal, penerapan jeda waktu mampu menghemat listrik, menekan polusi suara, serta menjamin keamanan pejalan kaki yang menyeberang bersamaan tanpa mengganggu kelancaran arus kendaraan.

Dalam hal ini, usulan jeda waktu pada bel penyeberangan akan memberikan kenyamanan pada pejalan kaki dan juga pengendara yang setiap harinya melewati kawasan Kayutangan Heritage Malang.(*)

Baca Sebelumnya

Efek Trans Jatim, Pasar Among Tani Kota Batu Siap Bersolek Jadi Pusat Kuliner dan UMKM

Baca Selanjutnya

Jalur Pekalongan–Sragi Tergenang, KAI Daop 7 Madiun Pastikan Seluruh KAJJ Tetap Tepat Waktu

Tags:

kayutangan heritage malang Kota Malang pelican crossing bel penyeberangan Kayutangan Heritage kayutangan kayutangan malang

Berita lainnya oleh Nurul Aliyah

BREAKING NEWS: Eks Dosen Pascasarjana UIN Malang Yai Mim Meninggal Dunia

13 April 2026 16:18

BREAKING NEWS: Eks Dosen Pascasarjana UIN Malang Yai Mim Meninggal Dunia

Sekda Kabupaten Malang Terpukau Graha Ketik, Dikelilingi UMKM hingga Ketagihan Pempek Palembang Khas Cemorokandang

13 April 2026 15:43

Sekda Kabupaten Malang Terpukau Graha Ketik, Dikelilingi UMKM hingga Ketagihan Pempek Palembang Khas Cemorokandang

Skyroom Cafe HOTEL THE 1O1 Malang OJ Luncurkan Paket "Work and Chill", Sensasi WFH di Rooftop Tertinggi Kota Malang

13 April 2026 07:00

Skyroom Cafe HOTEL THE 1O1 Malang OJ Luncurkan Paket "Work and Chill", Sensasi WFH di Rooftop Tertinggi Kota Malang

Area Barat Cafe Batu, Tempat Ngopi di Tengah Hutan dengan Suasana Healing yang Menenangkan

12 April 2026 16:45

Area Barat Cafe Batu, Tempat Ngopi di Tengah Hutan dengan Suasana Healing yang Menenangkan

De Access Malang Buka PPDB Batch 6 Gelombang II TA Juli 2026-Juli 2027, Siapkan SDM Hospitality Siap Kerja

12 April 2026 16:38

De Access Malang Buka PPDB Batch 6 Gelombang II TA Juli 2026-Juli 2027, Siapkan SDM Hospitality Siap Kerja

Haraku Ramen Hadir di Kota Malang, Sajikan Ramen Halal dengan Cita Rasa Jepang yang Medok di Lidah Lokal

12 April 2026 15:38

Haraku Ramen Hadir di Kota Malang, Sajikan Ramen Halal dengan Cita Rasa Jepang yang Medok di Lidah Lokal

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar