KETIK, SURABAYA – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya mengedukasi pembeli sekaligus mendampingi pelaku usaha untuk mewaspadai bahan kimia berbahaya yang masih kerap ditemukan dalam makanan.

Kegiatan bertajuk Jatim Truly (Jawa Timur Trusted Culinary) tersebut berlangsung pada 12–13 Oktober 2026 dengan melibatkan 110 pedagang kaki lima (PKL) dari tiga sentra kuliner, yakni Srikana Food Walk, SWK Dharmawangsa, dan Pasar Karah.

Dalam kegiatan ini, BBPOM di Surabaya melakukan pembinaan keamanan pangan terhadap PKL dengan menitikberatkan pada bahaya penyalahgunaan bahan kimia, seperti boraks, formalin, Rhodamin B, dan metanil kuning (Methanyl Yellow), yang masih ditemukan di pasaran.

BBPOM di Surabaya juga menggelar demonstrasi pengujian cepat produk pangan agar masyarakat lebih waspada terhadap penyalahgunaan bahan berbahaya dalam makanan.

“Edukasi ini merupakan langkah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan pangan. Kami mendorong pedagang agar menyediakan pangan yang aman dan masyarakat lebih cermat dalam memilih makanan. Dengan terjaminnya keamanan pangan, PKL yang terlibat dalam Jatim Truly ini bisa naik kelas dan menjadi tujuan utama wisata kuliner di Kota Surabaya,” ujar Yudi Noviandi, Kepala BBPOM di Surabaya.

Baca Juga:
BBPOM Sita 2.523 Obat Ilegal dan Berbahaya di Bangkalan, Ini Daftarnya!

Selain itu, BBPOM di Surabaya mengajak generasi muda yang tergabung dalam SAKA POM untuk berperan aktif mengedukasi pedagang tentang keamanan pangan. Mereka juga dilibatkan dalam pemantauan lapak PKL bersama petugas BBPOM di Surabaya.

Keterlibatan tersebut diharapkan meningkatkan kepedulian terhadap keamanan pangan sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada generasi muda dalam pengawasan pangan di masyarakat.

Melalui Jatim Truly, sinergi lintas sektor diharapkan dapat memperkuat pengawasan pangan dan mendorong PKL menyediakan makanan yang aman bagi masyarakat. (*)

Baca Juga:
BBPOM Surabaya Gerak Cepat Investigasi Penyebab Keracunan di Ponpes Manbahul Hikam Sidoarjo