Begini Penjelasan Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih tentang Keberatan OPD atas Narsum Anggota Dewan

Editor: Fathur Roziq

15 Jan 2025 12:42

Headline

Thumbnail Begini Penjelasan Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih tentang Keberatan OPD atas Narsum Anggota Dewan
Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.co.id)

KETIK, SIDOARJO – Kabar tentang sambatan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Sidoarjo mendapatkan respons dari Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih. Ini penjelasan dari legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut. 

Ada keluhan kepala dinas, badan, dan OPD lain tentang kewajiban menyediakan kegiatan narsum DPRD Sidoarjo?

Nggak (begitu) juga ya.  Itu kan bukan menyediakan. Secara alamiah kayak kemarin aja. Artinya, bahwa teman-teman DPRD itu punya kewajiban juga. Ikut menyosialisasikan beberapa aturan. Kebijakan. Termasuk mengungkit beberapa PR-PR yang selama ini sudah kita diskusikan di hearing dengan OPD.

Nah, dengan kita menjadi narasumber ataupun ketemu dengan konstituen di masyarakat, kita sekaligus mengetahui seberapa jauh persoalan-persoalan yang ada. Saya pikir tidak ada dalam artian istilahnya harus, wajib, tidak ada. Alamiah saja.

Baca Juga:
DLHK Sidoarjo Tindak TPS Liar di Jabon Sidoarjo

Mengapa ada keluhan anggaran narsum DPRD di OPD naik dua sampai tiga kali lipat?

Mungkin bukan naik ya. Kita proporsional. Kan kita njagani. Jangan sampai hak semacam itu kemudian njomplang hanya karena misalkan like and dislike. Atau sesama anggota tidak sama.

Kemudian ada yang, misalnya OPD dengan mitranya, komisi, berbeda. Mungkin hanya sebatas itu saja mungkin. Sehingga, kesannya dobel atapun nambah. Tidak. Sebenarnya asas pemerataan saja.

Tentang honor narsum yang 1 sampai 3 jam  untuk sekali kegiatan?

Baca Juga:
Empat Posisi di BPR Delta Artha dan PT Aneka Usaha Sidoarjo ”Terlarang” untuk Pengurus Parpol

Tidak ada 3 jam. Sekarang maksimal 1 sampai 2 jam saja.

OPD keberatan jika harus mengadakan kegiatan untuk narsum setiap hari, bagaimana?

Tidak ada setiap hari. Sampai hari ini tidak ada. Fleksibel. Alamiah. Artinya kalau itu kegiatan membutuhkan sosialisasi atau semacam narasumber atau apa. Kalau ndak ya ndak lah. Tidak ada kalimat wajib.

Anggaran melekat di masing-masing OPD. Kegiatan OPD. Kegiatan A kalau perlu ada narsum ya ada. Kalau tidak ada ya tidak. Kalau dinas tidak menghadirkan ya tidak apa-apa.

Benarkah anggaran narsum setiap komisi Rp 200 juta dan Rp 200 juta juga untuk pimpinan DPRD Sidoarjo?

Tidak ada. Itu hanya mungkin pengaturan tadi itu. Sifatnya proporsional saja. Biar semua anggota komisi tidak njomplang dan rata. 

Koen gak nurut, gak ngene, gak tak kek i. Bahasanya kan gitu ya. (Tidak ada kata-kata kalau tidak menurut pimpinan tidak diberi jatah narsum, red).

Yang tahu soal itu ya komisi-komisi. Saya tidak ingin tidak sesuai dengan mitranya. Semaksimal mungkin disesuaikan dengan mitranya.

Seberapa efektif peran anggota DPRD menjadi narsum di OPD?

Kita jangan melihat OPD-nya, tapi konstituennya. Dari situ banyak sekali masukan-masukan yang kita berikan kepada OPD. Contoh, audies-nya kader kesehatan. Selama ini bagaimana keluhan mereka yang hanya dapat Rp 25 ribu menjadi Rp 50 ribu kemudian Rp 100 ribu.

Misalnya Liponsos. Bagaimana jerit tangis dan sedihnya liponsos. Selama ini kita tahunya hanya laporan OPD, gitu kan. Kalau kita ketemu langsung banyak masukan yang didapatkan.

Pimpinan OPD khawatir anggaran narsum tidak terserap dan mereka disalahkan?

Nah, itu nanti perlu ada fungsi kontrol di internal dewan sendiri. Misalnya, setiap cawu 1 atau cawu 2, bagaimana serapannya. Termasuk pengawasan dari media, Sampeyan-Sampeyan semua ini.

Ada juga keluhan bahwa saat anggota DPRD menjadi narsum di OPD tanpa kesiapan materi presentasi?

Itu yang kita push kepada teman-teman. Kalau mereka tidak punya materi, minimal mereka punya note. Saya yakin pasti ada di masing-masing komisi.

Saya kembalikan ke komisi itu agar setiap anggota ini koordinasi dengan pendamping dan komisi. Bahan apa atau materi apa yang akan disampaikan ketika ketemu konstituen. Karena mereka ketemu internal (komisi) sendiri. Yang jelas ada lah. Tapi, kalau ada satu atau dua anggota ya itu nanti akan kita push lagi. (*)

 

 

Baca Sebelumnya

Begini Sambatan Pimpinan OPD soal Narsum DPRD Sidoarjo; Ada Yang Lucu, Kecewa, hingga Pasrah

Baca Selanjutnya

BRI Catatkan Pencapaian Strategis, Penyaluran Kredit UMKM Capai Rp 627,6 Triliun

Tags:

sidoarjo DPRD Sidoarjo Pemkab Sidoarjo Abdillah Nasih Anggaran Narsum DPRD Sidoarjo

Berita lainnya oleh Fathur Roziq

DLHK Sidoarjo Tindak TPS Liar di Jabon Sidoarjo

15 April 2026 10:07

DLHK Sidoarjo Tindak TPS Liar di Jabon Sidoarjo

DPRD Sidoarjo Ingatkan Komisaris-Direksi BPR Delta Artha dan Aneka Usaha

14 April 2026 08:21

DPRD Sidoarjo Ingatkan Komisaris-Direksi BPR Delta Artha dan Aneka Usaha

Empat Posisi di BPR Delta Artha dan PT Aneka Usaha Sidoarjo ”Terlarang” untuk Pengurus Parpol

14 April 2026 06:52

Empat Posisi di BPR Delta Artha dan PT Aneka Usaha Sidoarjo ”Terlarang” untuk Pengurus Parpol

Bupati Subandi Upayakan Renovasi RTLH dan Bantu Jaminan Kesehatan Warga Sidoarjo

12 April 2026 06:30

Bupati Subandi Upayakan Renovasi RTLH dan Bantu Jaminan Kesehatan Warga Sidoarjo

Dicari! Direksi BPR Delta Artha dan Direktur PT Aneka Usaha Sidoarjo, Seperti Apa Seleksinya?

11 April 2026 06:49

Dicari! Direksi BPR Delta Artha dan Direktur PT Aneka Usaha Sidoarjo, Seperti Apa Seleksinya?

Pemkab Sidoarjo Berikan Layanan Kesehatan Bermartabat demi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

11 April 2026 05:48

Pemkab Sidoarjo Berikan Layanan Kesehatan Bermartabat demi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar